Made Urip Geber Implementasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Adat Beraban

Tabanan, PancarPOS | Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2021 dan rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno beberapa waktu lalu, juga dijadikan momentum oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., selaku Anggota MPR RI terus menggeber pemahaman dan implementasi 4 Pilar Kebangsaan. Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, menggelar sosilisasi nilai-nilai kebangsaan tersebut di Desa Adat Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, pada Jumat malam (7/7/2023).

Pada kesempatan itu, hadir Bendesa Adat Beraban, bersama krama adat, termasuk para pengurus STT, dan panitia turnamen volly desa setempat, dengan mendatangkan dua narasumber dari kader lumutan PDI Perjuangan I Wayan Gunadi dan I Nyoman Kartika. Krama adat nampak sangat antusias dan bersemangat mengikuti sosialisasi wawasan kebangsaan yang terus digenjot dengan kehadiran Made Urip yang datang langsung memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan. Apalagi selama ini, Made Urip dinilai sangat rajin turun ke tengah masyarakat untuk memberi bantuan.
Mereka merasa sangat berterima kasih banyak atas perhatian dan sumbangsih Made Urip bagi masyarakat selama ini, termasuk bantuan kegiatan turnamen volly desa setempat. Bahkan, kali ini secara khusus mengadakan sosialisasi untuk mengingatkan kembali jiwa nasionalisme dan rasa kebangsaan bagi warga desa adat. Di sisi lain, Made Urip mengaku bertatap muka dengan krama banjar adat untuk menjalankan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan sebagai program MPR RI. “Karena itu sangat perlu terus dilaksanakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Meskipun berada di pelosok desa, krama desa adat juga harus paham dan wajib mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Politisi senior asal Desa Tua, Marga Tabanan yang biasa dijuluki Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, menegaskan gambaran 4 Pilar Kebangsaan ini harus dingatkan kembali ke seluruh lapisan masyarakat. Dijelaskan 4 Pilar Kebangsaan ini dilaksanakan, karena ada kekhawatiran akibat gangguan dari dalam maupun luar. “Banyak persoalan yang meletup dan sensitif, seperti Papua yang menuntut kemerdekaan atau Aceh yang sempat ingin melepaskan diri dari NKRI. Bahkan persoalan agama saat sekarang ini, juga makin mencuat. Padahal sejak dulu kita sudah berbeda-beda agama, maupun suka dan ras, namun tetap bisa bersatu,” beber mantan Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI tersebut.
Seraya mengatakan akibat adanya persoalan nasionalisme inilah muncul gagasan untuk terus mensosialisikan 4 Pilar Kebangsaan oleh mantan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas (alm). “Termasuk Pancasila juga ingin diganti dengan ideologi lain, maka itu dicetuskan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini oleh almarhum Bapak Taufik Kiemas, yakni Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Inilah yang sekarang dijaga betul oleh Bapak Presiden Jokowi untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan,” tegas Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu.

Sembari menyebutkan sosialissi ini akan terus digalakan, bahkan sampai ke luar negeri untuk menyasar Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja maupun berada di luar negeri. ama/ksm









