Ekonomi dan Bisnis

BPD Bali Unggul di Akad Massal KUR Nasional 2025, Bukukan Realisasi 75,50 Persen untuk UMKM Bali


Denpasar, PancarPOS | Dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Dalam momentum Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) Nasional Tahun 2025 yang dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Bank BPD Bali tampil sebagai salah satu motor utama penyaluran KUR di Pulau Dewata.

Kegiatan berskala nasional yang digelar serentak di 38 provinsi pada Senin (21/10/2025) ini menjadi bukti kuat sinergi antara Bank Mandiri Taspen dan Bank BPD Bali dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat akses pembiayaan inklusif dan berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

1th#ik-039.1/10/2025

Dalam acara yang disaksikan secara daring oleh ribuan pelaku usaha penerima KUR di seluruh Indonesia, termasuk ratusan debitur baru di Kantor Gubernur Bali, momen akad massal KUR ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat Bali di tengah tantangan global.

Pada kesempatan itu, Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, S.E., M.M., menyampaikan bahwa hingga 30 September 2025, realisasi penyaluran KUR Bank BPD Bali telah mencapai Rp1,435 triliun atau 75,50 persen dari total target Rp1,9 triliun. Capaian tersebut menempatkan BPD Bali sebagai salah satu bank daerah dengan kinerja terbaik dalam mendukung program nasional KUR.

“Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti konkret bahwa Bank BPD Bali terus hadir untuk rakyat. Kami berkomitmen menyalurkan pembiayaan produktif yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menjaga kualitas kredit agar tetap sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

1th#ik-033.11/10/2025

Lebih rinci, penyaluran KUR Mikro mencapai Rp299,58 miliar (99,86 persen), KUR Kecil sebesar Rp1,08 triliun (67,30 persen), dan KUR Super Mikro senilai Rp490 juta (49 persen). Sementara Kredit Usaha Alsintan (KUA) atau pembiayaan alat mesin pertanian telah terealisasi 100 persen atau Rp7,24 miliar, sesuai target.

Dari total penyaluran tersebut, 61,38 persen KUR BPD Bali disalurkan ke sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, dan industri kecil, yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat BPD Bali untuk memperkuat sektor riil dan meningkatkan kemandirian ekonomi daerah.

Kinerja tersebut juga diiringi dengan Non Performing Loan (NPL) yang tetap terjaga di kisaran 0 persen, mencerminkan pengelolaan risiko yang cermat serta tingginya kepercayaan masyarakat terhadap BPD Bali.

Kegiatan Akad Massal KUR Nasional 2025 melibatkan lebih dari 800.000 debitur di seluruh Indonesia dan menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem pembiayaan nasional menuju ekonomi rakyat yang kuat dan mandiri. Melalui sinergi dan inklusivitas, Bank BPD Bali terus meneguhkan perannya sebagai bank daerah milik masyarakat Bali yang adaptif, sehat, dan berkomitmen penuh mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.

1bl#bn-026.12/5/2024

Dalam sambutan virtualnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pelaksanaan akad massal ini menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha dalam memperluas akses keuangan rakyat. Ia mengapresiasi langkah-langkah strategis BPD Bali yang dinilai sejalan dengan kebijakan nasional pemberdayaan UMKM.

“Pemerintah menargetkan agar seluruh lembaga keuangan, termasuk bank daerah seperti BPD Bali, menjadi motor utama dalam menyalurkan KUR produktif yang mendorong sektor-sektor unggulan lokal. Bali dengan kekuatan pariwisata, pertanian, dan industri kreatif memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan pembiayaan ini,” ujar Airlangga.

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, yang turut hadir secara virtual, menyampaikan apresiasi atas konsistensi BPD Bali mendukung ekonomi daerah. “BPD Bali telah membuktikan komitmennya untuk memperkuat perekonomian berbasis kemandirian dan keseimbangan. Realisasi di atas 75 persen adalah capaian luar biasa,” tegasnya.

Ia berharap ke depan, BPD Bali semakin memperluas akses pembiayaan bagi petani, nelayan, pelaku industri kecil, dan sektor ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung ekonomi Pulau Dewata.

1bl#ik-042.19/9/2024

Ketua DPD PDI Perjuangan tiga periode itu juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan perbankan daerah seperti BPD Bali menjadi bukti nyata keberpihakan kepada sektor usaha kecil. Menurutnya, program KUR bukan sekadar skema pembiayaan, melainkan bentuk pemberdayaan ekonomi rakyat yang menyentuh langsung lapisan terbawah masyarakat. ama/ksm


Back to top button