Komisi II DPRD Tabanan Dorong Pengolahan Sampah Modern, Tekankan Perubahan Pola Penanganan

Denpasar, PancarPOS | Persoalan sampah yang terus menumpuk di Kabupaten Tabanan menjadi sorotan serius Komisi II DPRD Tabanan. Komisi yang membidangi urusan pembangunan tersebut menilai bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya dengan pengelolaan konvensional, tetapi harus bertransformasi menuju sistem pengolahan modern yang mampu mengurangi volume residu secara signifikan.
Ketua Komisi II DPRD Tabanan, I Wayan Lara, menegaskan perlunya pendekatan baru dalam menyelesaikan persoalan klasik ini. Menurutnya, upaya pengelolaan tanpa disertai teknologi pengolahan yang memadai hanya akan memindahkan tumpukan sampah dari satu lokasi ke lokasi lain tanpa solusi nyata.
“Kalau hanya dikelola, artinya kita cuma memindahkan masalah. Harus ada mesin pengolah yang benar-benar bisa mengubah sampah menjadi produk bernilai seperti batako atau kompos,” ujar Lara, Senin (3/11/2025).
Ia menjelaskan, Pemkab Tabanan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menyiapkan anggaran sekitar Rp29 miliar untuk memperkuat sistem persampahan daerah. Dana tersebut diarahkan untuk memperluas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung serta membangun fasilitas pendukung pengolahan, termasuk infrastruktur tempat mesin nantinya. “Dalam laporan DLH, sebagian dana memang digunakan untuk perluasan lahan dan persiapan pembangunan tempat pengolahan modern,” jelasnya.
Politisi asal Kerambitan itu juga menegaskan bahwa perluasan lahan TPA bukanlah solusi jangka panjang. Ia menilai, jika pola penanganan masih sebatas penimbunan, persoalan akan terus berulang dari tahun ke tahun.
“Kalau terus ditimbun, lima atau sepuluh tahun ke depan kita akan kembali menghadapi masalah yang sama—kehabisan lahan. Karena itu, arah kebijakan harus bergeser ke pengolahan berbasis teknologi,” tegasnya.
Saat ini, Pemkab Tabanan masih melakukan kajian nilai lahan (appraisal) sebagai langkah awal untuk menambah kapasitas TPA Mandung. Namun, DPRD berharap hasil kajian itu tidak hanya berakhir pada ekspansi lahan, melainkan menjadi pijakan menuju sistem pengolahan sampah terpadu yang efisien dan berkelanjutan. mas/ama/*









