Olahraga dan Pendidikan

ITB Stikom Bali Gelar Seminar Guru SMK/SMA se-Bali, Bangun Mindset Digital Guru di Sekolah


Denpasar, PancarPOS | Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali menggelar Seminar Guru SMK/SMA se-Bali dengan tema “Membangun Mindset Digital Guru di Sekolah di Aula ITB Stikom Bali, pada Senin (10/4/2023). Seminar yang dihadiri ratusan guru se-Bali itu, dibuka langsung Rektor ITB Stikom Bali, Dr. Dadang Hermawan. Acara ini bertujuan untuk membagi wawasan untuk menghadapi jaman digital. Dikatakan sebagai perguruan tinggi wajib melakukan pengabdian dan penelitian, karena sebagai pendidik generasi muda harus serius mengantarkan masa depannya.

1bl#ik-017.4/4/2023

Sayangnya, masih ada yang keliru dengan pola pendidikan, karena seharusnya tidak kalah dengan negara lain, akibat penekanan pendidikan karakter masih kurang. “Seperti sejumlah kasus yang menjerat pejabat negara yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Berarti ini ada yang keliru, akibat kurangnya pendidikan karakter,” tegasnya, seraya mengatakan di ITB Stikom Bali wajib memberikan pemahaman karakter setiap mengajar, dan selalu menekankan untuk menggugah karakter anak-anak kuliah, selain memberikan pendidikan wajib.

“Semua pendidikan karakter kita berikan dan wajib introspeksi diri, kenapa murid kita sudah jadi orang besar dan pejabat negara berlaku serendah itu? Meskipun di dunia global yang penuh dengan kehidupan materi menjadi efek samping saat ini,” tandasnya. Selain itu, dijelaskan di jaman digitalisasi sudah merasakan banyak penomena baru yang mengakibatkan perubahan. Seperti di perusahaan, maupun BUMN, di antaranya Telkom dan Astra setiap tahun membutuhkan ribuan tenaga kerja di bidang digital atau TIK. Bahkan Telkom setiap tahun meminta 1.000 orang tenaga kerja komputer, namun tidak pernah bisa terpenuhi.

1bl#ik-003/31/1/2023

“Karena sekarang back groundnya meminta sarjana komputer, tapi untuk dilatih menjadi SDM di bidang lainnya. Ini berbeda dari sebelumnya,” bebernya, seraya menyebutkan ada formasi di Kejaksaan Agung (Kejagung) yang sempat membutuhkan 7 sampai 8 ribu tenaga kerja, dan dari jumlah tersebut sekitar 400 dari sarjana IT setiap tahun tidak bisa tercapai. Namun dari sarjana Prodi lainnya malah melimpah. “Makanya saya sering diminta data alumni. Ini adalah penomena kedua,” ungkapnya. Disebutkan penomena ketiga sebagai dampak kehidupan, seperti di daerah Canggu dan Brawa, Kuta Utara, Badung ternyata banyak yang menyewa tempat dan bekerja di sana.

“Tentu saja kegiatan mereka berkaitan dengan IT. Karena itu jangan sampai kita telat dan mereka sudah masuk dengan masif dan tidak diperhatian pemerintah. Karena mereka bisa bekerja dengan work from home. Karena itu kita ingin generasi kita bisa menatap masa dengan on the track di jaman digital,” imbuhnya, sembari menegaskan, saat ini Sarjana Komputer sebagai gelar kekinian dan masa depan bagi generasi muda, agar tidak masuk ke dunia yang sempit untuk masa depannya. Apalagi terbukti Sarjana Komputer sebenarnya hampir tidak ada yang mengganggur. Karena itu, pihaknya berharap melalui seminar maupun workshop ini, bisa menjadi sharing pengetahuan sekaligus mengingatkan kembali di jaman digital para guru bisa mendorong dan melanjutkan jurusan yang bisa membawa masa depannya menjadi lebih baik.

1bl#ik-016.4/4/2023

“Banyak program, baik sotfware maupun hardware untuk melatih digitalisasi di sekolah, sehingga jangan sampai mereka ketinggalan dan menjadi penonton saja,” pungkas Dr. Dadang Hermawan yang langsung melakukan penandatangan kerja sama dan MoU, antara ITB Stikom Bali dengan SMA Bali Mandara. Pada kesempatan itu, Kepala SMA Bali Mandara, Ni Made Sri Narawati, S.Pd., M.Pd., mengakui SMA Bali Mandara menjalin kerja sama dengan ITB Stikom Bali untuk pemberian bea siswa dan pemagangan ke luar negeri. Kerja sama ini sangat penting, karena banyak siswa yang berminat, sehingga terus melakukan kerja sama dengan ITB Stikom Bali.

Apalagi kerja sama tersebut sudah berjalan lama, karena terus mendapat support dari ITB Stikom Bali, khususnya di bidang IT sejak tahun 2019. “Banyak siswa kami yang melanjutkan kuliah di S1 Sistem Informasi,” ungkapnya. Di sisi lain, Dra. Ni Made Astuti, M.MKom, selaku Direktur Pemasaran dan Humas ITB Stikom Bali membenarkan telah lama bekerja sama dengan SMA Bali Mandara, karena memberi pendidikan bagi dari siswa kurang mampu dan berada di asrama, sehingga karakternya tidak perlu mendidik lagi. Karena itu, ITB Stikom Bali memberikan bea siswa pendidikan dan menyalurkan kerja magang ke Jepang.

1bl#ik-004/31/1/2023

“Ada 6 siswa yang berangkat dan sudah ada yang balik dan ada yang masih di Jepang. Mereka juga bisa mendapat penghasilan di Jepang, sehingga nantinya bisa dipakai biaya melanjutkan pendidikan,” bebernya. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button