Senin, April 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalGubernur Koster dan Wagub Hadiri Perayaan Imlek 2026, Diplomasi Budaya Perkuat Pariwisata...

Gubernur Koster dan Wagub Hadiri Perayaan Imlek 2026, Diplomasi Budaya Perkuat Pariwisata dan SDM Bali

Denpasar, PancarPOS | Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 bukan sekadar seremoni budaya. Di Hongkong Garden, Denpasar, Selasa (Anggara Pon, Menail), 10 Februari 2026 malam, momen ini menjadi panggung diplomasi budaya dan penguatan kerja sama strategis antara Bali dan Republik Rakyat Tiongkok.

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta hadir langsung dalam resepsi Tahun Kuda tersebut. Di hadapan Konsul Jenderal RRT di Denpasar, Zhang Zhisheng, Gubernur Koster menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek sekaligus menegaskan komitmen Bali menjaga harmoni dalam keberagaman.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek. Semoga membawa kesehatan, kebahagiaan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Koster.

Menurutnya, Imlek mengandung nilai kerja keras, kejujuran, ketekunan, serta harmoni dan kebersamaan. Nilai tersebut selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan filosofi kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung keseimbangan dan toleransi.

Lebih dari itu, Koster menegaskan bahwa momentum Imlek memiliki dampak konkret terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Bali. Tiongkok menjadi salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata.

Data menunjukkan, kunjungan wisatawan Tiongkok pada 2024 mencapai lebih dari 448 ribu orang dan melonjak pada 2025 menjadi lebih dari 537 ribu orang. Angka tersebut menempatkan Tiongkok di posisi ketiga penyumbang wisatawan ke Bali setelah Australia dan India.

Lonjakan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa hubungan Bali–Tiongkok bukan hanya hubungan budaya, tetapi juga hubungan ekonomi yang strategis.

Koster berharap hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok terus diperkuat melalui kerja sama konkret di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Program pertukaran pelajar, pelatihan, beasiswa, hingga peningkatan kapasitas di bidang bahasa, teknologi, dan kepariwisataan menjadi prioritas.

Ia menekankan, Bali membutuhkan generasi muda yang berdaya saing global namun tetap berakar kuat pada budaya lokal.

“Kita ingin pembangunan berjalan inklusif, aman, dan kondusif bagi semua elemen masyarakat tanpa memandang suku, agama, dan budaya. Pembangunan berkelanjutan hanya bisa terwujud melalui kolaborasi dan kebersamaan,” tegasnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal RRT di Denpasar, Zhang Zhisheng, menyampaikan bahwa Imlek merupakan hari raya tradisional terpenting bagi Bangsa Tionghoa dan telah diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Ia menyebut pada 17 Februari 2026 masyarakat akan menyambut Tahun Kuda, yang diharapkan membawa semangat, kekuatan, dan keberuntungan.

“Semoga Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Indonesia senantiasa aman, damai, makmur, dan sejahtera,” ujarnya.

Perayaan Imlek 2026 di Denpasar ini menjadi simbol bahwa diplomasi budaya mampu memperkuat jembatan persahabatan, sekaligus membuka ruang kerja sama pariwisata, ekonomi kreatif, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia demi kesejahteraan bersama. mas/ama/*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img