Ekonomi dan Bisnis

Jadi Pilot Project, Pengusaha di Bali Siap Bergerak Pakai Mobil Listrik


Denpasar, PancarPOS | Indonesia siap menjadi pemain utama kendaraan listrik, khususnya mobil. Penegasan itu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan pengecekan sejumlah fasilitas stasiun pengisian mobil listrik (charging station) di Bali. Kendaraan listrik disebut menawarkan manfaat lebih besar di samping hemat dan ramah lingkungan. Mantan bos klub sepakbola Inter Milan itu juga menyebut mobil listrik jauh lebih irit dalam hal jumlah pengeluaran yang harus dibayarkan saat melakukan perjalanan. Dia mencontohkan, naik mobil listrik Jakarta-Bali hanya habis Rp200 ribu. Sementara mengendarai kendaraan konvensional BBM, butuh bensin hingga Rp1,1 juta.

1bl#ik-31/12/2020

Karena itulah, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, I Made Ariandi mendukung penuh rencana menjadikan Pulau Dewata sebagai pilot project kendaraan listrik di Indonesia. Selain sinergi dengan visi Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Ariandi menegaskan kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi atau gas buang sisa hasil pembakaran yang berbahaya bagi makhluk hidup, khususnya manusia. “Dengan kendaraan listrik kita bisa menghemat impor minyak bumi sehingga mampu menekan defisit migas Indonesia. Kendaraan listrik adalah solusi ampuh menjauhkan generasi berikutnya dari emisi bahaya polusi asap. Yang terpenting, Indonesia mampu memproduksi kendaraan listrik sendiri karena bahan baku utamanya, yakni baterai sangat melimpah di Indonesia,” ucap pria asli Klungkung itu di Denpasar, Rabu (6/1/2021).

1bl#bn-31/12/2020

Ariandi menegaskan pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan dukungan seluruh stakeholder, khususnya pengusaha. Rencana menjadikan Bali sebagai pilot project kendaraan listrik nasional ungkapnya merupakan peluang yang tidak boleh disia-siakan. Di sisi lain, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Energi dan Kelistrikan Kadin Bali, I Gusti Ketut Sukarba mengatakan Pemprov Bali bisa lebih masif memanfaatkan kendaraan listrik untuk kegiatan operasional seluruh dinas. Jika pejabat-pejabat di Bali memberi contoh pemakaian kendaraan listrik, Sukarba menilai masyarakat pun akan tergerak untuk mengonversi kendaraan konvensional miliknya ke kendaraan listrik.

1bl#ik-23/12/2020

“Misalnya, Bapak Ketua Kadin Bali memakai mobil listrik. Saya yakin seluruh pengusaha di Bali juga akan tergerak untuk memakainya,” tandas Sukarba yang juga menjabat Ketua Asosiasi Konsultan Listrik Indonesia (AKLI) Bali. Ditambahkannya, kendaraan konvensional sudah saatnya digantikan perannya oleh kendaraan listrik. Biaya yang ditubuhkan dalam operasional kendaraan listrik jauh lebih murah dengan tetap mendapatkan kenyamanan berkendaraan yang sama. “Baru-baru ini Pak Menteri naik mobil listrik Jakarta-Bali hanya habis Rp200 ribu. Sementara mengendarai kendaraan konvensional BBM, butuh bensin hingga Rp1,1 juta,” tegasnya. ija/ama.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close