Dari Pensiun Dini ke Agen BRILink, Pperjalanan Nyoman Wisnaya Bangkit di Tengah Pandemi

Denpasar, PancarPOS | Di sebuah toko sederhana di kawasan Kapten Japa, Denpasar, aktivitas warga datang silih berganti. Ada yang membawa kartu ATM, ada yang menggenggam uang tunai hasil berdagang di pasar, ada pula yang membayar listrik dan air. Di balik etalase air galon dan es kristal, I Nyoman Wisnaya Putra melayani satu per satu dengan ramah.
Toko kecil itu bernama Toko Toya—dan sejak 2021, juga menjadi simpul layanan keuangan masyarakat melalui Agen BRILink dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Bagi Wisnaya, perjalanan ini bukan sekadar bisnis. Ini adalah cerita tentang bertahan hidup di masa paling sulit.
“Saya jadi agen tahun 2021. Tokonya buka 2020, pas masuk Covid. Waktu Covid saya sudah dipensiunkan dini. Akhirnya saya buka toko. Orang tetap perlu air, pulsa, dan kebutuhan sehari-hari, jadi saya berani mulai,” kenangnya.
Sebelum menjadi toko, tempat itu dikenal warga sebagai kantor pos. Sejak dulu, masyarakat datang untuk membayar berbagai tagihan. Ketika kantor pos tidak lagi beroperasi, Wisnaya melihat peluang yang tidak semua orang tangkap.
“Karena banyak permintaan bayar listrik, kami minta kerja sama dengan BRI. Tahun 2021 kami resmi jadi agen,” ujarnya.
Ia tak hanya menunggu pelanggan datang. Brosur dibagikan, informasi disampaikan dari mulut ke mulut. Ia ingin warga tahu bahwa di Toko Toya bukan hanya ada es dan galon, tetapi juga layanan transfer uang dan pembayaran berbagai tagihan.
Sebagai Agen BRILink, Wisnaya melayani transfer uang, tarik tunai, pembayaran listrik, PDAM, cicilan pembiayaan, hingga dompet digital.
“Kalau agen BRILink, jasa pengiriman uang, transfer, tarik tunai, bayar listrik, PDAM, pembayaran online, pinjaman seperti Adira, FIF, bayar KUR. Dulu orang bayar KUR harus ke bank, sekarang bisa di sini,” jelasnya.
Untuk batas transaksi, ia menyesuaikan dengan ketersediaan saldo.
“Kami sesuai saldo saja. Biasanya Rp1 juta sampai Rp5 juta kami layani. Kalau di atas itu harus janji dulu,” tambahnya.
Dukungan dari tim BRI, menurutnya, menjadi kunci keberlanjutan layanan tersebut.
“Tim BRI men-support sekali. Setiap dua hari kami dikunjungi. Kalau ada informasi baru langsung diberitahukan. Kalau ada yang belum mengerti, mereka datang langsung jelaskan,” katanya.
Ia juga aktif dalam grup komunikasi antaragen dan mengikuti pertemuan rutin untuk berbagi pengalaman serta pembaruan layanan digital.
Menjadi Agen BRILink bukan hanya soal layanan sosial, tetapi juga sumber penghasilan tambahan.
“Setiap transaksi ada fee. Kami juga tambah biaya layanan toko. Itu membantu pemasukan toko dan perekonomian keluarga,” ujarnya.
Keberadaan layanan keuangan membuat Toko Toya semakin ramai. Dalam sehari, Wisnaya bisa melayani puluhan transaksi. Bahkan menjelang akhir bulan, jumlahnya melonjak tajam.
“Sehari bisa 60 sampai 70 transaksi. Kalau tanggal bayar listrik, sekitar tanggal 20-an, itu meningkat. Bayar listrik, PDAM, BPJS banyak,” tuturnya.
Lokasi toko yang dekat pasar menjadi keunggulan tersendiri. Para pedagang merasa lebih aman menyetor uang tanpa harus membawa tunai dalam jumlah besar.
“Karena dekat pasar, pedagang habis jualan langsung transfer ke bosnya. Mereka tidak mau bawa uang cash banyak,” katanya.
Lahir di Singaraja pada 1982 dan kini tinggal di Sesetan, Wisnaya mengakui pandemi menjadi titik balik dalam hidupnya.
“Waktu Covid saya harus survive. Tidak ada pilihan selain berani buka usaha,” ucapnya pelan.
Kini, Toko Toya bukan hanya tempat membeli es dan air galon. Ia telah menjelma menjadi pusat layanan keuangan warga sekitar—bukti bahwa usaha kecil bisa menjadi simpul inklusi keuangan di tingkat komunitas.
Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Denpasar Gajah Mada, Janarka Dwi Atmaja, menyampaikan bahwa BRI secara konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para Agen BRILink, baik dari sisi operasional, manajemen risiko, maupun penguatan aspek keamanan transaksi.
Langkah ini dilakukan guna memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan aman, andal, dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian perbankan serta tata kelola perusahaan yang baik.
Menurutnya, Agen BRILink tidak hanya berperan sebagai perpanjangan layanan transaksi perbankan, tetapi juga sebagai mitra strategis BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. ika/ama/kel









