Konsolidasi Perindo Bali Makin Solid, Jro Bima Gaspol Perkuat Struktur Hingga Akar Rumput

Denpasar, PancarPOS | Mesin politik Partai Perindo di Bali kian dipanaskan. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo Provinsi Bali menggelar rapat konsolidasi internal di Denpasar, Sabtu, 21 Februari 2026. Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPW Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya yang akrab disapa Jro Bima, menjadi penanda bahwa Perindo Bali tidak ingin sekadar hadir, tetapi tampil sebagai kekuatan politik yang solid, terstruktur, dan siap bertarung.
Dalam forum tersebut, Jro Bima menegaskan percepatan penguatan struktur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di seluruh kabupaten/kota se-Bali sebagai prioritas utama. Konsolidasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan strategi menyatukan visi, menyelaraskan gerak, dan memastikan setiap kader bergerak dalam satu komando. Ia menekankan bahwa kekuatan partai bukan hanya pada figur, tetapi pada kerja kolektif yang terorganisir hingga ke tingkat bawah.
Menurutnya, momentum politik ke depan menuntut kesiapan struktural dan kedewasaan organisasi. Karena itu, pembenahan administrasi, penguatan basis kader, hingga peningkatan kapasitas kepemimpinan di daerah menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda konsolidasi. “Kita ingin Perindo Bali hadir dengan wajah yang merakyat, terbuka, dan solutif,” tegasnya di hadapan jajaran pengurus.

Dukungan juga mengalir dari I Putu Tika Winawan, Anggota DPRD Klungkung, yang menyatakan optimisme terhadap masa depan Perindo Bali. Ia menilai kepemimpinan Jro Bima membawa energi baru yang inklusif dan komunikatif. Menurutnya, pola kepemimpinan yang terbuka dan dekat dengan masyarakat akan menjadi modal besar dalam memperluas basis dukungan partai di Bali.
Putu Tika menegaskan, Perindo Bali harus tampil sebagai kekuatan politik yang tidak hanya bersuara saat kontestasi, tetapi juga konsisten mengawal aspirasi rakyat dalam kerja-kerja nyata pembangunan. “Politik harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Di situlah Perindo Bali mengambil posisi,” ujarnya.
Rapat konsolidasi ini juga menjadi ruang evaluasi dan pemetaan strategi menghadapi dinamika politik daerah. Pengurus DPW menekankan pentingnya sinergi antarstruktur, soliditas internal, serta komunikasi yang efektif dengan masyarakat sebagai fondasi membangun kepercayaan publik. ama/ksm









