Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Adi Wiryatama Gelontor Ratusan Bantuan Alsintan ke Jembrana, Karangasem, Gianyar, dan Bangli
Tabanan, PancarPOS | Komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui penyaluran berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nyoman Adi Wiryatama, memanfaatkan masa reses untuk turun langsung menemui petani sekaligus menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di sejumlah kabupaten di Bali.
Kegiatan reses yang berlangsung pada 1 hingga 3 Agustus 2026 tersebut menyasar kelompok tani di Kabupaten Jembrana, Karangasem, Gianyar, dan Bangli. Bantuan yang berasal dari Kementerian Pertanian RI itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program nasional menuju swasembada pangan.
Adi Wiryatama mengatakan sektor pertanian merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan bangsa. Karena itu, dukungan terhadap petani tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi juga diwujudkan dengan penyediaan sarana produksi yang mampu meningkatkan efisiensi usaha tani.
Menurutnya, alat dan mesin pertanian memiliki peran penting dalam menjawab tantangan pertanian modern, mulai dari keterbatasan tenaga kerja hingga peningkatan produktivitas lahan. “Petani harus mendapatkan dukungan yang nyata. Bantuan alsintan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat modernisasi pertanian sehingga produksi pangan terus meningkat. Dengan demikian target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai,” ujarnya..
Politisi senior PDI Perjuangan yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Tabanan selama dua periode itu menegaskan bahwa Bali memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil berbagai komoditas pertanian. Selain padi, Bali juga dikenal sebagai sentra hortikultura, perkebunan, hingga peternakan yang perlu terus didukung melalui kebijakan pemerintah pusat.
Mantan Ketua DPRD Bali tersebut menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani sebagai pelaku utama di lapangan. Ia berharap bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta digunakan secara bersama oleh kelompok tani agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
Di Kabupaten Jembrana, kegiatan reses dilaksanakan pada 1 Agustus 2026. Kabupaten yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Bali bagian barat itu menerima bantuan berupa sembilan unit traktor roda empat, 25 unit hand sprayer, dan 35 unit cool box. Bantuan traktor roda empat dinilai sangat strategis karena mampu mempercepat pengolahan lahan pertanian yang luas. Dengan mekanisasi tersebut, biaya produksi dapat ditekan sekaligus mempercepat musim tanam.
Sementara hand sprayer akan membantu petani dalam kegiatan pemeliharaan tanaman, khususnya penyemprotan pupuk maupun pengendalian organisme pengganggu tanaman secara lebih efisien. Adapun bantuan cool box diberikan untuk menjaga kualitas hasil pertanian maupun perikanan sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi saat dipasarkan.
Adi Wiryatama menyampaikan bahwa Jembrana memiliki potensi pertanian yang terus berkembang sehingga membutuhkan dukungan peralatan yang memadai agar produktivitas petani meningkat. Pada 3 Agustus 2026, kegiatan reses dilanjutkan di Kabupaten Karangasem. Daerah di ujung timur Pulau Bali tersebut memperoleh berbagai bantuan yang cukup beragam sesuai kebutuhan kelompok tani setempat.
Bantuan yang diserahkan meliputi dua unit traktor roda dua, enam unit power thresher, satu unit bangsal pascapanen (Bang Pesona), empat unit kebun bibit rakyat (KBR), serta 250 bibit tanaman. Traktor roda dua akan membantu petani mengolah lahan yang memiliki kondisi medan lebih sempit maupun bertopografi berbukit. Sedangkan power thresher akan mempercepat proses perontokan padi sehingga mampu mengurangi kehilangan hasil panen yang selama ini masih terjadi apabila dilakukan secara manual.
Keberadaan bangsal pascapanen juga diharapkan meningkatkan kualitas penanganan hasil pertanian sebelum dipasarkan. Sementara bantuan KBR dan bibit tanaman menjadi bagian dari upaya penghijauan sekaligus pengembangan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Menurut Adi Wiryatama, Karangasem memiliki potensi pertanian lahan kering yang besar sehingga dukungan sarana produksi perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan kesejahteraan bagi petani.
