Isu Pura Batu Maguwung Ditutup Hoaks! Ketua Pengempon Bongkar Fakta

Badung, PancarPOS | Isu Pura Ditutup Ternyata Hoaks! Ketua Pengempon Bongkar Fakta: Tronton Pun Bebas Lewat ke Pura Dalem Batu Maguwung! Isu panas soal penutupan akses ke Pura Dalem Batu Maguwung, Jimbaran, akhirnya terbongkar. Ketua Pengempon, I Nyoman Saputra Yasa, dengan tegas menyebut kabar tersebut hoaks dan menyesatkan, bahkan berpotensi memecah keharmonisan umat. “Membahas pura itu sangat sensitif. Jangan asal bicara tanpa paruman. Info itu sesat dan bisa memicu perpecahan,” tegas Saputra Yasa, pada Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya, tudingan bahwa PT Jimbaran Hijau menutup akses pura adalah fitnah tanpa dasar. Faktanya, akses menuju Pura Dalem Batu Maguwung tetap terbuka luas, dan aktivitas keagamaan berjalan normal. “Jangankan manusia atau motor, tronton pun bisa lewat. Kalau mau sembahyang, silakan pintu terbuka lebar,” ujarnya menohok. Saputra bahkan mengungkapkan, PT Jimbaran Hijau selama ini justru turut membantu dan mendukung penuh kegiatan keagamaan. “Setiap piodalan mereka bantu. Kontribusinya bukan hanya di Pura Dalem Batu Maguwung, tapi juga di pura-pura lain di Jimbaran,” jelasnya.

Ia mencontohkan Pura Batu Merejeng yang berada di area Hotel Raffles Jimbaran. Umat yang hendak sembahyang malah mendapat pelayanan istimewa berupa kendaraan buggy antar-jemput dari parkiran ke pura. “Warga yang sembahyang justru diistimewakan. Saat piodalan, umat diantar pakai buggy, dan setiap lima tahun sekali saat upacara besar, perusahaan membantu penuh,” bebernya. Saputra menyayangkan munculnya pihak-pihak yang menyebarkan kabar bohong tentang pelarangan akses pura oleh investor. “Itu murni informasi palsu. Jangan gampang percaya sebelum cek ke lapangan. Faktanya, akses tetap lancar dan umat bebas sembahyang,” tegasnya lagi.
Ia mengucapkan terima kasih kepada PT Jimbaran Hijau yang selama ini konsisten menjaga keharmonisan adat dan spiritual di Jimbaran. “Hubungan kami sangat baik. Mereka turut menjaga kebersihan, ketertiban, dan mendukung pelestarian budaya,” katanya. Saputra pun mengajak semua pihak agar lebih bijak. “Hati-hati menyebarkan info tentang pura. Sekali salah bicara, bisa memecah umat. Mari jaga kebersamaan dan nilai budaya luhur kita,” pungkasnya. rta/ama/kel














