Gubernur Koster Yakin Bali Mampu Kembali ke Lima Besar PON Nasional

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster optimistis kepengurusan KONI Bali periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan I Nyoman Giri Prasta mampu mengembalikan prestasi olahraga Bali ke jajaran lima besar nasional pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di NTB–NTT.
Keyakinan itu disampaikan Koster saat menghadiri acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus KONI Bali periode 2026–2030 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/5/2026).
Dalam sambutannya, Koster menegaskan Bali memiliki sejarah prestasi olahraga yang membanggakan. Pada PON XX Papua, Bali sukses menempati peringkat kelima nasional, sedangkan pada PON XXI Aceh-Sumut Bali berada di posisi ketujuh.
Karena itu, ia berharap di bawah kepemimpinan Giri Prasta, Bali mampu kembali menembus lima besar bahkan melampaui capaian sebelumnya.
“Saya yakin setiap pemimpin memiliki tujuan dan motivasi untuk memajukan organisasi yang dipimpinnya. Sama halnya dengan KONI, saya yakin Giri Prasta yang terpilih memimpin KONI empat tahun ke depan juga memiliki visi untuk memberikan yang terbaik bagi daerah. Besar harapan saya, pada PON 2027 yang akan diselenggarakan di NTB nanti, Bali mampu kembali menduduki peringkat kelima, bahkan lebih tinggi dari itu,” tegas Koster.
Menurut Koster, kunci keberhasilan olahraga Bali terletak pada keseriusan pembinaan atlet sejak dini serta pemetaan cabang olahraga potensial peraih medali.
Ia meminta jajaran KONI dan para pelatih mulai menyusun strategi pembinaan yang lebih terarah termasuk memastikan kebutuhan atlet terpenuhi secara maksimal.
“Jangan sampai atlet kita melemah karena kurangnya perhatian. Kita bisa bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan para atlet, salah satunya melalui pelibatan CSR,” ujarnya.
Koster juga menyoroti pentingnya pemanfaatan fasilitas olahraga seperti GOR Ngurah Rai sebagai pusat latihan atlet Bali.
Menurutnya, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara pengurus, pelatih, dan atlet harus terus dijaga agar pembinaan olahraga Bali berjalan solid dan berkelanjutan.
Selain target prestasi olahraga, Koster juga mendorong Bali menjadi pusat sport tourism nasional dan internasional.
Ia meminta KONI Bali mulai mempersiapkan penyelenggaraan event olahraga berkualitas secara rutin yang mampu menarik atlet nasional maupun dunia datang ke Bali.
Menurutnya, sport tourism bukan hanya memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan sektor pariwisata.
“Bali harus mampu menjadi destinasi sport tourism yang mendatangkan atlet sekaligus wisatawan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyambut positif semangat Bali dalam membangun sport tourism.
Menurutnya, Bali memiliki keunggulan besar dibanding daerah lain karena mampu memadukan kualitas event olahraga dengan daya tarik pariwisata internasional.
“Sport tourism Bali akan semakin unggul dibanding daerah lain. Para atlet tidak hanya memperoleh pengalaman olahraga yang berkualitas, tetapi juga menikmati keindahan Bali sebagai destinasi pariwisata,” ujarnya.
Marciano juga mendukung Bali menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan internasional, namun ia mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas penyelenggaraan termasuk kualitas wasit dan jaminan keamanan atlet selama bertanding.
Sementara itu, Ketua KONI Bali periode 2026–2030, I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin KONI Bali.
“Mengemban tugas sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Bali, saya menyadari bahwa ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa prestasi olahraga Bali ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Giri Prasta menegaskan pihaknya akan memperkuat pembinaan olahraga Bali melalui 56 cabang olahraga yang berada di bawah KONI Bali.
Menurutnya, olahraga bukan hanya soal prestasi fisik, tetapi juga sarana membangun karakter, disiplin, mental kesatria, dan integritas generasi muda Bali.
Ia optimistis Bali mampu kembali menjadi salah satu kekuatan utama olahraga nasional sekaligus pusat penyelenggaraan event olahraga internasional. mas/ama/*









