Politik dan Sosial Budaya

Buka Bimtek Budidaya Padi dan Jagung MSP, Made Urip Serahkan Bantuan P2L dan Bibit di Tabanan


Tabanan, PancarPOS | Agenda bimbingan teknis (Bimtek) kembali digenjot oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, membuka Bimtek dengan tema Budidaya Padi dan Jagung MSP Menuju Kedaulatan Pangan di Penebel, Tabanan, pada Sabtu (6/7/2024). Made Urip yang kembali dikukuhkan dan dilantik menjadi Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Koperasi dan UMKM oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada Jumat, 5 Juli.2024 lalu, kembali didampingi Anggota DPRD Provinsi Bali terpilih, Ni Made Usmatari alias M-U ikut hadir bertatap muka dengan ratusan petani dan krama subak dari lintas generasi di Tabanan.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., saat menyerahkan batuan P2L serta benih Padi dan Jagung MSP untuk KWT dan subak di Tabanan, pada Sabtu (6/7/2024). (foto: ama)

Salah satu peserta Bimtek yang juga Ketua KWT Indah Sari, Dra. Ni Made Yudani, M.Pd., mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan berbagai bantuan, termasuk kegiatan Bimtek yang akan dimanfaatkan demi kelanjutan kegiatan kelompok tani. Melalui bantuan tersebut, diharapkan nantinya bisa terus bergerak semakin jaya dan mampu ikut memajukan sektor pertanian di Tabanan. “Kami sangat berterima kasih kepada bapak Made Urip, karena telah hadir memberikan bantuan yang sangat bermanfaat bagi kelompok kami. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada bapak Made Urip,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Kadis Pertanian Tabanan, I Made Subagia, , S.Pi., M.Agb., menyampaikan rasa bahagianya bisa kembali menghadiri agenda Bimtek yang digelar oleh Made Urip bersama Direktorat Jenderal Tenaman Pangan, Kementerian Pertanian. Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa meningkatkan kapasitas SDM pertanian untuk mendukung ketahanan pangan di Tabanan. Para petani juga diharapkan bisa naik kelas menuju pertanian organik yang sudah berjalan selama ini. “Kita akan kawal Subak Tegal Jadi dan Subak Bengkel dengan pertanian organik dan pertanian ramah lingkungan. Kita akan terus bina supaya ada branding pertanian metik susu, khususnya di Subak Bengkel,” bebernya.

1bl#ik-029.1/7/2024

Di sisi lain, Ir. Nyoman Suastika, M.Si., selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mengaku agenda Bimtek yang terus digalakan oleh Made Urip selama ini sangat mendukung upaya untuk menjawab tantangan pertanian di Bali. Ia berharap bisa memenuhi kebutuhan pertanian yang getol diperjuangan oleh Made Urip, karena sudah banyak bantuan yang telah dirasakan petani selama ini. “Kami juga berharap kegiatan Bimtek ini bisa terus berlanjut ke depan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Tenaman Pangan yang diwakili Diana Paramita, SP., M.Si., selaku Katim Kedelai menegaskan Bimtek dari tahun 2021 terus dilanjutkan bersama Made Urip yang sudah berjalan dengan baik. Oleh karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah menjadi penyambung para petani di Bali. Bahkan memberikan juga bantuan bibit, seperti Padi dan Jagung MSP yang disebar ke seluruh Bali. Dikatakan benih MSP ini, sebagai benih genjah yang sangat baik untuk meningkatkan produksi dan produktifitas pertanian. “Untuk itu, kami harapkan Bimtek ini nantinya bisa diaplikasikan untuk memajukan sektor pertanian untuk menjaga ketahanan pangan di Bali, khususnya di Tabanan,” katanya.

1th#ik-072.21/8/2023

Di sela-sela membuka agenda Bimtek, Made Urip menegaskan bertatap muka untuk melaksanakan tugas sebagai Anggota DPR RI, salah satunya melaksanakan agenda Bimtek sebagai program aspirasi yang dibawa ke daerah. Bimtek ini, juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis di lapangan, sehingga bisa meningkatkan kapasitas pertanian kepada petani di Tabanan sebagai Lumbung Berasnya Bali. Apalagi sektor pertanian dihadapi dengan berbagai tantangan, seperti alih fungsi lahan yang telah menghabiskan lahan kelas satu sekitar 700 hektar per tahun di Bali. Dikhawatirkan suatu saat nanti lahan pertanian akan hilang, jika tidak melakukan proteksi untuk membendung alih fungsi lahan tersebut.

Selain itu, tantangan lainnya dari generasi anak-anak muda yang belum banyak tertarik menekuni dunia pertanian, sehingga petani rata-rata sudah tua di Bali. Padahal sektor pertanian harus menjadi prioritas utama yang harus bisa terus dikembangkan dan dipertahankan. Oleh karena itulah, melalui Bimtek ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang bisa bermanfaat untuk meningkatkan produktifitas pertanian di Bali. Dikatakan, tahun 2024 sudah dialokasikan 4 KWT atau kelompok wanita tani khusus di Tabanan sudah mendapatkan bantuan program Pekarangan Pangan (P2L) masing-masing Rp50 juta. Selain itu, juga diserahkan bantuan bibit Jagung dan Padi MSP untuk masing-masing 7 subak di Tabanan. “Saya harapkan melalui bantuan ini bisa menjaga ketahanan pangan keluarga ke depan,” ungkap M-U. ama/ksm


Back to top button