Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Serahkan Vertikal Dryer 10 Ton Senilai Rp2 Miliar di Sukasada

Lilik Nurmiasih Terharu, Ingatkan Bantuan Berkat Made Urip


Buleleng, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali Turba untuk meresmikan, sekaligus penyerahan secara simbolis oleh-oleh bantuan aspirasi senilai Rp2 miliar. Bantuan yang diperjuangkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, berupa Veritkal Dryer dengan kapasitas 10 Ton, sebagai bantuan aspirasi di Subak Yeh Lawas, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada Sabtu (4/2/2023). Kunjungan kerja Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, didampingi Anggota DPRD Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, Kadek Setiawan bersama Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, SH., beserta Anggota DPRD Buleleng dari Fraksi PDI Perjuangan, Ni Made Lilik Nurmiasih, beserta Kadis Pertanian Buleleng, Perbekel Panji Anom, serta Lurah Sukasada yang disaksikan para petani dari 6 subak yang hadir tergabung dalam satu Gapoktan Panca Winangun.

1bl#ik-003/31/1/2023

Pada kesempatan itu, Kelian Subak Yeh Lawas, Putu Odik Herawan mengakui sebelum diberikan bantuan Vertikal Dryer 10 Ton dari Made Urip ini, para petani terpaksa harus membawa hasil gabah dikirim ke Singaraja. Tapi sekarang, berkat bantuan Made Urip yang difasilitasi bersama Lilik Nurmiasih telah memberikan Vertikal Dryer yang sangat dibutuhkan oleh petani dan krama subak di Sukasada. Apalagi penyosohan beras ini satu-satunya di Sukasada, sehingga bisa digunakan untuk mengolah hasil produksi gabah di Sukasada, termasuk di Buleleng. “Kami merasa bangga dengan Pak Made Urip, karena hanya beliau yang bisa mewujudkan bantuan Vertikal Dryer satu-satunya di Buleleng,” sebutnya dengan penuh semangat, sekaligus berharap Made Urip bisa terus memperhatikan keberadaan subak di Sukasada dengan berbagai bantuan dan aspisasi di tingkat pusat.

Hal senada ditegaskan Lilik Nurmiasih, sebagai salah satu Srikandi PDI Perjuangan Dapil Sukasada menyampaikan suka cita, karena krama subak di Sukasada telah diberikan bantuan Vertikal Dryer oleh Made Urip. Apalagi hanya di Kecamatan Sukasada yang dibantu mendapatkan bantuan Vertikal Driyer yang sangat bermanfaat bagi krama subak. Karena itulah, bantuan yang diberikan ini harus terus diingat oleh seluruh petani dan krama subak di Sukasada. Selain itu, pihaknya bersama krama subak juga sangat berharap agar Made Urip bisa terus bisa duduk di DPR RI, sehingga dapat membantu petani dan krama subak di Bali termasuk di Buleleng. “Saya sangat terharu bantuan ini bisa terwujud berkat Pak Made Urip, serta dukungan bersama masyarakat yang nantinya bisa sangat berguna bagi krama subak di Sukasada,” ujar Anggota Komisi III DPRD Buleleng itu.

1bl#ik-004/31/1/2023

Gede Supriatna, sebagai Ketua DPRD Buleleng mengungkapkan bantuan Vertikal Dryer ini sebagai bukti riil perjuangan Made Urip yang disupport melalui dana aspirasi Pemerintah Pusat. Apalagi selama ini, M-U tidak pernah henti-hentinya memberikan perhatian dan bantuan aspirasi yang dikucurkan tidak saja ke Buleleng, namun untuk para kelompok tani dan subak di seluruh Bali. Dikatakan Made Urip juga sangat terkenal, karena sangat rajin turun sekaligus membantu para petani dan krama subak. “Kami sangat bersyukur ada wakil rakyat kita yang khusus mengurus pertanian di pusat. Kalau tidak akan sangat susah mendapatkan bantuan Vertikal Dryer seperti ini,” tandasnya, seraya berharap agar bantuan Made Urip tidak pernah berhenti di Buleleng sebagai daerah terluas di Bali. Seperti bantuan Vertikal Dryer sebesar Rp2 miliar ini yang nilainya sangat besar dan sangat bermanfaat bagi subak di Sukasada.

