Trihita Trans Dibuka Untuk Krama Bali, Ini Cara Daftar Jadi Mitra Driver Angkutan Berbasis Desa Adat

Denpasar, PancarPOS | Inovasi transportasi digital berbasis kearifan lokal mulai diperkenalkan di Bali melalui sistem angkutan online bernama Trihita Trans. Platform transportasi ini membuka peluang luas bagi krama Bali untuk bergabung sebagai mitra driver dalam ekosistem transportasi digital yang tidak hanya berorientasi pada layanan publik, tetapi juga pada penguatan ekonomi desa adat dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Trihita Trans hadir sebagai sebuah gagasan baru yang mencoba memadukan teknologi transportasi digital dengan struktur sosial dan ekonomi desa adat di Bali. Sistem ini dikembangkan oleh PT Sentrik Persada Nusantara dengan tujuan menghadirkan model transportasi online yang berpihak kepada masyarakat Bali, khususnya para driver lokal.
Berbeda dengan layanan transportasi online konvensional yang selama ini beroperasi secara nasional bahkan global, Trihita Trans dibangun dengan pendekatan lokal yang menempatkan desa adat sebagai pusat pengelolaan ekosistem transportasi digital. Dalam sistem ini, desa adat tidak hanya menjadi wilayah operasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan mitra driver serta distribusi manfaat ekonomi yang dihasilkan.
General Manager PT Sentrik Persada Nusantara, Kadek Pande Yulia Sanjaya, menjelaskan bahwa Trihita Trans dirancang sebagai platform transportasi yang memberi ruang lebih besar bagi krama Bali untuk terlibat langsung dalam ekonomi digital.
Menurutnya, selama ini perkembangan teknologi digital di sektor transportasi memang membuka banyak peluang kerja, namun dalam praktiknya banyak manfaat ekonomi yang justru mengalir keluar daerah. Oleh karena itu, Trihita Trans hadir dengan konsep berbeda, yakni membangun ekosistem transportasi digital yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Bali dan desa adat.
Pande menjelaskan bahwa konsep Trihita Trans tidak sekadar menghadirkan aplikasi transportasi online. Platform ini dirancang sebagai sebuah sistem ekonomi berbasis komunitas yang mengintegrasikan teknologi digital dengan kekuatan kelembagaan desa adat di Bali.
Melalui pendekatan tersebut, desa adat akan menjadi pintu utama dalam proses perekrutan dan pembinaan mitra driver. Desa adat yang telah memiliki badan usaha milik desa adat atau BUPDA, serta koperasi di desa adat, dapat menjadi lembaga yang mengelola program kemitraan driver di wilayah masing-masing.
Model ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem transportasi yang lebih berkeadilan, karena manfaat ekonomi dari aktivitas transportasi online tidak hanya dinikmati oleh perusahaan penyedia aplikasi, tetapi juga oleh masyarakat lokal dan lembaga desa adat. “Konsep yang kami bangun adalah bagaimana teknologi digital dapat menjadi alat untuk memperkuat ekonomi lokal, bukan justru menggerusnya. Karena itu kami melibatkan desa adat secara langsung dalam sistem Trihita Trans,” ujar Pande kepada awak media, saat dihubungi pada Jumat (6/3/2026).
Ia menegaskan bahwa Trihita Trans juga mengadopsi filosofi Tri Hita Karana sebagai dasar operasional platform. Filosofi ini mengajarkan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam.
Nilai tersebut kemudian diterjemahkan dalam sistem transportasi yang menempatkan kesejahteraan driver sebagai prioritas utama, membangun hubungan harmonis antara driver dan penumpang, serta mendorong operasional transportasi yang tertib dan berkelanjutan.
Trihita Trans juga menghadirkan aplikasi digital bernama Duwen Iraga yang menjadi platform utama dalam sistem operasional layanan transportasi ini. Aplikasi tersebut berfungsi sebagai penghubung antara penumpang dengan driver serta sebagai sistem pengelolaan operasional bagi para mitra driver.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memesan layanan transportasi secara mudah dan cepat melalui telepon genggam. Sementara bagi mitra driver, aplikasi ini berfungsi sebagai sistem utama untuk menerima pesanan, menentukan rute perjalanan, serta mencatat seluruh transaksi layanan transportasi.
Dengan sistem berbasis aplikasi ini, Trihita Trans diharapkan mampu memberikan layanan transportasi yang modern, efisien, dan transparan bagi masyarakat Bali maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. Selain itu, keberadaan platform ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Bali yang ingin bekerja sebagai driver transportasi online.
Kesempatan ini terbuka luas bagi krama Bali yang memenuhi syarat untuk bergabung sebagai mitra driver dalam sistem Trihita Trans. Pande menjelaskan bahwa proses pendaftaran mitra driver Trihita Trans dirancang agar mudah diakses oleh masyarakat Bali. Calon mitra driver dapat mendaftar melalui desa adat masing-masing, khususnya bagi desa adat yang telah memiliki BUPDA atau koperasi di desa adat. Selanjutnya, desa adat akan menjadi lembaga yang membantu proses pendaftaran, verifikasi, serta pembinaan bagi para driver yang ingin bergabung dalam sistem ini.
Proses pendaftaran dimulai dengan mendatangi kantor desa adat atau pengurus BUPDA maupun koperasi di desa adat masing-masing yang telah bekerja sama dengan sistem Trihita Trans. Di tempat tersebut, calon mitra driver akan mendapatkan penjelasan lengkap mengenai sistem kerja platform, mekanisme pembagian pendapatan, serta tata cara operasional aplikasi transportasi digital ini.
Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, calon driver dapat mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh pengurus desa adat atau pengelola koperasi. Selain mengisi formulir pendaftaran, calon driver juga diwajibkan untuk menyerahkan sejumlah dokumen administrasi sebagai syarat untuk bergabung dalam sistem Trihita Trans. Beberapa syarat utama untuk menjadi mitra driver Trihita Trans antara lain adalah merupakan krama asli Bali yang mencintai adat dan budaya Bali. Selain itu, calon driver juga diwajibkan memiliki KTP Bali sebagai bukti identitas serta domisili di wilayah Bali.
Persyaratan berikutnya adalah memiliki Surat Izin Mengemudi yang masih berlaku, baik SIM A bagi calon driver mobil maupun SIM C bagi calon driver sepeda motor. Persyaratan ini menjadi penting untuk memastikan bahwa seluruh driver yang bergabung memiliki kemampuan berkendara yang sesuai dengan ketentuan hukum serta standar keselamatan lalu lintas. Trihita Trans juga menetapkan batas usia bagi calon mitra driver, yaitu antara 20 hingga 60 tahun. Rentang usia ini dianggap sebagai usia produktif yang masih mampu menjalankan aktivitas transportasi dengan baik.
Setelah seluruh dokumen pendaftaran diserahkan, pengurus desa adat atau pengelola koperasi akan melakukan proses verifikasi terhadap data calon driver. Proses verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon driver benar-benar memenuhi syarat serta merupakan bagian dari komunitas desa adat. Jika seluruh dokumen dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan, calon driver akan mendapatkan akses untuk mengunduh aplikasi Duwen Iraga yang menjadi platform operasional Trihita Trans.
Setelah mengunduh aplikasi tersebut, calon driver akan melakukan proses aktivasi akun driver melalui sistem yang telah disediakan. Sebelum mulai beroperasi, mitra driver juga akan mengikuti pelatihan singkat mengenai penggunaan aplikasi, standar pelayanan kepada penumpang, serta etika berkendara yang sesuai dengan karakter masyarakat Bali yang ramah dan berbudaya. Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa seluruh driver yang bergabung mampu memberikan pelayanan transportasi yang profesional sekaligus mencerminkan nilai-nilai budaya Bali.
Dalam pelatihan tersebut, driver juga akan diberikan pemahaman mengenai filosofi Tri Hita Karana yang menjadi dasar dari sistem transportasi Trihita Trans. Dengan demikian, driver tidak hanya berperan sebagai pengemudi, tetapi juga sebagai representasi keramahan dan budaya Bali di ruang publik. Setelah seluruh proses pendaftaran dan pelatihan selesai, mitra driver resmi dapat mulai beroperasi menggunakan aplikasi Duwen Iraga.
Sistem aplikasi akan secara otomatis menghubungkan penumpang dengan driver yang berada di lokasi terdekat sehingga proses pemesanan transportasi dapat berlangsung dengan cepat dan efisien. Selain memberikan peluang kerja bagi masyarakat Bali, Trihita Trans juga memiliki misi besar dalam memperkuat ekonomi desa adat. Dalam sistem ini, sebagian dari aktivitas ekonomi yang terjadi melalui platform Trihita Trans akan memberikan kontribusi langsung kepada desa adat melalui BUPDA atau koperasi desa adat.
Dana yang diperoleh tersebut dapat dimanfaatkan oleh desa adat untuk berbagai kegiatan sosial, adat, maupun pengembangan ekonomi masyarakat. Dengan model ini, desa adat tidak hanya berperan sebagai lembaga budaya, tetapi juga sebagai pusat penggerak ekonomi lokal. Pande menegaskan bahwa konsep ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem transportasi digital yang lebih berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat lokal.
Menurutnya, Bali membutuhkan model ekonomi digital yang tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga memperkuat struktur sosial masyarakat. Ia menambahkan bahwa Trihita Trans juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Bali, terutama generasi muda yang ingin terlibat dalam sektor ekonomi digital. Dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya kebutuhan transportasi, sektor transportasi online memiliki potensi besar untuk menciptakan peluang ekonomi yang luas.
Namun peluang tersebut harus dikelola dengan bijak agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal. Trihita Trans mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan sistem transportasi digital yang berbasis pada kekuatan komunitas desa adat. Ke depan, PT Sentrik Persada Nusantara juga berencana memperluas jaringan Trihita Trans ke berbagai wilayah di Bali. Desa adat yang belum memiliki BUPDA atau koperasi juga didorong untuk membentuk lembaga ekonomi desa agar dapat ikut bergabung dalam ekosistem transportasi digital ini.
Dengan semakin banyaknya desa adat yang terlibat, jaringan transportasi digital berbasis desa adat di Bali diharapkan dapat berkembang secara luas. Jika sistem ini berjalan secara optimal, Trihita Trans berpotensi menjadi model transportasi digital berbasis kearifan lokal yang pertama di Indonesia. Melalui kolaborasi antara teknologi modern dan kekuatan komunitas tradisional, Bali diharapkan mampu menghadirkan sistem transportasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan driver lokal Bali dalam menghadapi era ekonomi digital yang semakin kompetitif. Melalui semangat “Driver Bali Bangkit Bersama Trihita”, platform ini mengajak krama Bali untuk bersama-sama membangun sistem transportasi digital yang berdaulat, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat lokal. ama/ksm/kel









