Gubernur Koster: Pariwisata Bali Sumbang Rp176 Triliun Devisa
Haluan Bali 100 Tahun Jadi Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Badung, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan besarnya kontribusi Bali terhadap perekonomian nasional melalui sektor pariwisata yang menghasilkan devisa sekitar Rp176 triliun. Besarnya kontribusi tersebut menjadi alasan Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat kebijakan pembangunan berkelanjutan melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Semesta Berencana.
Pernyataan tersebut disampaikan Koster saat memberikan keynote speech pada pembukaan The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026 di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Rabu (5/8/2026).
Dalam paparannya, Koster mengungkapkan sepanjang tahun 2025 jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali melalui jalur udara telah melampaui tujuh juta orang. Jumlah tersebut belum termasuk wisatawan yang datang melalui jalur laut maupun darat.
Menurutnya, dari lebih dari 15 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, sekitar 49 persen memilih Bali sebagai destinasi utama.
“Berdasarkan perhitungan kami, belanja wisatawan mancanegara menghasilkan devisa sekitar Rp176 triliun. Artinya, kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata Indonesia mencapai sekitar 55 persen. Ini merupakan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian nasional,” jelasnya.
Koster mengatakan sektor pariwisata kini menopang sekitar 66 persen struktur ekonomi Bali. Oleh sebab itu, keberlanjutan pariwisata hanya dapat dijaga apabila lingkungan tetap lestari, budaya tetap hidup, dan kualitas sumber daya manusia terus meningkat.
“Karena Bali sangat bergantung pada pariwisata, maka Bali harus dijaga. Alamnya harus lestari, manusianya harus berkualitas, dan budayanya harus tetap hidup. Itulah sebabnya kami menetapkan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun sebagai arah pembangunan jangka panjang agar Bali tetap eksis, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi untuk selamanya,” tegasnya.
Ia menjelaskan arah pembangunan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Semesta Berencana yang menjadi pedoman pembangunan Bali berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Sebagai implementasinya, Pemerintah Provinsi Bali menjalankan berbagai program strategis, di antaranya pengelolaan sampah berbasis sumber, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, pengembangan pertanian organik, serta pengurangan penggunaan pestisida kimia.
Selain itu, Bali juga mempercepat transformasi menuju energi bersih dengan menghentikan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan mendorong penggunaan kendaraan bermotor berbasis baterai.
“Kami ingin Bali menjadi provinsi yang ramah lingkungan dan menjadi contoh pembangunan berkelanjutan. Karena itu kami terus memperkuat kebijakan energi bersih, pengurangan emisi karbon, serta penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Koster.
Menurutnya, seluruh kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang agar Bali tetap menjadi destinasi wisata terbaik dunia sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan arah pembangunan yang jelas, Koster optimistis Bali akan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat hingga 100 tahun ke depan. mas/ama/*









