Gaya Hidup

Bermodal Nekat, I Putu Edi Santika Darma Sukses Jadi Pengusaha Jasa Angkutan


Denpasar, PancarPOS | I Putu Edi Santika Darma namanya makin santer di dunia usaha jasa angkutan, hingga di kancah nasional. Pengusaha muda yang lahir di Banjar Kebon Kaja, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli pada 23 Desember 1992 itu, kini sukses mengelola bisnis transportasi. Uniknya, Bendahara Koordinator Daerah Bali (Korda Bali) Buser Rental Nasional (BRN) itu, awalnya hanya bermodal nekat untuk meritis karier usahanya. Leonk atau Tu Edi sapaan akrabnya itu, menuturkan dari awal memang bergelut di bidang transportasi, hingga bisa sendiri mendirikan usaha jasa angkutan yang diberi nama CV Mandiri Jaya Mesari (MJ-Trans Bali) pada 29 Januari 2015. Beberapa tahun kemudian berubah menjadi PT Mandiri Jaya Mesari (MJ-Trans Bali) untuk memperluas usaha bergerak di bidang usaha tranportasi dan pengurusan izin sewa umum dan sewa khusus, sejak 2 April 2019 dengan berkantor di Tukad Badung XX No.9X, Renon, Denpasar.

Insert foto: Dirut PT Mandiri Jaya Mesari (MJ-Trans Bali), I Putu Edi Santika Darma. (Ist)

Bahkan, langsung menjabat Dirut PT Mandiri Jaya Mesari (MJ-Trans Bali), sebagai perusahaan jasa angkutan yang bekerjasama dengan vendor salah satu perusahaan taksi online yang mewadahi sekitar 370 driver dengan izin sewa khusus. “Kami juga menyewakan mobil rental sekitar 33 kendaraan berbagai merk, dari city car, hingga minibus, dan bahkan kelas premium untuk mobil mewah. Tamu domestik biasanya menyewa langsung atau rental mobil yang biasa kita promo lewat media sosial atau bisa kontak langsung maupun WhatsApp ke nomor handphone 085205332999,” ungkap Tu Edi yang kini tinggal di sekitar kawasan Celuk, Sukawati, Gianyar, saat ditemui PancarPOS di Kantor MJ-Trans Bali, Senin (3/5/2021). Hebatnya lagi pelayanan jasa transportasi ini, bahkan sering kekurangan armada, sehingga harus bekerjasama dengan rental lainnya. “Kendaraan yang disewa juga bisa diterima langsung di lokasi dengan sedikit tambahan biaya pengiriman atau pengambilan mobil,” tandasnya.

1th-ksm#5/2/2021

Kisah sukses Tu Edi memang tidak mudah, karena harus merangkak dari bawah. Ia juga menuturkan sempat bekerja dan banting tulang di salah satu koperasi angkutan di daerah Badung sekira tahun 2011 hingga 2016 baru mampu fokus mengelola bisnis pertama dengan membuka usaha CV Mandiri Jaya Mesari (MJ-Trans Bali) dengan kantor pertama di Jalan Ahmad Yani Utara, Denpasar. “Itu awalnya saya menekuni dunia jasa transportasi, sehingga bertekad tidak hanya bekerja pada orang lain, tapi juga harus berupaya mendirikan usaha,” tuturnya. Uniknya, setelah itu ia langsung fokus berbisnis dengan mencoba usaha hanya bermodal dua mobil rental miliknya sendiri. Hebatnya lagi, setelah berjalan sekitar 6 bulan pertama nekat menjual dua mobil rental yang sudah lunas tersebut dipakai uang DP untuk membeli kembali 5 mobil baru. “Mobil ini ada dipakai untuk taksi online dan ada juga dipakai rental langsung. Kita selama ini biasa merentalkan mobil dari 150 ribu per 24 jam, sampai jutaan rupiah untuk mobil premium class. Kondisi mobilnya masih baru-baru,” bebernya.

1bl-bn#7/1/2020

Berselang beberapa lama, prospek bisnis ini berjalan sangat lancar, sehingga Tu Edi ingin juga menguasai pasar transportasi yang saat itu sangat membutuhkan vendor untuk taksi online. Apalagi peluang usaha bisnis ini makin terbuka lebar, sehingga kembali membuka usaha yang sama dengan mendirikan PT Dwi Sarana Mesari (Jayamahe), sekaligus bertindak sebagai komisaris utama di perusahaan yang bergerak di bidang angkuatan pada 3 Februari 2016 yang berkantor di Jalan Cempaka Biru Selatan I No.10X, Pemecutan Kaja, Denpasar. Modalnya dari armada operasi sebelumnya, ditambah sejumlah armada baru. “Mobil kita rata-rata 2017 up, dan untuk pengembangan usaha taksi online kita terapkan dua sistem, yakni driver bisa menyediakan mobil sendiri atau kerjasama kita yang menyediakan mobil baru dan sekitar 4 tahun kemudian akan menjadi milik para driver,” jelasnya, termasuk mendirikan Koperasi Jasa Aplikasi Karya Anak Bangsa (Kopjas AKAB) yang menaungi armada milik anggota koperasi di bidang jasa transportasi dan pengurusan izin angkutan sewa khusus yang berdiri pada 9 Juli 2018. Ayah tiga anak dengan seorang putra dan dua orang putri ini, juga dipercaya langsung sebagai Ketua Kopjas AKAB yang juga berkantor di Jalan Cempaka Biru Selatan I No.10X, Pemecutan Kaja, Denpasar.

1bl#ik-5/3/2021

Pada kesempatan itu, Tu Edi sempat menceritakan suka dukanya bisnis rental juga sangat banyak tantangan, seperti kehilangan unit mobil. “Satu unit sempat dilarikan sekitar 2019. Astungkara bisa kembali,” papar Tu Edi yang sempat menikmati booming taksi online yang berkembang pesat di Bali, karena harganya sangat murah dan mudah dengan menjadi vendor aplikasi angkutan online. “Keuntungannya saat itu lumayan banyak dan unit jarang diam, karena dipakai driver online, sebelum pandemi Covid-19. Namun sekarang kita sempat vakum di awal tahun sampai keteteran masalah cicilan dan pengembalian unit juga ada. Namun sekarang sudah mulai bangkit kembali, karena tamu domestik sudah banyak yang datang ke Bali,” sebut Tu Edi, sekaligus berharap agar pemerintah bisa segera membuka pintu pariwisata, sehingga wisatawan asing dan domestik bisa kembali ke Bali, meskipun harus melakukan protokol kesehatan yang ketat. “Ke depan rencananya kita akan tetap mengembangkan usaha ini, agar dapat bersaing menguasai pasar transportasi di Bali. Saat ini kita sudah merambah usaha dengan mendirikan kantor cabang di Lombok, Surabaya dan Banyuwangi, Jawa Timur. Astungkara tahun depan bisa mengembangkan sayap ke semua daerah, seperti Malang dan Bandung,” tutupnya. ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close