Minggu, April 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahGubernur Koster Kucurkan Rp1 Miliar, Percepat Pemulihan Pura Luhur Pucak Tinggah Pasca...

Gubernur Koster Kucurkan Rp1 Miliar, Percepat Pemulihan Pura Luhur Pucak Tinggah Pasca Diterjang Cuaca Ekstrem

Tabanan, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menunjukkan respons cepat dan konkret dalam meringankan beban krama adat dengan menyerahkan bantuan sebesar Rp1 miliar untuk perbaikan bangunan suci di Pura Luhur Pucak Tinggah, Banjar Angseri, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Senin (30/3/2026).

Bantuan tersebut diberikan menyusul kerusakan serius yang terjadi akibat cuaca ekstrem berupa angin kencang yang menerjang kawasan tersebut pada Kamis (5/3/2026). Peristiwa itu menyebabkan sejumlah bangunan pura mengalami kerusakan signifikan, bahkan beberapa di antaranya roboh.

Empat bangunan yang terdampak meliputi bale paruman berukuran 18 x 7 meter dengan konstruksi atap sirap bambu dan 24 pilar, bale murdamanik berukuran 5 x 5 meter, bangunan lumbung kelingking berukuran 2,5 x 2 meter, serta pelinggih penegtegan merta berukuran 1 x 1 meter. Kerusakan ini tidak hanya berdampak pada fisik bangunan, tetapi juga mengganggu aktivitas spiritual dan adat masyarakat setempat.

Dalam peninjauan langsung di lokasi, Koster menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan secara cepat dan terukur agar fungsi pura sebagai pusat kegiatan keagamaan dapat segera pulih.

“Tadi kita lihat bangunan ini rusak akibat terpaan angin kencang. Oleh karena itu, saya meminta pihak pengempon atau pengelola untuk segera mengajukan permohonan rehabilitasi,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Bali sejatinya telah menyiapkan anggaran melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1 miliar. Namun, berdasarkan kondisi riil di lapangan, kebutuhan perbaikan diperkirakan lebih besar dari alokasi awal tersebut.

“Untuk sementara, kita gunakan dulu dana yang ada ini. Dalam proses pelaksanaan nanti, saya akan menambahkan bantuan dana agar dapat meringankan beban masyarakat dan memastikan pembangunan berjalan dengan baik,” ujar Koster.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Bali dalam menjaga keberlangsungan kehidupan adat dan spiritual masyarakat Bali yang sangat bergantung pada eksistensi pura sebagai pusat peradaban budaya. Pemulihan fasilitas keagamaan bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial dan identitas budaya masyarakat.

Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, kejadian ini menjadi pengingat bahwa kawasan Bali tidak sepenuhnya bebas dari risiko bencana alam. Oleh karena itu, kehadiran pemerintah dalam situasi krisis menjadi krusial, tidak hanya dalam bentuk bantuan dana, tetapi juga percepatan proses rehabilitasi yang tepat sasaran.

Dengan adanya intervensi cepat ini, diharapkan aktivitas keagamaan di Pura Luhur Pucak Tinggah dapat segera kembali normal, serta memberikan ketenangan bagi masyarakat pengempon dalam menjalankan kewajiban spiritualnya.

Pemprov Bali menegaskan akan terus hadir dalam setiap situasi darurat yang menyentuh kepentingan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan fasilitas keagamaan dan adat sebagai fondasi utama kehidupan sosial di Bali. mas/ama/*

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments