Politik dan Sosial Budaya

Bali Minus 7,6 Ton Bawang Putih, Made Urip Jadikan Tabanan Sentra Kesuna Kayu


Tabanan, PancarPOS | Suasana hujan mendung dan berkabut tak menghalangi semangat Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali melakukan Panen bersama bawang putih Demplot RPIK di Banjar Batusesa, Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Selasa (5/10/2021). Pada kesempatan itu, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang akrab disapa M-U ini, juga menyerahkan bantuan bibit bawang putih varietas Lumbu Hijau kepada para kelompok tani bawang merah di Tabanan. Usai melakukan penanaman bersama dan monitoring hasil panen bawang putih tersebut, Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional yang akrab dikenal Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, melanjutkan membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Teknologi Bawang Putih Berkelanjutan di Provinsi Bali yang diikuti 150 peserta dari perwakilan 21 kelompok tani bawang putih di Tabanan dengan mengikuti protokol kesehatan (Prokes).

1bl#ik-21/8/2021.

Bimtek kali ini dihadiri, Kapuslitbang Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Moh. Taufiq Ratule, bersama Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran Dr. Harmanto, Kepala BPTP Bali, Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP., Asisten II Setda Tabanan Wayan Kotio, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, S.Sos., Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan I Nyoman Suta, Kabid Tananan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali I Wayan Sunarta, dan Kadis Pertanian Tabanan I Nyoman Budana, serta undangan lainnya. Selaku peserta mewakili para petani, I Wayan Ada mengakui Made Urip sudah sangat banyak membantu petani di dataran tinggi, diantaranya dalam bentuk bibit, ternak maupun mesin pertanian (Alsintan) untuk memajukan sektor pertanian. Seperti bibit bawang putih ini, juga berkat bantuan dan perjuangan Made Urip, agar bisa menjadi percontohan pengembangan bawang putih yang sudah banyak ditinggalkan di Tabanan. “Sehingga tahun 2021 ini, ada pencontohan yang hasilnya sangat efektif dan bagus untuk pengembangan bawang putih di dataran tinggi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala BPTP Bali, Made Rai Yasa mengaku menggelar Bimtek dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diperjuangan oleh Made Urip untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Seperti kegiatan diseminasi inovasi teknologi pengembangan bawang putih sebagai riset hasil kajian Badan Litbang di Bali. Bimtek kali ini, juga diberikan khusus untuk para kelompok tani yang mengembangkan bawang putih atau kesuna kayu. Apalagi saat ini, Bali hanya mampu memenuhi 15 persen atau sekitar 1,34 ton kebutuhan bawang putih, sehingga masih minus 7,6 ton beredar bawang putih dari China. Padahal Tabanan sempat menjadi sentra bawang putih dengan keunggulan komoditas Kesuna Kayu. “Dengan dukungan Pak Made Urip berkolaborasi dengan Puslitbang Hortikultura, Balitsa, BPTP dan Dinas Pertanian serta petani sebagai kooperator, kita ingin mengembalikan kejayaan bawang putih di Tabanan,” paparnya.

1bl#il-10/9/2021

Sementara itu, Kapuslitbang Horti Moh. Taufiq Ratule mengakui awal Juni 2021 lalu, menaman bersama Made Urip bibit bawang putih, hingga kegiatan panen bersama sekaligus memberikan Bimtek Inovasi Teknologi Bawang Putih Berkelanjutan di Provinsi Bali. Kegiatan di masa pandemi Covid-19 ini, diakui berkat adanya anggaran yang difasilitasi oleh Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini. Apalagi ditambah adanya peran BPTP Bali yang sangat positif dan luar biasa dengan berbagai inovasi, termasuk berbagai Bimtek agar variestas pertanian sesuai di Bali, seperti Kesuna Kayu akan didaftar sebagai varietas pertanian di Tabanan supaya bisa mendukung produksi bawang putih nasional. Apalagi selama ini, sebagian besar bawang putih diimpor dari China, sehingga Bali sangat berpotensi untuk memproduksi bawang putih seluar 3 ribu hektar yang menjadi tantangan bersama. “Kami dari Litbang akan siap mendampingi. Kalau bisa seribu hektar saja, Bali sudah bisa surplus 10 ribu ton bawang putih, sehingga bisa menjadi kontributor bawang putih nasional,” pungkasnya.

Membacakan sambutan Bupati Tabanan Asisten II Setda Tabanan Wayan Kotio menambahkan selain pertanian pangan, Kabupaten Tabanan juga mengembangkan produksi hortikultura, seperti bawang putih dan bawang merah. Karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan inovasi teknologi bawang putih untuk menghasilkan produksi yang berlipatganda yang bisa memenuhi produksi nasional dan kebutuhan ekspor. “Karena itu, kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Made Urip bersama BPTP Bali yang terus berupaya meningkatkan produksi bawang putih di Tabanan,” imbuhnya. Selaku Ketua DPRD Tabanan, Made Dirga menyebutkan Made Urip selama ini selalu ikut berjuang memberikan kehidupan bagi masyarakat di Tabanan. “Karena itu, kami kembali mengucapkan terimakasih kepada Pak Made Urip, sebagai wakil rakyat di pusat yang sangat luar biasa, dan menjadikan objek khusus membantu sektor pertanian di Tabanan,” tambahnya.

1bl#ik-21/7/2021

Di sela-sela membuka Bimtek, Made Urip berharap bisa menberikan gambaran dan teknis di lapangan membudidayakan bawang putih, karena belum bisa memenuhi kebutuhan Bali yang produksinya hanya 15 persen, sehingga menjadi tantangan bersama ke depan untuk bisa minimal memenuhi kebutuhan di Bali. Kerjasama ini menurut M-U, juga harus terus diperkuat terutama BPTP Bali yang tugasnya melakukan kajian dan inovasi baru, termasuk bawang putih. Terbukti dari Bimtek ini bermakna strategis untuk mengembangkan bawang putih ke depan. “Saya akan membantu akses bantuan ke depan, baik pengutan modal, infrastruktur dan pasca panennya,” tandas politisi asal Desa Tua, Marga, Tabanan itu, sekaligus menyampaikan anggaran sektor pertanian, ikut direfocusing untuk dampak penanganan Covid-19 yang sangat mempengaruhi sektor pariwisata di Bali yang sudah lesu dan mati suri. Untungnya, dikatakan masih ada sektor pertanian yang masih kuat, terutama subak abian dan subak basah yang masih bisa menjaga ketahanan pangan.

Karena itulah, sektor pertanian memegang peranan sangat penting, terutama untuk recovery ekonomi di Bali, karena masih bisa tumbuh di masa pandemi Covid-19. Bahkan masih bisa melakukan ekspor, baik hasil perkebunan maupun hortikultura. “Jadi saya berharap Bimtek ini diikuti dengan tekun dan serius, karena sangat penting untuk pengembangan bawang putih di Tabanan, sebagai sentra pengembangan Bawang Putih Kesuna Kayu yang akan berpengaruh besar terhadap pemulihan ekonomi Bali,” tutup M-U. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close