GW Target Naik Kelas Minimal Pertahankan 4 Kursi di Dapil Kuta
Topang Suara Paslon Ganjar-Mahfud Tak Kaleng-kaleng

Badung, PancarPOS | Suhu politik menjelang hari pencoblosan, pada 14 Februari 2024 makin memanas, tak terkecuali juga dirasakani oleh Caleg PDI Perjuangan di Dapil Kuta, Badung. Apalagi target minimal mempertahankan 4 kursi dari 5 kursi yang diperebutkan juga cukup berat. “Jadi kami dari PAC PDI Perjuangan Kuta mentargetkan untuk mempertahankan 4 kursi dari 5 kursi, karena kami melihat sekarang memang kita agak kesulitan. Apalagi ditinggal oleh salah satu kadar kami, yaitu ibu Yunita Oktarini yang pindah Dapil ke Abiansemal,” ungkap Ketua PAC PDI Perjuangan Kuta, I Nyoman Graha Wicaksana alias GW yang juga Caleg DPRD Badung nomor urut 1 dari PDI Perjuangan di Dapil Kuta, saat ditemui di Posko Teman GW, Kuta, Badung, pada Sabtu malam (30/12/2023).

Untuk mempertahankan perolehan kursi di Dapil Kuta, PDI Perjuangan memasang dua Caleg Perempuan dari Desa Kedonganan, sehingga jika ditopang oleh tiga incumben, yaitu I Gusti Anom Gumanti, I Gusti Ngurah Sudiarsa dan I Nyoman Graha Wicaksana, maka sangat yakin bisa mempertahankan minimal 4 kursi. “Kalau beratnya ya kita kehilangan Ibu Yunita kan itu kader perempuan yang tangguh terlihat selama ini dan seorang fighter. Nah untuk mengatasi itu strategi Bapak Nyoman Giri Prasta menaruh dua orang Caleg perempuan dari Kedonganan, yaitu ada ibu Ayu Krisna sama ibu Yulinda dengan asumsi kedua-duanya bisa mempertahankan suara Ibu Yunita di Kedonganan,” jelas Anggota Komisi II DPRD Badung dari FraksI PDI Perjuangan itu, seraya menyebutkan strategi lainnya sudah berjalan sesuai trek dengan mengandalkan kadar senior, I Gusti Anom Gumanti dan Gusti Ngurah Sudarso yang sama-sama maju keempat kalinya, beserta I Nyoman Graha Wicaksana yang maju kedua kalinya sebagai Caleg DPRD Badung.
[democracy id=”3″]
“Kan pekerjaan yang super keras untuk mempertahankan suara PDI Perjuangan di Dapil Kuta yang dulunjumlahnya sekitar kurang lebih 19.000 dan itu menjadi tantangan buat kita bersama. Jadi target kita minimal mempertahankan suara 19.000 suara itu dan juga menaikkan suara saya. Kan terus harus naik kelas suaranya. Karena saya dulu sekitar 4.400,” beber GW yang saat itu, juga bertepatan merayakan hari bahagia Otonan (upacara untuk bayi berumur 6 bulan) untuk putranya yang ke-5 di Hotel Bakung Sari, Kuta, Badung, seraya mengaku tidak mau sesumbar, karena pemilih di Dapil Kuta sangat dinamis dan rasional, tidak seperti pemilih yang ada di Dapil lain.

“Jadi kalau kita lihat faktor Ganjar di daerah perkotaan kayak Kuta ini sangat bagus sangat baik sekali, ya Ganjar dan Mafud MD itu ngefek juga ya pengaruh. Tapi sebenarnya suara pemilihan Presiden itu kembali ditentukan oleh suara Caleg-caleg PDI Perjuangan kan kuat-kuat. Hampir semua sisi dia kuat, nah itu bisa menopang suara Pilpres. Apalagi yang lebih dekat dengan konstituan itu siapa? Kan pasti Caleg DPRD tingkat II kan ikut mempromosikan Ganjar Mahfud,” tegasnya pengusaha muda di sektor pariwisata itu. Hal itu dia buktikan saat kegiatan Fun Walk di Pantai Kuta, pada Minggu, 24 Desember 2024 yang hampir diikuti 5.000 peserta. “Kuta full hitam dan merah dan itu menunjukkan kan antusias warga. Warga segitu siapa bisa datangkan di perkotaan? Kan warganya sibuk dengan kerja dan sebagainya, untuk mengerahkan masa sebanyak itu sangat sulit sekali kalau enggak memang ada keterpanggilan gitu,” paparnya.
[democracy id=”4″]
Hal ini membuktikan animo masyarakat yang mendukung Ganjar-Mahfud, karena ditargetkan hanya seribu peserta, namun ternyata yang datang sampai 5.000 lebih. “Ini di daerah pariwisata loh yang notabene itu luar biasa dan mereka punya kemandirian. Kenapa masyarakat harus memilih dua ini sosok Ganjar-Mahfud? Karena Ganjar-Mahfud itu seperti orang kebanyakan lahir bukan dari penggede darah biru, anak presiden dan lain sebagainya, karena mereka tuh adalah sama seperti kita,” tandas GW. Selain itu, latar belakang Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah selama 10 tahun berturut-turut, sehingga sudah memperlihatkan sangat berpengalaman. Apalagi Ganjar, juga sempat menjabat Anggota DPR RI sampai menjadi Ketua Pansus. Begitu juga dengan Mahfud track recordnya, juga bukan kaleng-kaleng, karena pernah menjabat di legislatif, yudikatif dan eksekutif. “Dari pengalaman itu kan masyarakat bisa menilai bahwa mereka ini memang matang. Atau Istilah Bali-nya nasak di punia gitu, matang enggak dibuat-buat, tidak instan, betul-betul matang,” ujarnya.

Sedangkan dibandingkan dengan pasangan calon (Paslon) yang lain tidak ada yang komplit. Kalau dibandingkan dengan pasangan nomor urut 2 juga kalah jauh track recordnya. “Apa saja yang sudah pernah diperbuat untuk kita perbandingan? Kaau kita melihat orang itu kan harus lihat track record, janji-janji itu kan bisa dibuat-buat tapi kalau track record itu kan tidak bisa dimanipulasi itu real tertulis dan istilahnya dalam hal ini yaitu jejak digital,” tegasnya lagi. Dikatakan.Capres dan Cawapres PDI Perjuangan itu sangat komplit dengan program-program yang diberikan itu, juga sangat menyentuh, seperti KTP Sakti. “Dengan satu KTP menjangkau semua bantuan-bantuan dan lain sebagainya, pengentasan kemiskinan dan juga bagaimana merangkul generasi gen-Z dan milenial untuk bisa berbuat di masyarakat, sehingga tidak dipandang sebelah mata dengan program-program yang pro rakyat,” pungkasnya. ama/ksm









