Hukum dan Kriminal

KPK Tak Pernah Bantah Status Tersangka Mantan Bupati Tabanan


Jakarta, PancarPOS | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan tidak pernah membantah nama-nama yang beredar di media massa yang ditetapkan sebagai tersangka yang terjerat kasus dugaan korupsi Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan tahun 2018 senilai Rp50 miliar. Sebelumnya memang santer beredar potongan surat mengenai mantan Bupati Tabanan dua periode (2010-2015, 2015-2020) Ni Putu Eka Wiryastuti dan Staf Khususnya, I Dewa Nyoman Wiratmaja sudah ditetapkan menjadi tersangka. Namun KPK tidak pernah membantah menyebutkan nama-nama yang telah disebutkan tersebut tidak ditetapkan sebagai tersangka. “Judul medianya saja yang salah itu. Tidak pernah bantah,” ungkap Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi langsung PancarPOS.com, Selasa (9/11/2021).

1bl#ik-4/11/2021

Dalam surat yang beredar tersebut, keduanya dinyatakan sebagai tersangka sejak 8 November 2021. Namun, pihak KPK mengaku belum pernah ada secara resmi mengumumkan para tersangka yang terlibat dalam dugaan kasus gratifikasi tersebut. Namun pihak KPK berjanji setelah dokumen dan hasil penyidikan selesai akan segera mengungkap siapa saja yang terlibat dalam kasus yang menjadi atensi publik ini. “Pada waktunya nanti kami akan sampaikan secara utuh konstruksi perkara dari hasil penyidikan, pasal yang disangkakan, dan tentu siapa-siapa yang ditetapkan sebagai tersangka,” bebernya seraya berjanji akan segera mengumumkan para tersangkanya. “Pengumuman penetapan tersangka kami akan sampaikan apabila penyidikan telah dinyatakan cukup dan dilakukan upaya paksa, baik penangkapan maupun penahanan para tersangka,” bebernya.

1bl#ik-8/11/2021

Selain itu, pihaknya berharap agar masyarakat terus memantau dengan sabar perkembangan kasus ini. “Kami harap publik terus memantau perkembangan kegiatan ini, sebagai wujud transparansi kami, sekaligus upaya pelibatan masyarakat dalam setiap kerja-kerja pemberantasan korupsi oleh KPK,” imbuhnya. Seperti diketahui, menurut Ali Fikri, pengumuman penetapan tersangka akan disampaikan KPK apabila penyidikan telah dinyatakan cukup dan dilakukan upaya paksa, baik penangkapan maupun penahanan para tersangka. Namun, sampai saat ini, dari kedua nama tersangka yang beredar itu, baru I Dewa Nyoman Wiratmaja yang telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK di Jakarta, Jumat (5/11/2021), terkait terkait realisasi Dana Insentif Daerah (DID) Tabanan tahun 2018 senilai Rp50 miliar. Dewa Nyoman Wiratmaja merupakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud yang sempat jadi Staf Khusus Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemkab Tabanan. Sementara itu, mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dikabarkan belum pernah sempat hadir diperiksa KPK.

1bl#ik-8/11/2021

Terkait tersangka lainnya, KPK mengaku masih terus melakukan penyidikan, sehingga masih ada kemungkinan tersangka lainnya dari pejabat maupun mantan pejabat eksekutif dan legislatif di Tabanan yang akan diumumkan dalam waktu dekat mendatang. Sayangnya sampai berita ini diturunkan, baik Eka Wiryastuti maupun Dewa Nyoman Wiratmaja belum bisa dikonfirmasi terkait pemberitaan tersebut. Semua nomor handphone yang dihubungi bernada tidak aktif, bahkan ketika disambangi beberapa kali ke kediamannya juga tidak ada di tempat. Sebelumnya, nama Mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti diduga telah menjadi tersangka dalam kasus DID Tabanan tahun 2018. Tak hanya Eka Wiryastuti, nama seperti I Dewa Nyoman Wiratmaja selaku Staf khusus Eka Wiryastuti dan juga Rifa Surya, pejabat Kemenkeu juga masuk dalam daftar tersangka. Nama ketiganya terungkap sebagai tersangka, saat KPK memohon data dan informasi perizinan kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Denpasar (DPMPTSP) Kota Denpasar. Surat KPK itu diterima DPMPTSP pada 8 November 2021. Dalam surat itu, KPK meminta data perizinan untuk melengkapi penyidikan yang dilakukan KPK menyangkut dugaan korupsi DID tahun 2018.

1bl#ik-7/11/2021

Pada surat itu juga disebutkan tiga nama yang merupakan tersangka. Yakni Mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti; mantan stafsus Bupati Eka Dewa Wiratmaja; dan Rifa Surya selaku Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan pada Kementerian Keuangan. KPK sendiri melalui Plt Jubir KPK Ali Fikri sebelumnya mengakui sudah menaikkan perkara dugaan korupsi DID Tabanan 2018 itu ke tahap penyidikan. Dengan demikian sudah ada tersangka. tim/ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close