Internasional

Siap Layani Jurnalis Dunia, Menkominfo Tinjau Media Center HLF MSP dan IAF 2024


Badung, PancarPOS | Media Center High Level Forum Multi-Stakeholder Partnership (HLF-MSP) dan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 di Pecatu Hall, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Badung, Provinsi Bali telah siap 100 persen. Menteri Komunikasi & Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi meninjau langsung kesiapan Media Center ini dan mengapresiasi dedikasi penuh para awak media atau para jurnalis baik dari luar negeri dan dalam negeri.

Begitu sampai di Media Center, Budi Arie tampak berkeliling meninjau ruangan sembari juga menyapa awak media yang hadir. Menteri murah senyum ini juga tampak ngobrol ringan dengan sejumlah jurnalis sebelum memberikan penjelasan mengenai Media Center ini pada sesi konferensi pers. “Kami merasa bahagia bisa bertemu rekan-rekan media. Media Center ini kami siapkan dalam menyukseskan dua forum ini,” ujar Budi Arie dalam keterangan persnya di BNDCC pada Minggu 1 September 2024.

Dalam pernyataannya, Budi Arie mengapresiasi dedikasi penuh para awak media atau para jurnalis baik dari luar negeri dan dalam negeri. “Kami apresiasi dedikasi rekan-rekan media. Ini forum internasional terakhir di kepemimpinan Presiden Jokowi selama 10 tahun. Semoga bisa menggaungkan nama Indonesia di dunia melalui kesuksesan acara ini,” katanya

Budi Arie mengatakan, selama satu dekade kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia telah menjadi tuan rumah berbagai forum internasional, seperti G20, ASEAN, AIS, World Water Forum, serta event-event bersekala internasional lainnya. Menurutnya, peran Indonesia dalam menggelar berbagai acara ini telah menarik perhatian dunia.

“Bahwa selama 10 tahun kepemimpinan Pak Presiden Joko Widodo ini, banyak sekali forum-forum yang dihadirkan sehingga harus diakui selama 10 tahun ini, Indonesia menjadi sorotan dunia. Dari mulai Tuan Rumah G20, ASEAN, AIS, dan banyak forum-forum dunia lainnya. Dan terakhir kita kesini urusan World Water Forum,” katanya. Lebih lanjut, Budie Arie menekankan, karena ini adalah periode terakhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo, diharapkan forum ini dapat meninggalkan kesan terbaik, tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga bagi masyarakat dunia.

“Nah, karena ini adalah periode terakhir dari Pak Presiden Joko Widodo, dalam kepemimpinan beliau, maka kita berharap forum ini juga bisa memberikan kesan terbaik, bukan hanya bagi masyarakat Indonesia, tapi juga masyarakat dunia,” ujar Budie Arie. Indonesia memiliki sejarah yang kuat dengan negara-negara Afrika, terutama sebagai penggagas Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung. Budie Arie berharap spirit tersebut terus bergema bagi Indonesia, sesuai dengan komitmen konstitusi dasar untuk menjaga perdamaian dunia.

“Bahwa kita punya histori yang baik dengan negara-negara Afrika, khususnya kita adalah penggagas konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung. Sehingga spirit ini mudah-mudahan bisa terus bergema bagi Indonesia, karena komitmen Indonesia sesuai dengan konstitusi dasar kita adalah menjaga perdamaian dunia,” pungkasnya. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Prabunindya Revta Revolusi menyatakan persiapan untuk fasilitasi jurnalis peliput acara internasional itu sudah berada pada titik optimal.

“Per malam tadi, semua perlengkapan mulai dari ruangan, hospitality, jaringan internet, dan aspek keamanan telah dipastikan siap,” jelasnya. Menurut Dirjen Prabu Revolusi, fasilitas fisik dan kenyamanan jurnalis juga telah disiapkan agar dapat bekerja dengan lancar dan nyaman. “Kami sangat memprioritaskan kenyamanan jurnalis dari berbagai media yang hadir. Ini akan memungkinkan mereka untuk menyebarkan informasi dengan cepat dan akurat, sehingga suara Indonesia bisa didengar lebih lantang di dunia,” tuturnya.

Hingga saat ini, sudah ada 535 orang jurnalis dari 28 media asing dan 88 media nasional yang telah mendaftar sebagai peliput HLF-MSP dan IAF 2024. Menurutnya, jumlah media yang terlibat mencerminkan arti penting acara ini dan minat yang besar dari kalangan media. “Jumlah ini melebihi ekspektasi awal kami yang hanya menargetkan sekitar 300 media. Antusiasme yang tinggi ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 535 jurnalis,” ungkap Dirjen IKP Kementerian Kominfo.

Guna melayani jurnalis, Kementerian Kominfo telah menyiapkan fasilitas media center dengan jaringan internet super cepat. Infrastruktur telekomunikasi di media center telah dipersiapkan dengan dukungan Telkom Indonesia untuk memastikan koneksi optimal. Selain itu, protokol keamanan jaringan secara ketat diterapkan dengan dukungan Badan Siber dan Sandi Negara, termasuk antisipasi terhadap potensi gangguan sinyal dan serangan siber.

“Kominfo juga meng-upgrade jaringan data guna menjamin kelancaran komunikasi jurnalis. Kami memastikan semua alat komunikasi, baik elektronik maupun non-elektronik, berfungsi tanpa gangguan,” jelas Dirjen Prabu Revolusi. Kementerian Kominfo siap memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung para jurnalis yang meliput acara penting tersebut. “Kami yakin media center siap melayani jurnalis dengan optimal,” tandas Prabu Revolusi. ana/ama


Back to top button