Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Panen Raya Padi Megawati Soekarno Putri, Gelontorkan Alsintan Rp550 Juta di Tabanan


Tabanan, PancarPOS | Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian, Pangan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Drs. I Made Urip, M.Si., panen raya padi Megawati Soekarno Putri (MSP) atau Mari Sejahterakan Petani di Tempek Panggungan Subak Jangga, Banjar Kedungu, Desa Belalang, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (17/6/2021). Anggota Komisi IV DPR RI terpilih lima periode itu, sekaligus menyerahkan langsung bantuan Alsintan di Kabupaten Tabanan senilai total Rp550 juta, berupa 15 unit handtraktor (@Rp 35 juta) total Rp525 juta dan 1 unit power thresher Rp25 juta, bersama Kadis Pertanian Tabanan Ir. I Nyoman Budana, MM., Babinkantimas, Babinsa, Perbekel dan Bendesa Adat Belalang, pekaseh, disaksikan para perwakilan kelompok tani penerima bantuan serta petani dan krama subak setempat. Benih padi unggulan MSP (Megawati Soekarno Putri) yang ditemukan Prof.Ir. Surono Danu ini, ternyata terbukti berhasil meningkatkan produktifitas gabah yang awalnya hanya 5 ton menjadi 9 ton per hektar. Sebenarnya padi MSP ini, diluncurkan sebagai program PDI Perjuangan dengan tema ‘Mari Sejahterakan Petani’ yang telah diluncurkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati di Cariu, Bogor pada 18 Desember 2007. Produksi padi MSP digembor-gemborkan bisa mencapai 12 ton per hektar atau mampu meningkatkan produktivitas padi sebesar 60 persen. Seperti diungkapkan Ketua Kelompok Bersemi Panggungan, I Wayan Segeg menyebutkan penanaman padi MSP di Subak Jangga produksinya sudah bisa mencapai 8 sampai 9 ton per hektar. Padahal sempat mengalami gangguan hama, sehingga jika pola pertanian ini terus dilanjutkan bisa mencapai 12 ton per hektar. Untuk itulah, para petani dan krama subak mengucapkan terimaskasi kepada Made Urip yang telah memberikan langsung bantuan tersebut, termasuk Alsintan berupa handtraktor dan power thresher. “Sebagai kelompok kecil sudah dihadiri langsung Pak Made Urip sebagai suatu kehormatan bagi kami semua. Apalagi sudah memberikan bantuan kepada kelompok kami,” bebernya.

Insert foto: Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian, Pangan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Drs. I Made Urip, M.Si., menyerahkan bantuan Alsintan senilai Rp550 juta.

Sementara itu, Perbekel Desa Belalang I Made Mustika mengakui Made Urip sangat terkenal, karena sering turun memberikan bantuan. Seperti lomba mancing di Subak Jangga juga sempat menyerahkan partisipasi bantuan, sehingga sudah terbukti sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Bali yang dikatakan paling sibuk, karena sangat sering bertemu masyarakat, khususnya untuk mensejahterakan petani. “Sekarang baru lima periode, dan mudah-mudahan Pak Urip bisa terus berlanjut menjadi Anggota DPR untuk membantu subak lainnya,” tandasnya. Di sisi lain, Kadis Pertanian Nyoman Budana menyampaikan terimakasih atas perhatian Made Urip di sektor pertanian di Tabanan yang langsung menyerahkan bantuan yang tidak kali ini saja, tapi bantuan sebelumnya juga sangat luar biasa. Apalagi selama pandemi Covid-19, satu-satunya sektor yang bisa berkembang adalah pertanian, karena yang lain sudah kolap dan mati suri. “Hanya pertanian yang bisa dihandalkan, khususnya di Tahanan karena masih menyandang predikat lumbang pangannya Bali, sehingga sangat diandalkan pemerintah pusat dan daerah. Apalagi dari sisi produktifitas gabah juga sudah di atas standar nasional rata-rata sekitar 6,2 ton per hektar, misalnya produksi padi seperti MSP ini bisa di atas 7 ton, bahkan bisa mencapai 9 ton per hektar,” paparnya seraya bangga mempunyai tokoh, seperti Made Urip yang diharapkan bisa terus melanjutkan perjuangan bantuan yang sangat luar biasa, tidak saja Alsintan termasuk benih unggul MSP ini.

