Gebrakan BPR Kanti! Dari “Lawar Leadership” hingga Mobil Listrik, Amitaba Siap Ubah Logo dan Wajah Perbankan Bali

Gianyar, PancarPOS | PT BPR Sukawati Pancakanti atau yang lebih dikenal dengan BPR Kanti kembali menunjukkan komitmennya sebagai community bank yang tumbuh bersama masyarakat. Tidak hanya fokus pada pelayanan perbankan, BPR Kanti kini juga memperkuat budaya perusahaan, inovasi produk, hingga kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga pendidikan dan institusi di Bali maupun nasional.
Komitmen besar itu akan diwujudkan melalui acara “Stakeholder Gathering BPR Kanti 2026” yang akan digelar pada Senin, 1 Juni 2026 di Hongkong Garden Restaurant, Denpasar. Acara tersebut menjadi momentum penting bagi BPR Kanti dalam mempererat hubungan dengan para stakeholder, nasabah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga mitra strategis perusahaan.
Direktur Utama PT BPR Sukawati Pancakanti (BPR Kanti), Made Arya Amitaba, S.E., M.M., saat makan lawar bersama sekaligus jumpa pers di Kantor Pusat BPR Kanti, Batubulan, Gianyar, Jumat (29/5/2026), mengatakan bahwa gathering ini dirancang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi wadah membangun komunikasi, kolaborasi, dan kebersamaan yang lebih kuat di tengah tantangan dunia perbankan yang terus berubah.
Menurutnya, BPR Kanti ingin terus hadir sebagai bank komunitas yang dekat dengan masyarakat. Karena itu, pihaknya berupaya menciptakan ruang pertemuan yang mempertemukan seluruh stakeholder dalam satu momentum besar agar terbangun sinergi yang berkelanjutan.
“Kita ingin gathering ini menjadi agenda rutin setiap tahun. Jadi bukan hanya sekali selesai, tetapi menjadi momen kebersamaan seluruh stakeholder, relasi, nasabah, akademisi, komunitas, dan mitra BPR Kanti untuk terus bertemu, berdiskusi, serta membangun kolaborasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa acara tersebut juga didukung sejumlah program unggulan perusahaan, salah satunya produk Tabungan ArisanKU yang selama ini menjadi salah satu produk favorit masyarakat. Produk tersebut setiap tahun diuji melalui program pengundian untuk melihat antusiasme dan minat masyarakat terhadap inovasi layanan BPR Kanti. “Tahun ini kita kembali melakukan pengundian Tabungan ArisanKU dan sekaligus menghadirkan berbagai inovasi baru. Ini menjadi bentuk apresiasi kami kepada nasabah yang selama ini setia bersama BPR Kanti,” katanya.
Yang menarik, lanjut Amitaba, pada tahun ini BPR Kanti juga mulai memasukkan unsur kendaraan listrik dalam program hadiah dan inovasi perusahaan. Jika sebelumnya hadiah hanya berupa kendaraan konvensional dan sepeda motor biasa, kini perusahaan mulai mengikuti perkembangan zaman dengan menghadirkan kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi.
Menurutnya, perubahan itu menjadi simbol, termasuk mentransformasi budaya kerja dengan perubahan logo perusahaan BPR Kanti, karena tidak ingin tertinggal oleh perkembangan teknologi dan tren global yang kini mulai mengarah pada energi ramah lingkungan. “Dulu mungkin hadiahnya hanya mobil biasa atau sepeda motor konvensional. Sekarang kita mulai masuk ke kendaraan listrik. Ini bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat masa depan,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa setiap program yang selesai dilaksanakan nantinya akan dievaluasi dan dilanjutkan dengan inovasi baru. Dengan pola tersebut, BPR Kanti ingin menciptakan program berkelanjutan yang terus berkembang dari tahun ke tahun. “Setelah satu program selesai, kita masuk lagi ke program berikutnya. Jadi inovasi ini berjalan terus secara kontinu setiap tahun,” tegasnya.
