Olahraga dan Pendidikan

Soroti Pencantuman Kolom Agama dalam Pendaftaran SNBT, Urgensinya Dipertanyakan?


Denpasar, PancarPOS | Ketua Jarrak Bali, Rai Sukarya, mempertanyakan alasan dicantumkannya data agama dalam proses pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Menurutnya, jalur masuk perguruan tinggi negeri seharusnya mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan kesetaraan bagi seluruh peserta tanpa membedakan latar belakang agama.

“Yang menjadi pertanyaan, kenapa data agama harus dimasukkan dalam pendaftaran SNBT? Apa urgensinya? Ada apa di balik kebijakan ini?” ujar Rai Sukarya, pada Kamis (25/6/2026).

Ia menilai seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui SNBT semestinya berfokus pada kemampuan akademik dan hasil tes peserta. Karena itu, keberadaan kolom agama dalam formulir pendaftaran berpotensi menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat apabila tidak dijelaskan secara terbuka oleh penyelenggara.

Menurut Rai Sukarya, publik berhak memperoleh penjelasan yang jelas mengenai tujuan pengumpulan data agama tersebut. Apakah hanya untuk kepentingan administrasi, statistik, atau ada pertimbangan lain yang berkaitan dengan proses seleksi.

“Kami tidak ingin muncul persepsi negatif atau kecurigaan dari masyarakat. Karena itu penyelenggara perlu menjelaskan secara transparan mengapa data agama menjadi bagian dari persyaratan pendaftaran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi keberagaman dan kesetaraan warga negara. Oleh sebab itu, seluruh proses seleksi pendidikan tinggi harus mampu memberikan jaminan bahwa tidak ada perlakuan berbeda terhadap peserta berdasarkan identitas agama maupun latar belakang lainnya.

Dalam berbagai panduan resmi pendaftaran UTBK-SNBT, peserta memang diwajibkan mengisi biodata diri secara lengkap saat registrasi akun SNPMB, termasuk sejumlah data identitas pribadi. Namun demikian, Rai Sukarya menilai perlu ada penjelasan resmi yang lebih rinci mengenai fungsi dan penggunaan data agama tersebut agar tidak menimbulkan polemik. tim/ama/ksm


Back to top button