Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa di Parahyangan DNA Kota Denpasar

Denpasar, PancarPOS | Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana, dan Mecaru Wraspati Kalpa di Parahyangan Padmasana Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar bertepatan dengan Purnama Sasih Kaenem, Kamis (4/12/2025). Upacara ini digelar sebagai rangkaian penyucian dan penyempurnaan bangunan suci, sekaligus menjaga keseimbangan sekala-niskala berlandaskan Tri Hita Karana.
Hadir pula Forkopimda Kota Denpasar, Kepala Kantor Kemenag Kota Denpasar Ida Bagus Ketut Rimbawan, Ketua MDA Kota Denpasar AA Ketut Sudiana, pimpinan OPD, serta undangan lainnya. Diiringi gambelan dan kidung, rangkaian karya diawali dengan sesolahan Tari Rejang Dewa, Rejang Renteng, serta Topeng Wali. Puncak upacara ditutup dengan persembahyangan bersama dan ngerebeg caru.
Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian karya merupakan implementasi nilai-nilai Tri Hita Karana. Dengan demikian, keharmonisan dapat terus tercipta secara berkelanjutan, baik secara sekala maupun niskala. Karya telah dimulai sejak 26 November dengan nanceb tetaring, mareresik, dan masang wastra, dilanjutkan matur piuning pada 30 November. Puncak karya digelar tepat pada Purnama Sasih Kaenem, kemudian ditutup penyineban pada Jumat (5/12).
“Dengan pelaksanaan upacara ini, keseimbangan parahyangan, palemahan, dan pawongan dapat terus dijaga. DNA sebagai pusat kegiatan kreatif di Kota Denpasar diharapkan kian tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan aci di parahyangan DNA yang sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju, berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna menyama braya.
Ia menegaskan bahwa Karya Pemelaspas, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Mecaru Rsi Gana dan Mecaru Wraspati Kalpa merupakan tahapan penting yang wajib dilaksanakan agar bangunan suci dapat difungsikan sepenuhnya dalam kegiatan pemujaan. Upacara ini juga menjadi wujud sradha bhakti seluruh jajaran DNA kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.
“Melalui rangkaian karya ini, mari kita tingkatkan sradha bhakti untuk menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara. mas/ama/*