Selain agenda gathering dan inovasi produk, acara besar tersebut juga akan diisi Seminar Nasional dan Bedah Buku bertajuk “Lawar Leadership”. Seminar ini akan menghadirkan tokoh nasional, akademisi, dan praktisi yang membahas kepemimpinan berbasis nilai lokal Bali. Buku “Lawar Leadership” sendiri disebut menjadi simbol filosofi kepemimpinan yang merangkul keberagaman, kolaborasi, serta keseimbangan nilai-nilai budaya lokal dengan tantangan modernisasi.
Amitaba menjelaskan bahwa konsep kepemimpinan berbasis budaya lokal sangat penting diterapkan di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan dunia kerja saat ini. Menurutnya, Bali memiliki banyak nilai luhur yang sebenarnya relevan diterapkan dalam dunia bisnis modern. “Kita ingin budaya lokal tidak hanya jadi simbol seremonial, tetapi menjadi fondasi dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan,” katanya.
Dalam acara tersebut juga akan dilakukan penandatanganan komitmen Corporate Culture atau budaya perusahaan yang menjadi tonggak penting transformasi internal BPR Kanti. Transformasi budaya perusahaan ini, menurut Amitaba, sebenarnya sudah dirancang sejak beberapa tahun lalu. Namun prosesnya membutuhkan waktu panjang karena perubahan budaya kerja tidak bisa dilakukan secara instan.
“Budaya kerja itu bukan sekadar slogan di dinding kantor. Budaya kerja harus menjadi perilaku sehari-hari yang dirasakan dan dijalankan seluruh karyawan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa sebuah institusi hanya akan mampu bertahan jika memiliki budaya kerja yang kuat dan dipahami seluruh elemen perusahaan. Budaya kerja yang dijalankan terus-menerus pada akhirnya akan menjadi kebiasaan dan karakter perusahaan.
“Kalau budaya kerja sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, maka itu akan menjadi fondasi perusahaan dalam menghadapi tantangan zaman,” tegasnya. Menurut Amitaba, kondisi industri perbankan saat ini mengalami perubahan sangat cepat. Apalagi bagi Bank Perekonomian Rakyat (BPR), tantangan yang dihadapi semakin kompleks mulai dari digitalisasi, persaingan industri keuangan, hingga perubahan perilaku masyarakat.
Karena itu, perubahan tidak cukup hanya dilakukan pada sistem atau teknologi, tetapi juga harus dimulai dari perubahan pola pikir dan perilaku sumber daya manusia di dalam perusahaan. “Kita harus berubah sesuai perubahan zaman. Dan perubahan itu dimulai dari perilaku kerja,” katanya. Dalam transformasi budaya perusahaan tersebut, BPR Kanti memperkenalkan core values atau nilai utama perusahaan yang dirangkum dalam kata “KANTI”.
Nilai-nilai tersebut meliputi kredibilitas, akuntabilitas, mimetama atau pelayanan terbaik, transparansi, dan inovasi. Menurut Amitaba, seluruh nilai itu harus menjadi perilaku nyata dalam aktivitas kerja sehari-hari seluruh insan BPR Kanti. “Bukan hanya hafal nilai-nilainya, tetapi benar-benar dijalankan dalam pekerjaan sehari-hari,” ujarnya. Selain core values KANTI, BPR Kanti juga memperkenalkan konsep perilaku kerja BKKB yang terdiri dari disiplin, komunikasi, kolaborasi, dan belajar terus-menerus.
Konsep ini diharapkan menjadi pedoman perilaku seluruh karyawan dalam bekerja dan melayani masyarakat. “Kita ingin seluruh karyawan memiliki disiplin kerja yang kuat, komunikasi yang baik, mampu berkolaborasi, dan terus belajar menghadapi perubahan,” jelasnya. Menurutnya, budaya belajar menjadi sangat penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan industri keuangan yang begitu cepat. Tanpa kemauan belajar, perusahaan akan sulit berkembang.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi dalam membangun perusahaan modern. Karena menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini tidak bisa diselesaikan secara individual. “Sekarang tidak bisa lagi kerja sendiri-sendiri. Semua harus kolaborasi,” katanya. Dalam acara Stakeholder Gathering nanti, BPR Kanti juga akan melakukan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) strategis bersama berbagai lembaga.
