Gali Gaya Tabuh, Komunitas Seni Saptana Jagaraga Singapadu Gelar Lomba Baleganjur Bebarongan dan Cipta Gending Selonding

Gianyar, PancarPOS | Dalam rangka memeriahkan HUT ke-10 Komunitas Seni Saptana Jagaraga Singapadu menggelar Lomba Baleganjur Bebarongan dan Cipta Gending Selonding virtual se-Bali untuk kategori umum. Tujuannya untuk menggali serta merevitalisasi gaya tabuh Baleganjur Bebarongan dan Tabuh Selonding yang berada di masing-masing Kabupaten/ Kota sekaligus untuk merangsang dan meningkatkan apresiasi masyarakat Bali khususnya generasi muda terhadap seni.

Antosiasnya para peserta dari seluruh Bali ikut dalam ajang yang bergensi ini, di karenakan penyelenggara komunitas saptana jagaraga yang sudah memiliki gaungan nama sebagai Komunitas penyandang sertifikat PARAMA PATRAM BUDAYA, sebagai pengelolaan Lembaga seni, predikat unggul dari Gubernur Bali, terbukti lomba Cipta Gending Selonding 20 Peserta, Lomba Baleganjur Bebarongan 43 Peserta.

Adapun kriteria Lomba Baleganjur Bebarongan menampilkan satu sekaa baleganjur bebarongan yang terdiri dari 17 orang, instrumentasi terdiri dari kendang, ceng – ceng, reong (pelog), klentong, klenang, gong. Menyajikan gending karya baru atau yang sudah pernah dilombakan dengan durasi waktu 8-10 menit, dengan struktur bentuk gending mengikuti pola kawitan, pengawak, dan pengecet. Kostum penabuh memakai pakaian adat Bali yang sopan dan sesuai etika berbusana Bali. Karya direkam dengan Hp dari satu arah pandang dengan kualitas suara dan gambar yang baik dan layak dinikmati sebagai sebuah sajian, dan hasil produksi sudah terkumpul dipanitia paling lambat tanggal 13 Desember 2021 sampai dengan 24 Desember 2021 disertai dengan melampirkan deskripsi karya (sinopsis).

Untuk keteria Lomba cipta gending selonding peserta terdiri dari sekaa, sanggar, komunitas, paguyuban atau kelompok seni lainnya terbuka seluruh Bali dan Daerah lainnya. Setiap kelompok menampilkan 1 (satu) buah gending karya baru dengan identitas karakter selonding yang khas seperti gaya Tenganan ataupun Bebandem, yang terdiri dari 5 – 7 orang pemain (sesuai kebutuhan), boleh kelompok laki, perempuan, ataupun campuran laki-perempuan, dengan durasi 6 – 8 menit. Sanggar, Komunitas, Paguyuban, ataupun Sekaa boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) kelompok penyaji (tidak boleh ada pemain yang sama pada setiap kelompok), dengan gending baru yang berbeda pula. Instrumentasi gamelan mengacu pada gamelan selonding khas Tenganan yang terdiri dari: nyongnyong ageng, nyongnyong alit, peenem, petuduh, gong ageng, gong alit, kempur ageng, kempur alit. (tanpa instrumen kecek). Karya juga di rekam dengan HP seperti lomba bleganjur bebarongan.

Pemenang terdiri dari Juara 1,2,3 dan pemenang favorit (jumlah penonton dan like instagram) pemenang akan mendapatkan tropi, piagam dan uang penghargaan dengan total hadiah puluhan juta Rupiah. “Prinsip berkesenian masyarakat Bali adalah nyolahan sastra (berkreativitas berdasar sastra) dengan konsep satyam, siwam, sundaram (mencintai kesucian dan bakti terhadap kebenaran itu diwujudkan dengan keindahan), karena itu aktivitas seni harus disesuaikan dengan potensi/keahlian, kewajiban, dan pemanfaatan (guna gina ginung), agar kita tidak dianggap sebagai generasi insan seni yang lupa serta tidak peduli dengan identitas dan kearifan muatan lokal Bali yang suci ini (lawat-liwat). Ujar I Wayan Darya Selaku Pembina Komunitas Saptana Jagaraga.

“Menjaga keharmonisan hubungan dengan pecinta dan penampil seni Bali, dan juga menjaga keutuhan makna filosofi gamelan, memberikan ruang pada para seniman muda untuk berkreativitas mengembangkan seni tradisi tanpa kehilangan spirit dan keutuhan identitas seni, khususnya seni baleganjur bebarongan dan gending-gending selonding, yang perlu di garis bawahi yaitu menghindari beberapa gending sakral dari khas Tenganan dan Bebandem yang banyak dimainkan menyalahi konsep ruang dan waktu, serta tidak ditampilkan sesuai fungsi dan maknanya. Maka lewat ajang lomba ini ingin saya mengembalikan identitas seni baleganjur bebarongan yang pada umumnya difungsikan untuk prosesi ritual mengiringi prelingga Ida Betara. Imbuh Wayan Darya, yang ditemui di Geok Singapadu pada saat mengecek peserta lomba yang sudah mengumpulkan karya.

Kadek Rudi Astawa, selaku Ketua Panitia Lomba menyampaikan, lomba yang akan di adakan waktu penjurian di bagi menjadi 3 hari. lomba Cipta Gending Selonding pada Minggu, 26 Desember 2021 mulai jam 9 pagi – sampai selesai. Jumlah peserta 20 Peserta Juara di umumkan & penyerahan hadiah langsung pada hari tersebut. Lomba Baleganjur Bebarongan Pada Senin & Selasa, 27-28 Desember 2021 jam 9 pagi – sampai selesai Jumlah peserta : 43 Peserta (No undi 1-22 pada hari Senin, No undi 23-43 pada hari Selasa) Juara di umumkan & penyerahan hadiah langsung pada hari tersebut dan Seluruh Rangkaian Lomba (Penjurian & Pengumuman Juara) Akan Disiarkan Secara Live Di Instagram Official : @saptana.jagaraga. ujar Kadek Rudi yang akrap di Sapa Sengeng. mas/ama









