Daerah

Gubernur Koster Tekankan Peran Strategis Pecalang Jaga Bali, Sipandu Beradat Jadi Kunci Sistem Keamanan Desa Adat

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pecalang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan Bali berbasis desa adat. Penegasan itu disampaikan saat memimpin Gelar Agung Pacalang Bali Tahun 2026 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Koster, keberadaan pecalang merupakan bagian penting dari sistem pengamanan Bali yang berbasis kekuatan masyarakat adat.

Ia menjelaskan bahwa penguatan sistem keamanan tersebut diwujudkan melalui kebijakan Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) yang diatur melalui Peraturan Gubernur Bali.

Melalui sistem ini, pengamanan wilayah Bali dilakukan secara terpadu antara pecalang, aparat desa adat, serta aparat keamanan negara seperti TNI dan Polri.

“Pacalang Bali memiliki peran strategis dalam menjaga kasukretan desa adat serta menjaga ketertiban dan keamanan krama Bali maupun wisatawan,” tegas Koster.

Dalam konteks perkembangan zaman, Koster juga mendorong agar pecalang terus meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung sistem pemantauan keamanan secara real time serta penanganan keadaan darurat.

Menurutnya, Bali saat ini menghadapi berbagai tantangan serius yang tidak hanya bersifat sosial tetapi juga kultural.

Beberapa tantangan yang disorot antara lain alih fungsi lahan, persoalan sampah, kerusakan lingkungan, ancaman narkotika, radikalisme, hingga masuknya paham-paham asing yang berpotensi merusak tatanan adat dan budaya Bali.

Karena itu, pecalang dinilai memiliki peran sangat penting sebagai garda terdepan pengamanan berbasis desa adat untuk menjaga ketertiban sosial sekaligus melindungi nilai-nilai budaya Bali.

Selain itu, Gelar Agung Pacalang tahun ini juga memiliki konteks khusus karena pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 berdekatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Situasi tersebut membutuhkan koordinasi yang kuat antara pecalang dengan aparat keamanan negara agar kedua perayaan keagamaan tersebut dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

Koster berharap pecalang di seluruh desa adat dapat mengambil peran aktif menjaga keamanan wilayahnya masing-masing sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama di Bali.

“Momentum ini harus memperkuat tekad pacalang dalam menjaga adat, tradisi, seni, budaya, serta kerukunan antarumat beragama di Bali,” ujarnya.

Melalui Gelar Agung Pacalang ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap soliditas pecalang semakin kuat serta sinergi dengan aparat keamanan negara semakin kokoh dalam menjaga Bali tetap aman, tertib, dan harmonis. mas/ama/*

Back to top button