Di sisi lain, Kadek Setiawan yang juga Anggota Komisi III DPRD Bali mengakui bantuan yang difasilitasi oleh Made Urip telah menjawab keperluan subak di Sukasada selama ini. Hal ini juga menjadi tanggungjawab dan kewajiban kader PDI Perjuangan sebagai penyambung aspirasi rakyat, termasuk petani dan krama subak. Sedangkan sebagai rakyat mempunyai kewajiban politik nantinya untuk memilih dan mencoblos wakil rakyat saat Pemilu. “Nantinya jangan sampai karena uang Rp100 ribu lupa dengan Pak Made Urip, karena bantuannya ini nilainya miliaran. Lihat siapa wakil rakyat yang paling rajin dan sudah terbukti yang dipilih,” tegasnya, sembari mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang terus membawa bantuan aspirasi untuk masyarakat di Buleleng, seperti Vertikal Dryer ini. “Kami harap nantinya bantuan ini akan ada di setiap kecamatan,” pungkasnya.

1th#ik-4/12/2022

Sementara itu, Kadis Pertanian Buleleng, Made Sumiarta menyebutkan melalui wujud nyata perjuangan bantuan aspirasi dari Made Urip ikut menggenjot sektor di pertanian Buleleng ke depan, sehingga bisa terus berikprah dan berkembang. Hal ini telah dibuktikan melalui bantuan Vertikal Dryer yang disadari sangat dibutuhkan untuk mempecepat pengolahan gabah di Buleleng yang bisa memproduksi gabah sebanyak 129 ribu ton per tahun. Akan tetapi selama ini, sangat disayangkan sekitar 70 persen gabah harus dibawa ke luar Buleleng, sehingga harus diantisipasi dengan menyiapkan sarana-prasarana, seperti penyosohan gabah ini. “Kita akan antisipasi bersama Pak Made Urip di pusat ke depannya. Termasuk meningkatkan produktifitas pertanian, khususnya beras yang harusnya bisa surplus di Buleleng,” paparnya.

Di sela-sela meresmikan Vertikal Dryer tersebut, Made Urip memaparkan bantuan Vertikal Dryer ini difasilitasi pada tahun 2022. Untuk itu, ia berharap agar dimanfaatkan dengan baik untuk membantu mengolah hasil produksi gabah di Sukasada. Selain itu, ke depan juga harus bisa membuat brand beras sendiri di Sukasada, sebagai program proses pasca panen. “Kita tak bisa jauh-jauh membawa hasil gabah ini, agar editvaluenya bisa dinikmati langsung oleh para petani. Karena petani sebagai pahlawan pangan untuk menjaga perut rakyat,” katanya. Perlu diketahui, daerah Buleleng punya potensi yang luar biasa di sektor pertanian termasuk perkebunan dan peternakan yang harus terus dijaga dan dikelola dengan baik. Apalagi dampak pandemi Covid-19 sudah memberikan pelajaran bagi perekonomian Bali, sehingga banyak yang pulang kampung kembali menggeluti sektor pertanian.

1bl#ik-21/7/2021

Dikatakan Anggota DPR RI terpilih dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ke-7 nasional itu, sesuai dengan kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat ini Bali tidak bisa hanya mengandalkan sektor pariwisata saja, sehingga sektor pertanian harus diperkuat melalui subak yang ada di Bali. Ke depan, Made Urip juga siap mengandopsi aspirasi di sektor pertanian yang perlu mendapat sentuhan melalui bantuan APBN dari Pemerintah Pusat. “Saya berharap bantuan ini bisa digunakan dan dikelola dengan baik, sehingga petani ke depan semakin sejahtera melalui kehadiran Vertikal Dryer ini. Jangan hanya hangat-hangat tahi ayam, dan itu harus dihindari. Apalagi bantuan APBN, sehingga harus dipertanggungjawabkan karena sewatu-waktu bisa dipantau,” ungkap M-U yang menegaskankan telah dicanangkan Bali Organik di tahun 2024, sehingga semua hasil pertanian harus organik.

Karena itulah, Made Urip siap memfasilitasi berbagai bantuan untuk mendukung pertanian organik, seperti program UPPO termasuk bantuan sapi betina produktif. Selain itu, ke depan akan diagendakan, berupa bantuan paket ikan untuk meningkatkan asupan gizi guna menurunkan angka stunting di Buleleng. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button