Isabel Sablón Montada Ikut Persembahkan Silver Medal untuk Ballet Royal Bali di AODC 2025

Kuala Lumpur, PancarPOS | Setelah Celine Angela Margono sukses menorehkan debut internasional dengan meraih Silver Medal di ajang Asia Open Dance Championship (AODC) 2025, kabar membanggakan lainnya kembali hadir dari panggung kompetisi bergengsi tersebut. Isabel Sablón Montada, siswi Ballet Royal Bali yang berasal dari Kuba dan telah tinggal di Bali selama satu tahun terakhir, juga berhasil membawa pulang Silver Medal.
Bagi Isabel, AODC 2025 merupakan kompetisi pertamanya di tingkat internasional. Meski masih terhitung baru menekuni latihan balet di Bali bersama Ballet Royal Bali, Isabel mampu tampil percaya diri di hadapan dewan juri internasional dan ribuan penari dari berbagai negara. Keberhasilannya meraih medali perak semakin menegaskan bahwa Ballet Royal Bali menjadi rumah bagi talenta-talenta muda yang siap bersaing di panggung dunia.
“Isabel memiliki potensi besar meski baru satu tahun bersama kami. Raihan Silver Medal di AODC 2025 adalah bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat yang dibawanya mampu menembus persaingan ketat di ajang ini,” ungkap Miss Jewell Arcia Ruslim, founder Ballet Royal Bali yang mendampingi para siswanya di Malaysia.

Secara keseluruhan, Ballet Royal Bali berhasil membawa pulang hasil gemilang dari AODC 2025 yang berlangsung pada 17–21 September di Kuala Lumpur. Deretan prestasi itu mencakup 3 Gold Medal, 3 Silver Medal, serta 1 penghargaan Top Scorer yang bahkan disertai hadiah uang tunai. Prestasi ini semakin menegaskan reputasi Ballet Royal Bali sebagai pusat pembinaan balet bertaraf internasional.
Para siswi yang menorehkan pencapaian tersebut antara lain Ayu Krisnanda dengan 3 Gold Medal sekaligus penghargaan Top Scorer Award, Celine Angela Margono dengan Silver Medal, Kayla Chandra Kinandari dan Aruna Kanaya Reswari yang juga meraih Silver Medal, serta Isabel Sablón Montada yang ikut mempersembahkan Silver Medal.
Kehadiran Isabel di panggung AODC 2025 juga menjadi simbol keterbukaan Bali terhadap keberagaman budaya. Dengan latar belakang dari Kuba, Isabel kini menemukan rumah kedua di Bali, sekaligus menorehkan prestasi yang mengharumkan nama Ballet Royal Bali di kancah internasional.
“Prestasi ini membuktikan bahwa Ballet Royal Bali adalah wadah yang bisa menyatukan berbagai bakat dan latar belakang. Dari Bali, kami ingin menunjukkan bahwa tarian klasik bisa menjadi jembatan budaya sekaligus sarana mengharumkan nama bangsa,” tambah Miss Jewell.
Dengan torehan medali beruntun ini, Ballet Royal Bali bukan hanya meneguhkan posisinya di Indonesia, tetapi juga semakin diperhitungkan di Asia. Semangat dan kerja keras para siswi muda ini diyakini akan menjadi fondasi kuat untuk prestasi-prestasi berikutnya. ama/ksm









