Harga Makin “Memabukan”, Dinas Pertanian Bali Genjot P2L Tanam Cabe di Pekarangan

Denpasar, PancarPOS | Harga cabe ternyata makin terasa “memabukan” masyarakat karena terus meroket dan masih mencapai lebih dari ratusan ribu rupiah. Namun, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali tak kehabisan akal untuk memudahkan masyarakat mengkomsumsi cabe tanpa harus mengendalikan langsung harga di pasaran. Selain itu, untuk segera menstabilkan harga cabe, maka Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si., melalui Kabid Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. I Nyoman Suarta, M.Si., langsung melakukan terobosan dan inovasi terbaru.

Salah satunya, melalui program P2L (Pekarangan Pangan Lestari) terdiri dari 134 kelompok yang tersebar di seluruh Bali untuk menanam 100 pohon cabe di masing-masing demplot. Sedangkan untuk per KK paling minim juga bisa ikut menanam 10 pohon cabe di sekitar pekarangan rumahnya, karena dari masing-masing kelompok tersebut beranggotakan sekitar 30 KK. “Asumsi kalau 134 kelompok dikali 30 KK yang hasilnya sekitar 4.000 KK akan menanam cabe di masing-masing pekarangannya ditambah lagi per kelompok wajib menanam cabe di demplotnya masing-masing bisa menstabilkan harga cabe yang terus meroket,” ujar Wisnuardhana, saat ditemui di Denpasar, Sabtu (20/3/2021).

Ia menegaskan untuk mensuksekan program P2L yang telah dijalankan oleh 134 kelompok tersebut, maka Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali memberikan bantuan modal masing-masing sebesar Rp50 juta per kelompok. Jadi melalui 134 kelompok yang tersebar di 716 desa se-Bali ini, akan bisa memanfaatkan tanah perkarangan dengan menanam cabe, sehingga bisa dipastikan harga cabe tidak akan lagi meroket setelah berjalannya program P2L ini. “Saya yakin dengan adanya P2L bisa mensejahterakan anggotanya, selain lingkungan pekarangan bisa tertata dan Bali akan bebas Deman Berdarah karena lahan tak terurus bisa bersih dan sehat. Apalagi kita hidup Bali identik dengan sektor pariwisata,” paparnya.

Sementara itu, selaku Kabid Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Nyoman Suarta menambahkan, jika seluruh anggota kelompok tani menanam sekitar 4.000 pohon cabe di pekarangan rumahnya, maka akan bisa diproduksi cabe secara mandiri minimal 8 ton per tahun. Sedangkan untuk produksi cabe yang di masing-masing demplot diperkirakan bisa mencapai 26 ton pertahun. Jadi total keseluruhannya bisa memproduksi cabe di Bali minimal mencapai 34 ton per tahun. Apalagi hasil panen tanam cabe di perkarangan sangat baik, sebab pohon cabe yang ada di pekarangan pertumbahannya sangat bagus dibandingkan dengan pohon cabe yang ditanam di sekitar persawahan.

“Ketika program ini berjalan saya yakin tidak ada lagi harga cabe yang mahal,” pungkas Suarta. tra/ama









