Hukum

Belum Pasang Tulisan Aksara Bali, Disnaker Buleleng Tegur PLTU Celukan Bawang

"Pengelola PLTU Celukan Bawang Minta Tempo Waktu 1 Bulan"



Buleleng, PancarPOS | Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng menegur Pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Teguran tersebut lantaran, pembangkit yang dibangun oleh China Huadian Engineering (CHE), Merryline International Pte, CHD dan PT. General Energy Bali (GEB) ini, belum menggunakan tulisan aksara bali pada papan bangunan turbin. Menyikapi teguran itu, General Affair PT. GEB selaku pengelola PLTU Celukan Bawang, Indriati Tanu Tanto mengaku, telah meminta tempo satu bulan terkait penggunaan papan nama aksara Bali sesuai surat teguran Disnaker Buleleng.

1mg-bn#9/1/2020

“Kami segera sampaikan surat teguran ini kepada direktur di Jakarta untuk ditindaklanjuti,” kata Indriati, Jumat (17/1/2020) sore. Indriati tidak menampik, sebelumnya pihaknya sudah menerima surat edaran dari Disnaker Buleleng terkait dengan penggunaan papan nama aksara Bali sesuai ketentuan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 80 Tahun 2018 Tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Hanya saja diakui Indriati, pihaknya kini masih terkendala komunikasi dengan pimpinan di Jakarta. Ada dua papan nama aksara Bali harus dipasang.

Baca |  Tim Hukum Tancap Gas, Diduga Ada Oknum KPK Bocorkan Rahasia Proses Penyelidikan untuk Hancurkan Nama PDI Perjuangan

Baca | Operasi Gabungan Satpol PP Ciduk Papan Nama Usaha Tak Beraksara Bali

Pertama, yakni papan nama perusahaan di depan (sebelah barat pos satpam, red). Kedua papan nama bertuliskan CHD di atas bangunan turbin. Kendala berarti adalah pemasangan papan nama aksara Bali di atas bangunan turbin, karena harus menyiapkan alat khusus. “Tulisan yang ada pada bangunan turbin memiliki ketinggian lebih dari 25 meter. Kami minta tempo 1 bulan karena untuk menggarapnya perlu waktu lama. Kalau papan nama perusahaan di depan, kami hanya minta tempo dua minggu. Saat ini sudah memakai aksara Bali, namun belum permanen,” jelas Indriati.

Baca |  Ketua LPD Pakraman Munduk Kunci Tewas Gantung Diri
6bl-bn#17/1/2020

Sementara Kepala Disnaker Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Koriawan Putri yang turun langsung bersama tim ke PLTU Celukan Bawang meminta, agar pihak PLTU Celukan segera memasang papan nama aksara Bali pada perusahaan tersebut, sesuai dengan Pergub Bali No. 80 Tahun 2018. “Masyarakat atau pengusaha wajib untuk mengikuti dan mematuhi sesuai ketentuan Pergub tersebut. Kami sudah tegaskan dalam surat teguran kepada PLTU Celukan Bawang agar mentaati segala bentuk peraturan. Surat teguran kami layangkan sifatnya segera,” tegas Dwi Priyanti.

Baca |  Diduga Serobot Lahan, Oknum Ketua RT Dilaporkan ke Polda Bali

Baca | Tim Hukum Temui Dewan Pers, PDIP Tak Ancam Kebebasan Pers

Jika teguran ini tetap diabaikan pihak pengelola PLTU Celukan Bawang sampai batas waktu ditentukan, maka Dwi Priyanti mengaku, tidak akan segan-segan menyiapkan sanksi. “Sanksi jika sampai batas waktu papan nama aksara Bali belum terpasang, jelas kami akan kenakan sesuai peraturan yang berlaku,” pungkas Dwi Priyanti. tim/rik/jmg

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close