Politik dan Sosial Budaya

Jadikan Pupuan Sentra Kambing, Made Urip Gelontorkan Bantuan Bibit Kambing Boerka


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali turun langsung menyerahkan bantuan aspirasi di sektor pertanian. Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup yang biasa dikenal Wakil Rakyat Sejuta Traktor ini, menggelontorkan bantuan bibit Kambing Boerka untuk Kelompok Guna Karya di Desa Munduk Temu, Pupuan, Tabanan, Kamis (30/9/2021). Bantuan yang diperjuangkan oleh Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang akrab disapa M-U itu, diserahkan secara simbolis bersama Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Bali, Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP., didampingi Kadis Pertanian Tabanan Ir. I Nyoman Budana, MM., berupa 20 ekor bibit Kambing Boerka. Pada kesempatan itu, juga dilakukan penanaman bersama, sekaligus penyerahan secara simbolis bantuan benih Hijauan Pakan Ternak (HPT) berupa Indigofera dan 3 ribu bibit manggis serta 2 ribu bibit salak kepada para kelompok petani di Desa Munduk Temu. Selain itu, juga diserahkan bantuan sarana produksi pertanian di Desa Munduk Temu disaksikan Camat Pupuan beserta unsur Muspika, PPL se-Kecamatan Pupuan, Kepala Desa Munduk Temu, beserta jajaran dari BPTP Bali dan Anggota Kelompok Guna Karya dan KWT Mekar Sari, serta Komunitas Petani Muda Keren, yang ditutup dengan kegiatan Bimtek berupa diseminasi teknologi budidaya Kambing Boerka dengan 100 peserta dari para petani di Desa Munduk Temu.

1bl#ik-21/8/2021.

Ketua Kelompok Guna Karya, I Nyoman Sudarya menyampaikan kelompok tani ternak sangat senang serta bersemangat bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan Made Urip. Mereka mengucapkan terimakasih telah diberikan bantuan bibit kambing yang telah lama diharapkan. “Harapan kami ke depan Pak Made Urip terus memperhatikan kami, agar bisa membedayakan dan mensejahterakan kelompok kami. Terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Made Urip,” ucapnya. Sementara itu, Kadis Pertanian Tabanan Nyoman Budana menegaskan berkat Made Urip bisa dialokasi bantuan di Desa Munduk Temu, seperti bibit kambing, maupun benih manggis dan salak serta jalan usaha tani. Pihaknya juga merasa sangat bangga, karena banyak bantuan yang diberikan Made Urip kepada kelompok tani, meskipun di suasana masa pandemi Covid-19. “Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih telah diberikan bantuan oleh Pak Made Urip,” katanya seraya mengakui program bantuan dari pusat ini sangat diharapkan untuk mewujudkan visi Kabupaten Tabanan di bidang pangan seperti bibit Kambing Boerka ini, karena dagingnya sangat diharapkan. Apalagi ketersediaan daging kambing selama ini sangat terbatas, sehingga Made Urip memberikan bibit kambing yang bermutu. “Karena itu dengan hormat, agar semua bantuan ini bisa diterima dan dipelihara serta dipertanggungjawabkan dengan baik,” imbuhnya.

1bl#il-10/9/2021

Di sisi lain, Kepala BPTP Bali Made Rai Yasa juga mengakui seluruh bantuan ini berkat perjuangan Made Urip dari anggaran pemulihan ekonomi nasional tahun 2021 di tingkat pusat, di antaranya ada program perkambingan dari pakan, bibit, kandang hingga cara pemeliharaan untuk menjadikan Pupuan sebagai sentra kambingnya Bali. Selain itu juga diserahkan bantuan benih tanaman produktif berkualitas, di antaranya 3 ribu bibit Manggis Kali Gesing untuk Kelompok Tani Tunas Muda, Karyanadi dan Bhuana Shri. Sedangkan 2 ribu bibit Salak Madu atau Gula Pasir diserahkan kepada Kelompok Tani Astubumi Sedana dan Wana Lestari. “Kambing Boerka berasal dari perkawinan silang Kambing Boer dengan Kambing Kacang sehingga disebut Boerka yang menjadi kambing unggul yang beranak banyak dan berkembang cepat,” jelasnya, sembari menyebutkan potensi pasar kambing di Bali mencapai 124.194 ekor per tahun. Namun dari sisi populasi justru menurun dari tahun 2006 sebanyak 75.138 ekor menjadi 45.102 ekor di tahun 2019. “Padahal pengakuan petani tetap sulit menjual kambing. Ini indikasi kalah bersaing dengan kualitas kambing dari luar Bali. Karena itu, kami ingin mengembalikan populasi kambing di Bali, sehingga perlu dukungan dan program maupun kebijakan dari Pejuang Petani Bali Bapak Made Urip,” bebernya.

1bl#ik-21/7/2021

Mendengar aspirasi tersebut, Made Urip menyampaikan bersama BPTP Bali akan terus bekerjasama menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan dengan memperkuat sektor pertanian di Bali. Seperti halnya di Pupuan sebagai kawasan sub sektor perkebunan, akan diberikan bantuan benih berupa kopi, coklat dan produk hortikultura di antaranya durian, salak dan manggis. Selain itu diberikan bimbingan teknis budidaya Kambing Boerka di masa pandwmi Covid-19, karena telah memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat di Bali. “Hampir semuanya terganggu, terutama di sektor pariwisata yang sudah mati suri, sehingga pertumbuhan ekonomi Bali sempat minus 9 persen, meskipun juga berdampak di sektor pertanian namun tidak terasa signifikan,” jelas Anggota DPR RI terpilih dengan 255.130 suara terbesar di Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu, mengaku juga berkat dukungan petani di Desa Munduk Temu selama lima periode bisa duduk di Komisi IV DPR RI, sehingga akan terus berusaha membantu di sektor pertanian. “Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat, dan diharapkan bantuan ini harus dipelihara dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Jangan dikasi bantuan hanya hangat-hangat tahi ayam, habis itu saru geremeng. Tidak boleh terjadi itu, bahkan bila perlu kelompok ternak ini bisa menjadi percotohan bagi peternak yang lain, sehingga akan menjadi suatu kebanggaan. Saya akan terus membantu mencari akses seperti penguatan modal ke depannya,” tegas M-U.

1bl#ik-5/3/2021

Terkait kebutuhan komoditas manggis di Bali, juga masih sangat kurang untuk kualitas ekspor. Padahal manggis di Tabanan sangat terkenal, sehingga harus diberikan kualifikasi standar ekspor. Karena itu M-U mengajak kembali memperkuat sektor pertanian, agar bisa memberikan kontribusi bagi ekonomi negara. Apalagi anggaran di sektor pertanian mengalami penurunan akibat direfocusing untuk penanganan Covid-19, termasuk pendapatan di daerah makin berkurang, sehingga sangat susah untuk penguatan modal kelompok di sektor pertanian. Karena itu perlu dibuka akses dari APBN untuk membantu para petani, karena dari ABPD sangat berat. “Untuk menggaji pegawai kontrak saja sudah mengap-mengap, apalagi untuk anggaran sektor pertanian ini. Tentu kita harus perjuangan sektor pertanian sebagai leading sektor di Tabanan dengan subak abian dan subak basah yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” pungkasnya. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close