Internasional

Gubernur Bali Buka Peluang Investasi Berkelanjutan

GHBC 2026 Hadirkan Investor Delapan Negara


Denpasar, PancarPOS | Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi umat Hindu dunia, tetapi juga membuka peluang investasi dan kerja sama internasional bagi Bali. Forum yang digelar di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar pada Sabtu (11/7/2026) tersebut diikuti sekitar 300 delegasi dari delapan negara dengan menghadirkan pelaku usaha dari berbagai sektor strategis.

Founder Hindu Global Entrepreneur Network, Dato Pardip K. Kukreja Watu, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan GHBC 2026.

Menurutnya, Bali merupakan contoh nyata bagaimana budaya, spiritualitas, kehidupan sosial, dan ekonomi dapat berjalan harmonis sehingga menjadi model pembangunan yang menarik perhatian dunia.

Ia menilai di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dunia justru menghadapi tantangan berupa kesenjangan sosial, krisis kesadaran, serta degradasi lingkungan.

Karena itu, kata dia, kolaborasi bisnis yang berlandaskan nilai-nilai Dharma menjadi semakin relevan sebagai fondasi pembangunan masa depan.

Dalam forum tersebut hadir sejumlah investor dan pelaku usaha internasional yang bergerak di bidang energi terbarukan, kendaraan listrik, logistik, teknologi, quality assurance, wellness, hingga sektor pariwisata.

Menurut Dato Pardip, para investor tersebut siap menjajaki berbagai peluang investasi dan kemitraan strategis di Bali dengan mengedepankan prinsip saling menguntungkan dan pembangunan berkelanjutan.

Ia berharap GHBC 2026 menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga penguatan sumber daya manusia, pelestarian budaya, inovasi teknologi, hingga pengembangan investasi hijau.

Melalui penyelenggaraan GHBC 2026, Bali kembali menunjukkan posisinya sebagai destinasi internasional yang tidak hanya unggul di sektor pariwisata, tetapi juga menjadi pusat pertemuan dunia untuk membangun jejaring ekonomi global yang berlandaskan budaya, spiritualitas, dan keberlanjutan. mas/ama/*


Back to top button