Politik dan Sosial Budaya

TPA Mandung Overload, Made Urip Lanjutkan Sosialisasi Penanganan Sampah di Tabanan


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali melanjutkan agenda bimbingan teknis atau Bimtek di Lumbung Berasnya Bali, Kabupaten Tabanan. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, membuka Bimtek sekaligus “Sosialisasi Penanganan Sampah dan Peningkatan Nilai Ekonomi” yang berlangsung di Pondok Indi, Penebel, Tabanan, pada Sabtu (3/8/2024). Kehadiran Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Koperasi dan UMKM tersebut, kali ini menggelar agenda Bimtek bersama Direktorat Pengurangan Sampah, Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dihadiri pengurus KWT, beserta Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), dan sejumlah Kades serta perbekel desa sebagai penggiat TPS3R di Tabanan.

1bl#ik-031.1/8/2024

Pada kesempatan itu, salah satu peserta Bimtek yang juga rekanan ADUPI, Jessica Andrea mengucapkan terima kasih kepada dukungan Made Urip selama ini terhadap para penggiat dan pelaku pengolahan sampah. Salah satunya melalui agenda Bimtek, karena sangat berguna untuk perencanaan penanganan sampah ke depan. “Hal ini menjadi perhatian kita ke depan, bagaimana menanggulangi persoalan sampah ini,” ujarnya. Di sisi lain, Sekdis Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan, I Gusti Nyoman Suarya, SIP., MH., menyampaikan ucapan selamat datang kepada Made Urip yang langsung menggelar Bimtek di home base kelompok wanita tani (KWT) Tabanan. Diungkapkan, mengenai kondisi sampah di Tabanan yang makin memprihatinkan dengan TPA Mandung sekitar 110 ton per hari sudah operload, sehingga menjadi masalah yang sangat kompleks.

Oleh karena itu, para Kades dan perbekel sebagai penggiat TPS3R berupaya keras untuk penanganan volume sampah, agar bisa terus dikurangi di masing-masing desa. Sayangnya masih banyak kendala penangan sampah, meskipun sejumlah investor datang langsung ke Tabanan dengan berbagai teknologi yang ada. Selain itu, masyarakat juga belum banyak yang sadar dan memahami terkait persoalan sampah. Untuk itulah, diharapkan ke depan bisa terus terbentuk TPS3R di seluruh Tabanan untuk mengurangi sampah, sehingga tidak lagi menjadi limbah, namun bisa menjadi berkah dengan kemajuan teknologi. “Masyarakat Tabanan harus mempunyai kesadaran, karena seluruh stake holder harus dilibatkan untuk kepentingan bersama, agar alam menjadi bersih dan sehat,” terangnya, seraya mengatakan agenda Bimtek yang digelar Made Urip ini sangat luar biasa di seluruh Bali, khususnya di Tabanan, termasuk berbagai program dan bantuan yang diperjuangkan serta difasilitasi selama ini dari Pemerintah pusat.

1th#ik-030.1/8/2024

Sementara itu, mewakili Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun, KLHK, Ronni Wahyu Wibowo, sebagai Pejabat Fungsional Ahli Madya mengakui berkat inisiasi Made Urip bisa kembali bertemu dan bertatap muka langsung untuk melaksanakan agenda Bimtek tentang penanganan sampah di Tabanan. Diharapkan kegiatan ini bisa terus berlanjut agar bisa terus terjalin konektivitas di masa mendatang, terutama di Bali yang menjadi provinsi yang sangat indah di Indonesia. Apalagi setelah dampak pandemi Covid-19 sudah sekitar 7 juta wisatawan per tahun yang datang ke Bali, sehingga persoalan sampah ini mempengaruhi sektor pariwisata di Pulau Dewata. “Dari data Pemerintah mempunyai program 70 persen pengelolaan sampah dan 30 persen penanganan sampah,” ungkapnya, sembari menjelaskan sangat berbahaya jika sampah tidak ditangani dengan baik, terutama di Bali yang mengandalkan sektor pariwisata. Oleh karena inilah, pihaknya meminta support, khususnya Made Urip untuk mensosialisasikan penanganan sampah melalui agenda Bimtek tersebut.

Sementara itu, Made Urip di sela-sela membuka Bimtek menegaskan kegiatan sosialisasi penanganan sampah ini, sebagai wujud kerja sama dengan KLHK untuk menamhah wawasan dan pengetahuan praktis tentang penanganan sampah. Sebagai Anggota DPR RI selama 5 periode duduk di Komisi IV DPR RI selalu hadir untuk membantu kaum wong cilik terutama yang berurusan tentang perut rakyat termasuk penanganan sampah yang menjadi tugas bersama dan seluruh stake holder. Apalagi jika persoalan sampah tidak mampu dikelola dengan baik akan menjadi dampak buruk bagi wajah kota, sehingga menjadi tantangan berat ke depan. Dibandingkan dengan negara maju penanganan sampah ini sudah terjaga dengan baik, seperti di Jepang sudah ditanam kultur dan budaya bersih yang bisa ditangani dengan baik. Oleh karena itu, persoalan sampah harus dikelola dengan baik di Bali sebagai pulau yang kecil, agar bisa menghadapi tantangan persoalan sampah yang masih sangat luar biasa.

1bl#bn-026.12/5/2024

Di samping itu, disadari lahan pertanian terus tergerus dan beralihfungsi di luar kepentingan pertanian ke sektor pariwisata. Sedangkan sekitar 7 juta wisatawan per tahun akan membawa sampah ke Bali. “Bagaimana caranya nanti penanganan sampah ini, dan kita tidak bisa hanya mengandalkan sektor pariwisata. Kan sudah terbukti saat terjadinya Covid-19 hanya sektor pertanian yang bisa bertahan,” sentil Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ke-7 nasional tersebut. Dikatakan inilah yang menjadi tantangan buat Bali ke depan, meskipun terus kedatangan wisatawan. “Kita akan sangat sulit mempertahankan Bali seperti sebelumnya. Terutama persoalan lahan produktif di masa mendatang,” tegas M-U, seraya meminta agar Bimtek ini bisa diikuti dengan baik untuk menangani persoalan sampah dengan baik di lapangan. “Jangan kliang-klieng hilang, tapi gunakan waktu Bimtek ini dengan baik dan tertib,” pungkas M-U. ama/ksm



MinungNews.ID

Saluran Google News PancarPOS.com

Baca Juga :



Back to top button