Beberapa lembaga yang akan melakukan kerja sama strategis dengan BPR Kanti antara lain Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, BRIdge Indonesia, serta Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang mulai dari pengembangan sumber daya manusia, penguatan literasi keuangan, pengembangan ekonomi masyarakat adat, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan perbankan.
Amitaba menilai sinergi lintas lembaga menjadi langkah penting agar BPR Kanti tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan masa depan. “Kita harus membangun jaringan kolaborasi yang kuat. Dunia sekarang membutuhkan sinergi,” katanya. Kerja sama dengan lembaga pendidikan juga dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda yang memahami dunia perbankan dan kewirausahaan sejak dini.
Sementara kerja sama dengan MDA Provinsi Bali diharapkan mampu memperkuat hubungan antara lembaga keuangan dengan desa adat sebagai salah satu kekuatan utama masyarakat Bali. “Kita ingin BPR Kanti tetap tumbuh bersama masyarakat adat dan budaya Bali,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, BPR Kanti juga akan menyerahkan Buku “Lawar Leadership” kepada sejumlah stakeholder strategis sebagai simbol penguatan nilai kepemimpinan berbasis budaya lokal.
Buku tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin, akademisi, hingga generasi muda Bali dalam membangun kepemimpinan yang kuat namun tetap berakar pada nilai budaya. Selain agenda formal dan seminar nasional, acara Stakeholder Gathering BPR Kanti 2026 juga akan diwarnai suasana hiburan dan kebersamaan melalui pengundian doorprize bagi nasabah.
Pengundian Tabungan ArisanKU disebut menjadi salah satu momen yang paling ditunggu nasabah karena setiap tahun selalu menghadirkan hadiah menarik. BPR Kanti menilai apresiasi kepada nasabah sangat penting karena keberhasilan perusahaan tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat selama ini. “Nasabah adalah bagian dari keluarga besar BPR Kanti. Karena itu kita ingin terus memberikan apresiasi,” ujar Amitaba.
Ia menambahkan bahwa konsep community bank yang selama ini diusung BPR Kanti bukan sekadar slogan pemasaran, melainkan filosofi perusahaan dalam membangun hubungan dengan masyarakat. Menurutnya, BPR Kanti ingin menjadi bank yang hadir tidak hanya dalam urusan transaksi keuangan, tetapi juga dalam penguatan ekonomi masyarakat, pendidikan, budaya, hingga pembangunan sumber daya manusia. “Kita ingin menjadi bank yang tumbuh bersama masyarakat,” katanya.
Perjalanan panjang BPR Kanti hingga mampu bertahan dan berkembang sampai sekarang disebut tidak lepas dari dukungan masyarakat Bali yang selama ini memberikan kepercayaan kepada perusahaan. Karena itu, transformasi budaya kerja dan penguatan kolaborasi stakeholder menjadi langkah strategis agar BPR Kanti mampu menghadapi tantangan industri keuangan ke depan.
Amitaba optimistis bahwa dengan budaya kerja yang kuat, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi yang luas, BPR Kanti akan tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman. “Kita tidak boleh berhenti berinovasi. Dunia terus berubah dan kita harus ikut berubah,” tegasnya. Ia berharap acara Stakeholder Gathering BPR Kanti 2026 menjadi titik awal lahirnya semangat baru bagi seluruh insan BPR Kanti dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik.
“Semoga ini menjadi momentum kebersamaan, momentum perubahan, dan momentum membangun masa depan bersama,” pungkasnya. ama/ksm