Di Kabupaten Gianyar, bantuan yang diberikan berupa dua unit traktor roda dua dan 30 unit hand sprayer. Meski dikenal sebagai daerah pariwisata dan seni budaya, Gianyar juga memiliki kawasan pertanian produktif yang menopang kebutuhan pangan masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan sekaligus mendukung kegiatan budidaya tanaman pangan maupun hortikultura.
Sementara itu, Kabupaten Bangli menerima bantuan satu unit traktor roda empat dan tiga unit traktor roda dua. Wilayah pertanian di Bangli yang didominasi kawasan dataran tinggi dinilai memerlukan dukungan mekanisasi agar produktivitas petani terus meningkat. Adi Wiryatama mengatakan setiap daerah memiliki karakteristik pertanian yang berbeda sehingga jenis bantuan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani di lapangan.
Ia menilai mekanisasi pertanian menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menarik minat generasi muda agar lebih tertarik mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, pertanian saat ini tidak lagi identik dengan pekerjaan yang sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia. Kehadiran teknologi akan menjadikan usaha tani lebih modern, efisien, dan menghasilkan keuntungan yang lebih baik. Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan, Nyoman Adi Wiryatama menegaskan akan terus memperjuangkan berbagai program yang berpihak kepada petani Bali.
Ia menyampaikan bahwa aspirasi petani yang diperoleh selama reses akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, sehingga berbagai kebutuhan di lapangan dapat diakomodasi dalam program pembangunan. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh masyarakat, termasuk petani sebagai ujung tombak produksi pangan nasional.
Ia juga mengajak seluruh kelompok tani penerima bantuan untuk menjaga dan merawat alsintan sehingga umur pemakaiannya lebih panjang dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh anggota kelompok. Selain itu, ia berharap penyuluh pertanian terus memberikan pendampingan kepada petani agar penggunaan alsintan berjalan optimal sesuai dengan standar operasional. Adi Wiryatama dikenal sebagai salah satu tokoh senior PDI Perjuangan di Bali. Pengalamannya memimpin Kabupaten Tabanan selama dua periode menjadikan dirinya memahami secara mendalam berbagai persoalan yang dihadapi petani.
Saat menjabat sebagai Bupati Tabanan, ia dikenal aktif mendorong pembangunan sektor pertanian mengingat Tabanan merupakan salah satu lumbung padi utama di Bali. Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika dipercaya masyarakat menjadi anggota DPR RI untuk memperjuangkan kepentingan petani Bali di tingkat nasional. Selain pernah menjadi Bupati Tabanan dua periode, Adi Wiryatama juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Provinsi Bali.
Pengalaman panjang di dunia pemerintahan dan legislatif membuatnya memahami pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sektor pertanian yang tangguh. Ia menilai pembangunan pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penyediaan benih unggul, pupuk, irigasi, alsintan, pendampingan penyuluh, hingga kepastian pemasaran hasil panen. Program bantuan alsintan yang disalurkan melalui masa reses ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi tersebut.
Para petani penerima bantuan menyambut positif perhatian yang diberikan pemerintah melalui Anggota Komisi IV DPR RI tersebut. Mereka berharap dukungan serupa dapat terus berlanjut sehingga produktivitas pertanian di Bali semakin meningkat. Bagi petani, keberadaan alsintan tidak hanya mempercepat pekerjaan di sawah maupun ladang, tetapi juga mampu mengurangi biaya produksi di tengah meningkatnya harga tenaga kerja.
Modernisasi pertanian juga diyakini menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Bali di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan berkurangnya minat generasi muda menjadi petani. Melalui penyaluran bantuan di Jembrana, Karangasem, Gianyar, dan Bangli, diharapkan produktivitas pertanian Bali terus meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap program swasembada pangan nasional. Adi Wiryatama menegaskan dirinya akan terus mengawal berbagai program pemerintah yang berpihak kepada petani, karena menurutnya ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi kemandirian bangsa. ama/ksm