1bl#ik-7/6/2021

“Dengan pola pertanian yang benar dan tepat, maka produksi kita bisa berlipat ganda. Artinya perjuangan Pak Made Urip luar biasa termasuk bantuan permodalan untuk kepentingan pertanian. Apalagi bantuan seperti ini sangat sulit didapatkan,” tutupnya, sekaligus ditanggapi Made Urip yang biasa dijuluki Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, merasa sangat berbahagia bisa bertemu dan bertatap muka sekaligus melakukan panen padi MSP. “Kita sangat bangga dengan kelompok tani yang sudah mempelopori penanaman padi MSP, sehingga bisa mempertahankan produksi padi hingga 9 ton per hektar,” kata M-U sapaan akrabnya, sembari meminta para petani yang lain agar ikut mengembangkan padi MSP ini. “Jika ada yang mau nanti bibitnya kita carikan dan diberikan gratis. Termasuk Alsintan di Tabanan diberikan terbanyak, sehingga sebagai penerima harus digunakan dengan baik dan dipertanggungjawabkan. Karena ini uang rakyat, dan saya hanya sebagai penyambung lidah dengan rekomendasi untuk kelompok yang akan diberikan bantuan,” ungkap M-U, termasuk dikatakan pengembangan pupuk organik, karena bertahun-tahun dibombardir dengan pupuk kimia. Karena itulah sekarang harus dikembangkan dengan pola penamanan organik karena bisa meningkat produktifitas dan perbaikan alam dan ekosistem.

1th#ik-10/5/2021

Selain itu, juga ada tantangan terberat pertanian, yakni alih fungsi lahan, seperti lahan produktif di Banjar Kedungu sudah lama habis dikapling-kapling dan dijual, termasuk tanah berkualitas satu juga sudah habis. “Dulu dijual hanya Rp800 ribu. Sekarang jadi lahan tidur, namun untungnya masih diberikan izin mengolah tanah ini, sehingga masih bisa produktif dan bermanfaat. Untuk itulah, tanah lain yang tidur agar juga diberikan pemiliknya untuk bisa diolah oleh subak. Nanti akan saya berikan bantuan seperti program UPPO bisa diajukan tahun 2022, sehingga mampu menghasilkan pupuk organik yang diolah untuk para anggota kelompok. Apalagi sekarang produk pertanian organik harganya jauh lebih mahal dan dijual di mal-mal,” beber Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu. Di samping itu, dijelaskan dampak pandemi berpengaruh terhadap ekonomi Bali yang 70 persen bergantung di sektor pariwisata. Ditegaskan satu-satunya yang bisa hidup hanya sektor pertanian, karena terbukti semuanya mulai pulang kampung untuk bertani. Sayangnya anggaran dari APBN di sektor pertanian sudah direfokusing, apalagi anggaran di daerah juga sudah sangat kecil. “Ini harus dipahami bersama karena pendapatan negara sangat berkurang, termasuk di Tabanan juga mengalami seperti itu. Untungnya saya di pusat masih bisa memperjuangkan program dan bantuan untuk para petani. Karena itu sangat banyak yang minta bantuan lewat WA dan SMS, sehingga sudah membludak proposalnya,” kata M-U, sekaligus mengucapkan terimakasih karena di setiap Pemilu selalu dipilih, seperti Pemilu 2019 lalu memperoleh sekitar 124 ribu suara di Tabanan dan 110 ribu lebih suara di luar Tabanan, sehingga total 255.130 suara terbesar ketujuh nasional. “Ini juga berkat dukungan para petani dan krama subak di Bali. Sekarang mari bersama-sama berjuang, agar di sektor pertanian Tabanan makin tangguh dan menjadi salah satu pilar utama ekonomi masyarakat untuk menanggulangi dan melewati dampak Covid-19,” pungkasnya. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button