Teknologi dan Otomotif

Generasi Milenial di Pulau Dewata Makin Terpikat Gunakan “Motor Ajaib”


Denpasar, PancarPOS | Dewasa ini tren perkembangan industri otomotif menunjukkan tren ke arah hijau. Dari data Dinas Perhubungan Provinsi Bali mencatat hingga kuartal III tahun 2023 sudah ada 4.047 unit kendaraan listrik di Bali. Tingginya jumlah kendaraan listrik tersebut menyebabkan kebutuhan akan infrastruktur pendukung juga kian meningkat. Menanggapi hal tersebut, PT PLN (Persero) secara bertahap menambah jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) atau electric vehicle (EV) charging station di Pulau Dewata, untuk meningkatkan kenyamanan para pengguna kendaraan listrik. Apalagi saat ini, dinilai menjadi waktu yang sangat tepat untuk mulai beralih dari kendaraan BBM (berbahan bakar minyak) ke kendaraan listrik. Kendati menarik, namun harga yang mahal masih “mencekik”, sehingga diperlukan upaya besar untuk memikat masyarakat agar mau beralih. Akan tetapi, daya pikat guna mau beralih ke kendaraan listrik terus tumbuh, terutama bagi generasi milenial di Bali. Sebab, kendati harga pembelian kendaraan di awal relatif masih mahal, namun dipastikan akan lebih hemat dari sisi operasional. Bahkan berbagai insentif terus diperbanyak, sehingga pasar kendaraan listrik makin tumbuh sambil menunggu pengembangan industri dalam negeri yang diinisiasi mulai pada baterai.

1th#ik-001.5/1/2024

Di sisi lain, PT PLN (Persero) tidak ada henti-hentinya terus menggemakan kampanye transisi energi bersih dengan mengajak masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik. Karena itulah, gaung peralihan dari kendaraan dengan mesin pembakaran dalam atau berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik terus menguat. Di samping itu, jiwa anak muda yang penuh dengan tantangan untuk mencoba hal baru, juga patuh menjadi potensi yang terus dikembangkan dan bisa memikat penggunaan kendaraan listrik di masa depan. Disadari selama ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga sudah mengawali, bahkan sedang gencar untuk mewujudkan energi bersih sesuai visi Nangun Sat Kerti Loka Bali mulai dari hulu hingga hilir dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Upaya itu, sebenarnya sebagai implementasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, dan Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, serta Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Provinsi Bali.

Apalagi sudah terbukti performance kendaraan listrik menggunakan energi bersih, tidak ada polusi udara dan menjadi implementasi alat transportas masa depan, juga bisa dirasakan oleh para generasi muda yang telah mencoba mengendarai, baik sepeda motor listrik maupun mobil listrik yang dirasakan sebagai “motor ajaib”, kerena tidak bersuara keras setelah melakukan uji coba maupun review. Karena itulah, penggunaan kendaraan listrik di Bali mulai menjadi tren yang semakin pesat digunakan, bahkan penjualan kendaraan listrik juga meningkat banyak, akibat dari kaula muda makin tertarik terhadap “motor ajaib” itu. Selain ramah lingkungan, ternyata kendaraan listrik untuk sekedar lifestyle sudah bisa bersaing dengan kendaraan konvensianal. Tren penggunaan kendaraan listrik di Bali, juga menjadi percontohan nasional, bahkan di dunia internasional dalam penerapan kendaraan tanpa polusi, apalagi sumber listriknya gunakan yang energi baru terbarukan (EBT), bukan minyak bumi dan batubara. Wajar saja kaum milenial yang lahir antara awal 1980-an hingga pertengahan 1990-an, dan awal 2000-an, telah menjadi sorotan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk preferensi dalam hal kendaraan. Salah satu tren yang menonjol adalah kecenderungan mereka untuk memilih kendaaraan listrik sebagai kendaraan pertama.

1bl#ik-006.1/2/2024

Tidak hanya sebuah pilihan gaya hidup, keputusan ini didasarkan pada pertimbangan yang matang, termasuk faktor lingkungan, teknologi, dan kepraktisan. Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim, banyak generasi Z ini yang melihat dan memilih kendaraan listrik sebagai langkah kecil yang dapat mereka ambil untuk membantu melindungi lingkungan. Mereka adalah generasi yang tumbuh bersama dengan perkembangan teknologi, sehingga cenderung tertarik pada inovasi terbaru dalam industri otomotif. Apalagi kendaraan listrik menawarkan fitur-fitur mutakhir yang cerdas, juga menjadi daya tarik yang kuat bagi generasi milenial yang terbiasa dengan gaya hidup yang terhubung secara digital. Milenial sebagai generasi yang lebih suka gaya hidup yang berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan, sehingga cenderung mencari cara untuk menyelaraskan keputusan membeli kendaraan listrik tidak hanya merupakan tindakan yang memenuhi kebutuhan transportasi, tetapi juga pernyataan tentang identitas gaya hidup masa depan. Untuk itulah, kendaraan listrik telah menjadi pilihan yang semakin populer di kalangan milenial di Pulau Seribu Pura, dengan alasan yang bervariasi mulai dari kepedulian lingkungan, minat pada teknologi, hingga pertimbangan ekonomi.

Oleh karena itu, penggunaan kendaraan berbasis fosil di Bali akan bisa terus dikurangi dengan beralih pada kendaraan listrik. Sebagai generasi yang mendorong perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, generasi milenial memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan pasar kendaraan listrik. Dengan terus meningkatnya kesadaran akan masalah lingkungan dan inovasi dalam industri otomotif, dapat diharapkan bahwa tren ini akan terus berkembang di masa mendatang. Sebagai hasilnya, kendaraan listrik tidak hanya menjadi pilihan kendaraan pertama bagi banyak milenial, tetapi juga merupakan bagian dari perubahan menuju transportasi yang lebih berkelanjutan secara global. ama/ksm

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button