Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Salurkan Bantuan Aspirasi Rp1,448 Miliar, Genjot Sektor Pertanian Buleleng di Masa Pandemi Covid-19


Buleleng, PancarPOS | Setelah menyerahkan bantuan aspirasi pertanian tahun 2020 di Kabupaten Badung, kini giliran para kelompok tani dan krama subak di Bumi Panji Sakti disalurkan bantuan senilai total Rp1,448 miliar. Seluruh bantuan aspirasi di Kabupaten Buleleng tersebut, diserahkan secara simbolis saat agenda Reses Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., bersama Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., di Wantilan Banjar Sangket, Sukasada, Buleleng, Sabtu (6/3/2021). Serah terima bantuan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat tersebut, juga dihadiri Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, Putu Mangku Mertayasa, SH., MH., Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH., Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya beserta Anggota Fraksi PDIP DPRD Buleleng, diantaranya Dewa Gede Sugiarto, Wayan Masdana, SE., Wayan Indrawan, Wayan Soma Adnyana, ST., Nyoman Sukarmen, dan Ketut Widana, SH., bersama Kadis Pertanian Buleleng, Camat dan Lurah, Babinsa, dan Babinkamtibmas Sukasada.

Insert foto: Anggota DPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si., (tengah) bersama Wabup Buleleng Nyoman Sutjidra dan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna saat menyerahkan bantuan aspirasi tahun 2020 di Kabupaten Buleleng.

Bantuan kali ini diterima 3 Kelompok UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) untuk Kelompok Tani Ternak (KTT) Lembu Santi Amertha Desa Sukasada, KTT Ume Sari Desa Loka Paksa, KTT Baluk Mandiri Desa Kaliasem senilai total Rp600 juta, bantuan 25 ekor Kambing senilai total Rp75 juta untuk KTT Kambing Barokah Panarukan, 6 unit handtraktor senilai Rp180 juta, 12 unit pompa air senilai total Rp270 juta, 3 unit rice transplanter senilai total Rp210 juta, 3 unit power thresher multiguna mobile senilai total Rp105 juta dan 10 unit handsprayer senilai Rp8 juta. Selaku Ketua KTT Lembu Santhi Amertha, Nyoman Tomas Dritawan mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan Made Urip yang telah mewujudkan bantuan yang sangat menyentuh langsung masyarakat di masa pandemi. Bantuan melalui program UPPO ini sangat membantu para petani, termasuk anggota kelompok ternak, terutama untuk kebutuhan pupuk organik lahan sawah. “Kita minta Pak Urip agar terus membina, sehingga bisa terus berkembang ke depannya,” harapnya.

1bl#ik-5/3/2021

Di sisi lain, Wabup Buleleng, Nyoman Sutjidra mewakili Bupati Buleleng mengakui walaupun di tengah hujan, tetap bersemangat menyambut kedatangan Made Urip yang datang langsung membawa bantuan aspiratif yang sangat dibutuhkan oleh petani dan kelompok ternak di Buleleng. Bahkan bersama Made Urip, juga sempat meninjau langsung realisasi bantuan UPPO untuk Kelompok Ternak Lembu Santi Amertha di Lingkungan Sangket, Sukasada, Buleleng. Karena itu, pihaknya mengucapkan terimakasih terkait seluruh bantuan aspirasi dari Made Urip di Kabupaten Buleleng untuk delapan kecamatan. “Pak Made Urip telah datang langsung memberi bantuan aspiratif di sektor pertanian untuk delapan kecamatan. Hanya satu kecamatan saja yang tertinggal di Gerokgak, dan mudah-mudahan nanti tahun depan bisa lebih banyak lagi bantuan di bidang pertanian,” ungkap Wabup Sutjidra yang digadang-gadang jadi bakal calon Bupati Buleleng berikutnya, seraya mengakui akibat pandemi Covid-19 di semua sektor menjadi lumpuh, apalagi di Bali selatan yang hanya tertumpu di sektor pariwisata. “Namun di Buleleng untungnya masih bisa mekenyem (tersenyum, red) karena masih ada sektor pertanian. Ini bedanya, sehingga bantuan Pak Made Urip diharapkan bisa lebih banyak lagi, khususnya di sektor pertanian,” tutupnya.

