Made Urip Perkuat Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan KWT se-Tabanan
Hadiri HUT ke-3 Gapokwatan Lumbung Rasa, Ingatkan Jaga Ketahanan Pangan

Tabanan, PancarPOS | Usai menggelar dan menghadiri beragam agenda kegiatan kerakyatan, Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si., secara konsisten mengaungkan kembali Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang kali ini dipusatkan di Pondok Indi, Penebel, Tabanan, pada Minggu (5/5/2024). Pada kesempatan itu, hadir calon Anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan di Dapil Tabanan terpilih, Ni Made Usmantari alias “M-U”, yang juga istri Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini, beserta Kadis Pertanian Tabanan, Kadis Ketahanan Pangan Tabanan, Camat Penebel dan Kades Pitra, serta ratusan anggota KWT (kelompok wanita tani) se-Kabupaten Tabanan. Seperti biasanya, sosialisasi menghadirkan tiga narasumber dari kader lumutan PDI Perjuangan, yakni I Gede Suamba, I Wayan Gunadi dan I Nyoman Kartika.

Kehadiran Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan didampingi Made Usmantari itu, sekaligus merayakan HUT ke-3 Gabungan Kelompok Wanita Tani (Gapokwatan) Lumbung Rasa. Banteng tulen yang digadang-gadang maju Tabanan 1 itu, disambut oleh ibu-ibu KWT yang sangat merespon positif agenda Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Bahkan mereka banyak yang mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang telah hadir memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, karena kesempatan seperti ini sangat jarang sekali. Sebagai kaum ibu rumah tangga, juga sangat membutuhkan pemahaman wawasan kebangsaaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama nilai-nilai kebangsaan yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat, khususnya generasi milenial, sehingga perlu penguatan kembali pemahaman 4 Pilar Kebangsaan.
Selain itu, masyarakat juga sangat kagum oleh sosok Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U bisa selalu hadir di tengah-tengah warga desa. Apalagi sudah banyak membawa program dan bantuan kepada masyarakat, termasuk para KWT se-Tabanan. Menurut mereka sosialisasi ini, juga sangat tepat diberikan sebagai penguatan pemahaman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat akar rumput, agar dibingkai dengan 4 Pilar Kebangsaan. Sementara itu, Made Urip mengakui berkat gagasan dan inisiatif KWT se-Tabanan bisa menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, sekaligus menjalankan tugas sebagai Anggota MPR RI. Pada kesempatan itu, politisi senior asal Desa Tua, Marga, Tabanan ini, menekankan nilai-nilai etika, moralitas, budi pekerti, kekeluargaan, kebersamaan, ketuhanan, gotong royong, kebersamaan, kekeluargaan, saling menghargai dan toleransi harus terus digenjot melalui Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Apalagi 4 Pilar Kebangsaan ini wajib dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Disadari betapa pentingnya 4 Pilar Kebangsaan ini ditanamkan, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, seperti Malayasia, Hongkong, Australia hingga ke negara Eropa. Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ke-7 nasional yang sangat konsen membantu dan memperhatikan kaum marhaen tersebut, menjelaskan terkait Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini dicetuskan pertama kali oleh Ketua MPR RI, Taufik Kiemas (alm), karena melihat kondisi bangsa yang terus mengalami degradasi dan rongrongan dari luar dan dalam negeri. Karena itulah, seluruh anggota MPR RI wajib sekarang mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaaan untuk menambah wawasan berbangsa dan bernegara seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, jika tidak diperkuat dengan 4 Pilar Kebangsaan bisa terjadi perpecahan dan disintegrasi bangsa yang seharusnya terus dijaga bersama. Karena itu, poin-poin 4 Pilar Kebangsaan ini harus diimplementasikan dan dintonjolkan di tengah-tengah masyarakat yang harus diberikan secara terus menerus. “Sentuhan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ini, yakni Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai alat pemersatu bangsa, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,” paparnya, sekaligus berpesan kepada KWT di seluruh Tabanan harus terus ikut menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan dan memajukan sektor pertanian di Bumi Lumbung Pangannya Bali. “Momentum ulang tahun ini, juga bisa sebagai introspeksi diri untuk lebih maju ke depan,” pungkas M-U. ama/ksm








