Di Balik Layanan Kesehatan Desa, 30 Kader Sukamukti dan Dukungan AHM Perkuat Transformasi Kesehatan Warga

Bekasi, PancarPOS | Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat desa tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada dedikasi para kader kesehatan yang setiap hari berada di garis terdepan pelayanan masyarakat. Hal itu terlihat di Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, di mana puluhan kader kesehatan bekerja dengan penuh pengabdian melayani ribuan warga.
Sebanyak 30 kader kesehatan yang bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu Desa Sukamukti menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dengan semangat gotong royong, mereka secara bergantian memberikan pelayanan kesehatan kepada warga dari berbagai kelompok usia.
Mulai dari ibu hamil, balita, orang dewasa hingga lanjut usia, seluruhnya mendapatkan layanan kesehatan dasar melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin di desa tersebut.
Dalam kurun satu tahun, para kader kesehatan ini tercatat melayani lebih dari 1.100 warga yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan maupun konsultasi kesehatan di Pustu Sukamukti.

Jumlah itu menjadi bagian dari pelayanan kesehatan bagi sekitar 4.000 warga Desa Sukamukti yang menggantungkan akses kesehatan dasar di fasilitas layanan desa tersebut.
Melihat pentingnya peran para kader kesehatan desa, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat memberikan dukungan melalui program penguatan kapasitas kader.
Program ini diwujudkan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan yang bertujuan meningkatkan kemampuan para kader dalam memberikan edukasi serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui pelatihan tersebut, para kader dibekali berbagai keterampilan yang menjadi standar kompetensi dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Setidaknya terdapat 25 jenis keterampilan yang menjadi indikator dalam Tanda Kecakapan Kader (TKK).
Materi pelatihan mencakup berbagai aspek pelayanan kesehatan dasar, mulai dari penanganan kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga pelayanan kesehatan bagi warga lanjut usia.
Tidak hanya itu, para kader juga mendapatkan pembekalan terkait keterampilan komunikasi efektif dengan masyarakat serta tata kelola kegiatan posyandu agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal.

Pelatihan diberikan melalui berbagai metode pembelajaran, mulai dari pemaparan teori, simulasi pelayanan, hingga praktik langsung di lapangan.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas kader sehingga mereka dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif kepada masyarakat desa.
Salah satu kader Posyandu Desa Sukamukti, Kanah, mengaku pelatihan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru bagi para kader yang selama ini aktif melayani masyarakat.
Menurutnya, selain mendapatkan materi tambahan, para kader juga dibekali dengan standar dan panduan pelaksanaan kegiatan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih terarah.
“Pelatihan ini memberikan pengetahuan baru bagi kami terutama dalam upaya meningkatkan pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat. Terlebih kami juga sudah dibekali standar dan petunjuk pelaksanaan kegiatan sehingga bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan,” ujarnya.
Peran kader kesehatan di tingkat desa memang sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan primer yang inklusif.
Selain memberikan pelayanan dasar, para kader juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan fasilitas kesehatan yang lebih besar, termasuk dalam memberikan edukasi tentang pola hidup sehat.
Kompetensi para kader kesehatan binaan AHM juga mendukung penerapan sistem Integrasi Layanan Primer (ILP) yang saat ini mulai diterapkan dalam sistem kesehatan nasional.
Melalui pendekatan ILP, pelayanan kesehatan di tingkat desa diintegrasikan berdasarkan siklus hidup masyarakat, mulai dari masa kehamilan, masa tumbuh kembang anak, hingga pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia.

Penerapan layanan berbasis ILP ini telah dijalankan di Pustu Desa Sukamukti dan tidak hanya dimanfaatkan oleh warga setempat.
Fasilitas layanan tersebut juga melayani warga dari desa sekitar, yakni Desa Sukabungah dan Desa Medalkrisna di wilayah Cikarang, Jawa Barat.
Dengan demikian, total sekitar 13.000 warga dari tiga desa dapat mengakses layanan kesehatan dasar melalui fasilitas yang sama.
General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan pelayanan kesehatan primer di tingkat desa memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, penguatan kapasitas kader kesehatan merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendukung transformasi sistem kesehatan di Indonesia.
“Kesehatan adalah modal utama untuk masa depan yang lebih baik. Kami meyakini kolaborasi berbagai pihak dapat membantu setiap keluarga di desa meraih kehidupan yang lebih sehat dan produktif,” ujar Muhibbuddin.
Selain pelatihan kader, AHM juga memberikan dukungan berupa fasilitas operasional untuk menunjang pelayanan kesehatan di desa.
Bantuan tersebut meliputi berbagai sarana pendukung seperti tempat tidur pasien lengkap dengan selimut dan bantal, kursi tunggu pasien, papan informasi, petunjuk evakuasi dan titik kumpul, hingga alat pemadam api ringan (APAR).
Fasilitas lainnya yang turut diberikan antara lain laptop, meja kerja, kursi pelayanan, instalasi air bersih, serta pendingin ruangan guna meningkatkan kenyamanan layanan bagi masyarakat.
Di samping itu, AHM juga menyalurkan sejumlah peralatan kesehatan yang digunakan dalam kegiatan posyandu dan pelayanan kesehatan dasar.

Peralatan tersebut antara lain timbangan bayi dan dewasa, stadiometer, infantometer, pita ukur lingkar lengan dan kepala, serta thermo gun.
Semua peralatan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan pemantauan kesehatan ibu dan anak yang menjadi salah satu fokus utama layanan posyandu.
Tidak hanya di Bekasi, dukungan AHM terhadap peningkatan kesehatan masyarakat juga dilakukan di wilayah lain.
Di Karawang, misalnya, perusahaan ini menyalurkan lebih dari 360 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita yang mengikuti kegiatan Posyandu Kalihurip.
Sementara di Jakarta Utara, AHM bersama Kementerian Kesehatan juga menggelar pelatihan serta sertifikasi kompetensi bagi kader Posyandu Puspa Cindra Kana di wilayah Sunter Jaya.
Seluruh program tersebut dijalankan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Melalui berbagai inisiatif di bidang kesehatan, AHM berupaya mendorong kemandirian masyarakat serta mendukung terciptanya generasi masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.
Langkah tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang menekankan pentingnya akses kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. uni/ama









