Politik dan Sosial Budaya

Buka Bimtek Tananam Pangan Terstandar di Tabanan, Made Urip: Tanah Kelas 1 Agar Terus Diproteksi ke Depan


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali melanjutkan membuka agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanaman Pangan Terstandar di Aula Kantor Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, pada Kamis, 14 September 2023. Usai sowan di Kecamatan Penebel, Tabanan, Selasa (12/9/2023), dan di Bale Subak Sengempel, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, pada Rabu (13/9/2023), Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut, menggelar kegiatan Bimtek putaran ketiga yang bekerja sama dengan Balai Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Provinsi Bali. Diidampingi bakal calon Anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 3 dari PDI Perjuangan Dapil Tabanan, Ni Made Usmantari alias M-U, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, tetap konsisten mengadakan agenda Bimtek yang kali ini fokus untuk pengembangan kedelai, sekaligus menyerahkan bantuan untuk tiga subak, yakni Subak Gubug 1, Gubug 2, dan Batusangihan.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., saat membuka Bimtek Tanaman Pangan Terstandar di Aula Desa Gubug, Tabanan, pada Kamis (14/9/2023). (foto: ama)

Penyerahan bantuan bersama Kepala BSIP Provinsi Bali, Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP., ini, juga disaksikan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar diwakili Subkoordinator Tumbuhan, Putu Shinta Devi, SP., MP., Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, S.Pi. MM., Camat Tabanan, Suyana Putra, Kepala Desa Gubug, Ir. I Nengah Mawan, beserta jajaran Koordinator BPP Kecamatan Tabanan, Penyuluh dan POPT WilBin Desa Gubug, Babinsa dan Babinkamtibnas Desa Gubug, beserta para pekaseh dan krama subak. Politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan ini, selalu menjadi idola dan panutan petani, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Desa Gubug, I Nengah Mawan. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah datang jauh-jauh memberikan kegiatan Bimtek di Desa Gubug untuk peningkatan produksi tanaman pangan terstandar, terutama produksi kedelai. “Kami sangat bersyukur ada Pak Made Urip yang selalu turun langsung membawa bantuan. Bahkan kali ini memberikan Bimtek untuk para petani dan krama subak kami,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala BSIP Provinsi Bali, I Made Rai Yasa menegaskan bersama Made Urip akan terus menggenjot agenda Bimtek. Apalagi pasca pandemi Covid-19 jangan sampai lupa dengan sektor pertanian yang sudah terbukti bisa bertahan untuk selamanya. Oleh karena itu, perlu dikembangkan dengan teknologi pertanian dengan terstandar untuk melindungi petani dan konsumen ke depan. Di samping itu, diharapkan semua tanaman pangan, juga harus terstandar agar hasilnya bisa lebih maksimal. Apalagi kebutuhan pangan di Bali untuk memenuhi sekitar 4,2 juta penduduk ditambah kunjungan pariwisata sekitar 10 juta wisatawan domestik dan 6 juta wisatawan asing, sehingga produktifitasnya harus terus meningkat, terutama di Tabanan. Namun disadari lahan sawah dan produktif termasuk di Tabanan sebagai Lumbung Pangannya Bali, juga terus menurun akibat tingginya alih fungsi lahan di luar sektor pertanian. Kendala lainnya, produktifitas pangan, terutama padi masih stagnan dan belum optimal, akibat kesuburan atau hara tanah yang kualitasnya turun menurun. Oleh karena itu, harus terus difokuskan untuk melakukan pola pertanian organik di masa mendatang, agar pertumbuhan hasil padi bisa maksimal dan terus meningkat.

1th#ik-072.21/8/2023

“Salah satunya melalui Bimtek ini, juga untuk mengembangkan padi khusus, seperti Padi Merah dan Padi Hitam yang harga dan hasilnya jauh lebih besar. Kami harap pak Made Urip bisa terus mendampingi kita,” katanya. Sambutan Kadis Pertanian Tabanan, I Made Subagia kembali mengaku sangat berbahagia, karena bisa ikut hadir mendampingi Made Urip untuk melanjutkan kegiatan Bimtek yang dilaksanakan oleh BSIP Bali untuk meningkatkan produktifitas pertanian di Tabanan. Kegiatan ini juga sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Tabanan Era Baru, salah satunya untuk mempertahankan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) sampai tidak ada lagi kehidupan. Dikatakan bidang lahan pertanian ini telah ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan yang berkontribusi bagi kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional. Ke depan harus juga dikembangkan pertanian yang menerapkan teknologi untuk menarik generasi muda menjadi petani. “Termasuk kegiatan Bimtek kolaborasi Pak Made Urip dengan BSIP Bali ini, juga sangat penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan petani ke depan,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Made Urip menyampaikan agenda Bimtek ini, juga berkat kerja sama Kementerian Pertanian melalui BSIP Bali untuk meningkatkan kapasitas petani dan krama subak termasuk para penyuluh pertanian di Tabanan. Dikatakan Komisi IV DPR RI sudah merancang peningkatan produktifitas pertanian, termasuk Pajale (padi, jagung dan keledai), baik dari sisi kebijakan dan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pangan, agar terus terrsedia, mudah dan terjangkau guna menjaga stabilitas bangsa dan negara. Namun sangat disayangkan masih terjadi alih fungsi lahan pertanian yang sangat tinggi, sehingga perlu diperhatikan dan diatur dengan baik melalui tata ruang. Diharapkan agar juga dibuat Perarem atau aturan adat di setiap desa, sehingga bisa mempertahankan lahan atau tanah kelas 1 agar terus diproteksi ke depan. Jika tidak Tabanan tidak akan lagi menyandang predikat sebagai Lumbung Pangannya Bali, karena harus mendatangkan beras dari daerah lain. “Apalagi kedelai dipastikan impor karena kebutuhannya sangat tinggi, akibat hasil produksinya tidak jalan. Oleh karena itu, kita harus bisa memproteksi lahan produktif kita,” sentil M-U.

1th#ik-075.1/9/2023

Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu, juga berharap ke depan harus terus didorong penggunaan pupuk organik, agar tidak terus bergantung dengan pupuk kimia. Apalagi sudah dicanangkan Bali sebagai Pulau Organik oleh Gubernur Bali, Wayan Koster sebelumnya, sehingga harus terus didorong produksi pupuk organik ke depan. Oleh karena itu, M-U akan terus menggenjot akses bantuan dan program dari Pemerintah Pusat, baik berupa UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) dan bibit sapi betina produktif untuk meningkatkan produksi pupuk organik. “Untuk itu, melalui kegiatan Bimtek ini, agar diikuti dengan baik dari awal hingga berakhir, sehingga bisa menambah pengetahuan di lapangan untuk meningkatkan produktifitas pertanian,” pungkasnya. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button