Upah Tidak Layak, Caleg Perindo ini Koar-koar Tuntut UMP Bali Rp5 Juta Setara Jakarta

Denpasar, PancarPOS | Pulau Bali sangat terkenal sebagai daerah pariwisata internasional karena masyarakatnya yang mempunyai adat dan budaya yang sangat luar biasa. Hampir setiap hari masyarakat Bali melakukan kegiatan adat dan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Wajar jika masyarakat Bali terus melakukan pelestarian adat dan budaya bernafaskan Agama Hindu ini, karena sangat berpengaruh terhadap daya tarik pariwisata sebagai kekuatan ekonomi masyarakat di Bali. Disadari dalam pelaksanaan pelestarian adat dan budaya masyarakat Bali, juga membutuhkan biaya cukup besar.

Tentu sangat tidak masuk akal jika Upah Minimum Provinsi Bali (UMP) hanya ditetapkan Rp2,8 juta pada tahun 2024. Padahal harga barang kebutuhan pokok masyarakat Bali termasuk biaya upacara adat dan pelestarian budaya sangat mahal. “Mungkin lebih mahal dari kehidupan masyarakat di Kota Metropolitan, seperti DKI Jakarta yang UMP-nya hinggga Rp5 juta perbulan,” ungkap ujar A A Gede Agung Aryawan, ST., yang pada Pileg 2024 ini, juga maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Bali, Dapil 1 Kota Denpasar di nomor urut 1 dari Partai Perindo di Denpasar, Sabtu (16/12/2023).
[democracy id=”3″]
Apalagi fakta lapangan sebagai daerah pariwisata internasional sangat sering dikunjungi oleh konglomerat atau Presiden Negara maju dari seluruh dunia. Jadi fasilitas akomodasi mereka berstandar internasional yang juga membutuhkan biaya sangat mahal, berpengaruh juga pada kondisi harga barang kebutuhan pokok masyarakat Bali secara tidak langsung. “Melihat fakta itu, maka tidak layak UMP Bali masih murah di angka Rp 2,8 juta,” tegas Gung De Aryawan yang berkoar-koar dengan penuh semangat.
[democracy id=”4″]
Jadi sebagai Calon DPRD Provinsi Bali Dapil 1 Kota Denpasar dari Partai Perindo, akan mrminta Dinas Tenaga Kerja dan Kepala Daerah di Bali agar menghitung dan mengkaji ulang parameter dasar perhitungan UMP/UMK di Bali yang sangat kecil. Jika parameter tertentu dalam kebutuhan pokok masyarakat Bali menjaga pelestarian adat dan budaya sebagai pariwisata budaya, semestinya UMP Bali setara dengan UMP DKI Jakarta. Ini masalah serius sekali untuk menjaga pelestarian adat dan budaya yang butuh biaya. Masyarakat Bali melestarikan adat dan budayanya dengan harapan ekonomi pariwisata budaya, juga bisa mensejahterakan masyarakat Bali dengan upah layak. wan/ama









