Daerah

Gubernur Koster: Atma Wedana Massal Solusi Ringankan Beban Krama dan Perkuat Desa Adat


Badung, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya Atma Wedana, Ngaben, dan Nyekah Massal merupakan model gotong royong yang patut terus dikembangkan karena mampu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat eksistensi desa adat sebagai benteng pelestarian agama, adat, tradisi, dan budaya Bali.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Pranawa) Atma Wedana, Ngaben, dan Nyekah Massal yang digelar Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (2/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga mengikuti prosesi ngayeg tirta bersama para pemangku sebagai bagian dari rangkaian upacara penyucian dan penyempurnaan atma para leluhur.

Di hadapan krama adat dan peserta upacara, Koster mengapresiasi pelaksanaan Atma Wedana yang dilakukan secara massal terhadap 18 sawa. Menurutnya, pola seperti ini menjadi solusi terbaik agar pelaksanaan yadnya tidak menjadi beban pribadi setiap keluarga.

“Atma Wedana ini solusi yang sangat baik. Bersamaan dilakukan untuk 18 sawa. Bagus sekali dan harus terus dikembangkan sebagai bentuk gotong royong agar pelaksanaan upacara tidak menjadi beban personal bagi masyarakat,” ujar Gubernur Koster.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Bali akan terus memperkuat desa adat karena memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat Bali, baik secara sekala maupun niskala.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemprov Bali telah melaksanakan berbagai kebijakan, termasuk pemberian hibah aset pemerintah kepada desa adat agar dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Saat Bendesa dan panitia beraudiensi kepada saya, saya langsung setuju membantu. Seperti saat pembangunan TPS3R maupun hibah tanah milik Pemprov. Kalau ada lahan pemerintah yang tidak produktif dan lebih bermanfaat dikelola desa adat, saya berikan kepada desa adat agar lebih produktif. Kita ngayah bersama desa adat,” katanya.

Menurut Koster, aset yang dihibahkan harus dikelola secara profesional dengan berpedoman pada aturan adat melalui pararem sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Ia juga mencontohkan keberhasilan pembenahan tata kelola aset pemerintah di kawasan pariwisata ITDC yang mampu meningkatkan nilai kerja sama pengelolaan lahan dari sekitar Rp7 miliar menjadi Rp57 miliar per tahun.

“Pengelolaan seperti ini akan terus ditingkatkan agar memberikan manfaat maksimal bagi pemerintah maupun masyarakat. Desa adat juga silakan mengajukan hibah atas nama desa adat dengan aturan yang jelas sehingga aset bisa menghasilkan dan dirawat dengan baik,” ujarnya.

Gubernur Koster menilai Desa Adat Bualu memiliki posisi strategis karena berada di kawasan pariwisata Nusa Dua. Oleh sebab itu, desa adat harus terus diperkuat agar mampu menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi dengan pelestarian adat, budaya, dan spiritual masyarakat Bali.

“Desa adat harus kuat. Apalagi Desa Bualu berada di kawasan komersial dan pariwisata. Gotong royong antara desa adat, pemerintah kabupaten, dan Pemerintah Provinsi harus terus dijaga. Saya yakin dengan menjaga desa adat, leluhur akan memberikan jalan yang baik bagi Bali ke depan,” tegasnya.

Upacara Atma Wedana tahun 2026 di Desa Adat Bualu dipuput Ida Pedanda Putra Telaga. Rangkaian karya diawali dengan prosesi pengabenan pada 16 Juli 2026, sedangkan upacara nyekah dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026.

Ketua Panitia Karya Ketut Nesa menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Bali, pemerintah, dan seluruh pihak sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar.

Tahun ini, karya diikuti 18 sawa dalam prosesi Atma Wedana dan 114 sawa dalam upacara Nyekah, dengan total biaya pelaksanaan sekitar Rp1,7 miliar yang bersumber dari urunan krama Desa Adat Bualu serta dukungan donatur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp25 juta sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelaksanaan upacara yadnya di Desa Adat Bualu. mas/ama/*


Back to top button