Made Urip Bagi Seribu Paket Sembako, Nelayan Kusamba Spontan Beri Oleh-oleh Be Cakal Jombo

Klungkung, PancarPOS | Kunjungan Kerja Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali membagikan bantuan seribu paket Sembako dalam rangka Bulan Bakti Nelayan di Kabupaten Klungkung dan Badung. Kegiatan kali ini, dipusatkan di pesisir Pantai Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung pada Senin (28/2/2022) yang dihadiri Bupati Klunglung, I Nyoman Suwitra, S.Pd., MM., bersama Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gede Anom dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, Drs. Dewa Ketut Sueta Negara beserta Camat Dawan, Perbekel Kusamba, Bendesa Adat Kusamba dan Bendesa Adat Tri Buana serta ratusan nelayan setempat. Saking senangnya, luapan kebahagian para nelayan di Kusamba secara spontan memberikan oleh-oleh atau cindramata, berupa Ikan Kuwe alias Be Cakal berukuran jumbo kepada M-U, sapaan akrab Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini.

Seperti diungkapkan Ketua Kelompok Segera Wisewa, Dewa Gede Wira selaku nelayan sangat berterima kasih kepada Made Urip karena selama ini sudah sering diberikan bantuan, salah satunya dana Pengembangan Unit Mina Pedesaan (PUMP) sebesar Rp100 juta. Bahkan, saat di masa pandemi dan menjelang Hari Raya Nyepi juga dibantu paket sembako untuk para nelayan. “Pas pendemi kami juga dibantu Sembako, sehingga sangat bermanfaat sekali. Untuk itu, ke depan kami minta bantuan alat perikanan, seperti mesin dan jukung kepada Pak Urip,” bebernya. Di sisi lain, mewakili Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Andi Mannojengi, S.St.Pi, M.Si., mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang selalu siap mengawal kegiatan dan program KKP selama ini, khususnya perikanan tangkap.

Dikatakan, Made Urip sudah terbukti mempunyai komitmen yang sangat kuat di sektor perikanan termasuk di perikanan tangkap, meskipun dalam suasana masa pandemi. Apalagi hanya sektor ini yang bisa bertahan untuk menjaga ketahanan pangan. “Kalau sekarang yang bisa bayar cicilan motor hanya nelayan. Karena itu, kedatangan Pak Made Urip kali ini akan terus mendorong aktifitas sektor kelautan, khususnya kemajuan perikanan tangkap di Kabupaten Klungkung,” tandasnya, seraya mengakui bantuan paket Sembako ini, sebagai wujud kepedulian dan perhatian Made Urip kepada nelayan, khususnya di perikanan tangkap di Klungkung dan Badung. Hal senada disampaikan Bupati Suwitra yang mengucapkan terima kasih atas support Made Urip yang telah memberikan semangat nelayan di Klungkung.

Dijelaskan, ada 80 kelompok nelayan dengan sekitar 1.300 anggota yang tersebar di empat kecamatan, yakni Dawan, Klungkung, Banjarangkan dan Nusa Penida. Selain Klungkung berpotensi sebagai daerah pesisir, juga sebagai daerah yang mempunyai pulau kecil dan terluar yang menjadi satu kepulauan dengan 8 konstelasi kebijakan nasional, sehingga seharusnya bisa menjadi kabupaten yang kaya dan mandiri dengan pendapatan seimbang dengan DAU yang diterima. Apalagi memiliki Nusa Penida yang menjadi pusat kunjungan favorit wisatawan. “Jadi kami berharap kepada Pak Made Urip, agar potensi ini bisa ditindaklanjuti dan kami siap berkoordinasi nanti ke depan,” tegas Bupati Suwitra sembari bersama Made Urip menyerahkan secara simbolis bantuan 570 paket Sembako kepada Neyalan di Klungkung. Sementara itu, sisanya 430 paket Sembako dibagikan oleh Made Urip di Kabupaten Badung yang disalurkan dengan menugaskan dua Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung.

Pada kesempatan itu, Anggota DPR RI terpilih lima periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu, sengaja ingin bertemu dan bertatap muka langsung dengan nelayan di Bumi Serombotan. Di samping itu, juga sudah memahami sektor kelautan dan perikanan ini sebagai sumber daya ekonomi yang sangat luar biasa, jika bisa digali dengan baik. Namun sayangnya masih banyak persoalan yang dihadapi nelayan, seperti infrastruktur perikanan perlu direvitalisasi dengan alat tangkap yang lebih modern. “KKP bersama Komisi IV DPR RI akan selalu mendorong, agar alat tangkap dimodernisasi tanpa menganggu atau merusak sumber daya alam lainnya,” papar Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, sekaligus menegaskan lemahnya penguatan modal nelayan, juga perlu sentuhan bantuan dari APBN, meskipun masih terdampak pandemi Covid-19.

Untuk itu, M-U akan terus berusaha membantu nelayan seluruh Bali, agar bisa memberi sumbangan peningkatan ekonomi terutama saat pandemi Covid-19. Disadari ke depan Bali tidak bisa hanya menggantungkan sektor pariwisata saja, sehingga harus ada skala prioritas sektor lainnya dengan tidak lagi menempatkan sektor pariwisata sebagai sektor utama. “Pak Gubernur Koster sudah menempatkan sektor pertanian sebagai sektor utama, karena sektor pariwisata resistensinya sangat tinggi. Gunung agung batuk-batuk saja pariwisata sudah terpukul, apalagi dampak pandemi Covid-19 ini. Ke depan juga harus memperkuat sektor perikanan ini. Dan terima kasih kepada para nelayan yang sudah hadir. Kita canangkan ke depan, agar para nelayan bisa lebih sejahtera,” tutup M-U. ama/ksm