1bl-bn#7/1/2020

Sementara itu, Made Urip yang akrab disapa M-U ini, mengaku sengaja datang untuk bertatap muka, sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan, khususnya para penerima UPPO yang sudah berjalan dengan baik, karena sapinya sudah gemuk dan bunting sebagai bukti program sudah berjalan dengan baik. Menurut Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang akrab dikenal sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, semua bantuan aspirasi tahun 2020 diserahkan tahun ini, akibat pandemi Covid-19. Apalagi seluruh anggaran di sektor pertanian juga mengalami penurunan akibat direfokusing hampir Rp67 triliun untuk membantu penanganan Covid-19. “Pendapatan negara menurun drastis. Apalagi di Bali yang ekonominya hampir 70 persen di sektor pariwisata sudan lumpuh, akibat hunian hotel dan restoran hampir zero atau nol persen. Untungnya kita punya sektor pertanian sebagai budaya dan peradaban di Bali yang menunjang kedaulatan pangan kita. Bayangkan yang bekerja di sektor pariwisata dan hidup di kota sudah mengalami kesulitan ekonomi yang luar biasa. Kalau di desa masih bisa bertahan, karena ada sektor pertanian, sehingga tidak terlalu terpukul akibat Covid-19. Ini sudah kehendak alam dan ujian kita bersama, sehingga tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah,” ujarnya.

1th-ksm#5/2/2021

Sebagai Anggota DPR RI yang sudah terpilih lima periode akan terus bekerjasama dengan Pemkab Buleleng, baik dengan eksekutif maupun legislatif dan struktural partai untuk menjangkau anggaran di tingkat pusat. Apalagi Buleleng mempunyai potensi di sektor pertanian yang sangat luar biasa, sehingga harus dibangkitkan dan dihidupkan bersama dengan mencari program dan bantuan dari pusat. “Bantuan ini dari.APBN tahun 2020 yang nilainya lebih dari Rp1,4 miliar. Mari gunakan dengan baik, karena jika petani berhasil sebagai Anggota DPR kita akan sangat bangga bisa menggerakan ekonomi di pedesaan. Jangan sampai jadi kelompok SGM atau sarung gremeng yang tidak jelas, karena semua bantuan ini harus dipertanggungjawabkan. Apalagi sudah ada sapinya bunting, agar bisa dikembamgkan untuk anggota kelompok yang lain, sekaligus menyelamatkan flasma nutfah sapi Bali yang harus dijaga dengan baik. Makanya ada keinginan pemerintah menjual semen beku ke Malaysia saya tolak, karena bisa berkembang di sana. Makanya sapi Bali ini harus diselamakan dan dikembangkan ke depan di Bali,” tandas Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Ketahanan Pangan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu.

1bl#bn-14/11/2020

Kerana itulah, politisi senior asal Desa Tua, Marga, Tabanan ini, akan terus berusaha membantu masyarakat, terutama kelompok tani dan krama subak, baik pertanian, perkebunan, petenakan maupun kehutanan untuk dicarikan bantuan dan program ke pusat, termasuk program penanaman pohon yang harus terus digalakan untuk menjaga sumber air sebagai sumber kehidupan, sehingga bisa mensejahterakan masyarakat dengan gerakan menanam sekaligus memperbaiki daerah aliran sumber air. “Sektor pertanian ini harus bisa menggerakan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Jadi kita jangan malu jadi petani, karena harus menjaga ketahanan pangan kita ke depan, dan mudah-mudahan kita semua bisa terhindar dari pandemi Covid-19 dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Made Urip. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button