Politik dan Sosial Budaya

AHY Calon Presiden 2024, Mudarta: Bukan Cari Pemimpin Masuk Got


Denpasar, PancarPOS | Partai Demokrat satu-satunya partai politik yang paling siap untuk mengusung calon presiden (Capres). Nama AHY alias Agus Harimurti Yudhoyono, makin mencuat pasca perseteruan di internal tubuh partai berlambang Mercy ini. Nampaknya putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, satu-satu Capres yang dipastikan maju lewat gerbong Partai Demokrat bersama mitra partai koalisinya nanti. Apalagi tahun politik menjelang Pemilu serentak tahun 2024 gaungnya di tingkat nasional terus menjadi ancaman partai lain di ajang adu figur berebut kursi presiden.

Insert foto: AHY alias Agus Harimurti Yudhoyono. (Ist/Dok)

“Hanya Demokrat yang sudah siap melahirkan regenerasi kepemimpinan ke generasi yang lebih muda,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta saat ditemui PancarPOS di Colony Plaza Renon, Denpasar, Selasa (11/5/2021). Politisi senior asal Jembrana itu, juga menegaskan Partai Demokrat sudah berhasil melewati badai stunami politik. Meskipun dirasakan berdarah-darah, tapi dampak positifnya seluruh kader partai kini makin kompak. “Karena semakin tinggi, akan semakin besar terjangan anginnya. Karena Demokrat partai yang diimpikan kaum milenial. Tapi terjangan yang kemarin itu sudah selesai. Padahal kita ingin maju Indonesia emas, tapi malah bisa tertinggal akibat isu agama, isu SARA, dan teroris. Karena kita terus dorong mengangkat perbedaan, dan bukan fokus mengurus Covid-19 biar segera dituntaskan,” sentil Mudarta.

1bl#ik-11/5/2021

Ia juga menyebut tugas pejabat eksekutif yang menerima mandat rakyat selama 5 tahun seharusnya menjadi cerminan suara rakyat sebagai suara Tuhan, bukan membangun citra dan janji-janji baru. Karena rakyat sudah cerdas, terutama generasi milenial yang 80 persen lebih tidak berpartai akan melihat sejauh mana kinerja partai politik yang berkuasa saat ini. “Kerjanya akan dilihat rakyat dan akan diperhatikan, terutama jika isi kantongnya sulit, maka rakyat menganggap sudah gagal. Apalagi kemiskinan meroket, sehingga rakyat bisa memberi hukuman di tahun 2024, saat Pileg dan Pilpres secara nasional,” tandasnya, seraya menyebutkan gestur rakyat Indonesia, terhadap AHY sebagai calon presiden baru surveynya terus naik. Di sisi lain, trend Jokowi mulai turun dan cahaya dukungannya terus meredup, karena sudah tidak ada harapan sebagai Capres.

1bl#bn-10/5/2021

“Fokusnya pasti kesana, apalagi kepala daerah yang akan purna tugas, seperti Buleleng, Klungkung dan Badung akan menjadi rakyat biasa. Powernya kan sudah ga ada, sehingga kekuasaan sekarang sudah turun,” ujarnya, sekaligus menegaskan AHY sudah final sebagai Capes, karena berhasil menjadi master di tiga universitas kelas dunia. “Wakilnya nanti bisa dari non militer atau sipil. Kan saat era Soeharto dan SBY ekonomi dan stabilitas politik stabil. Bahkan juga diakui serta disegani dunia,” bebernya. Di sisi lain, kaum milenial jumlah suaranya di atas yang lain, karena menjadi kelompok lintas partai politik. Di samping itu, juga memiliki hak untuk menentukan sendiri masa depan bangsa, bukan masa lalu. Karena itu, kaum milenial ini sangat penting ikut menentukan masa depan bangsa, karena persaingan sekarang sudah dengan negara lain.

1th#ik-10/5/2021

“Karena kita sudah terjebak dengan isu pemimpin yang merakyat. seharusnya kita memilih pemimpin yang kebijakannya pro rakyat. Bukan pemimpin yang bisa memelihara kambing, dan sapi. Bukan juga pemimpin yang turun masuk got atau langsung menyerahkan sertifikat dan bagikan sembako. Kalau cuma itu kan semua bisa jadi presiden. Apalagi kalau pemimpin kan seharusnya bertingkat, karena ada gubernur, bupati, camat dan lainnya untuk mengeksekusi kerjaan itu di bawah. ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close