Nasional

Rocky N Resmikan Perguruan Kebathinan “Gunung Wisesa”, Ajarkan Ilmu Asli Bali dan Jawa Majapahit

Denpasar, PancarPOS | Berkah alam datang silih berganti dalam kehidupan Dr. I Ketut Rochineng, SH., MH. Mendalami ilmu spiritual sejak 1979 selepas lulus SMA, lima pengawal alias ajudan dari alam gaib bersahabat dengan pria yang akrab disapa Rocky N itu. Makhluk-makhluk gaib tersebut bernama Nengrus, Dewi Cuaca, Ki Harmono, Arga, dan Romo Angker. Pria 64 tahun yang kerap mendapat panggilan gaib dari Pura Dalem Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng itu mengaku menerima panugrahan atau paica dari pura tersebut yang disaksikan oleh Kades Petemon dan Jro Mangku Dalem. Beberapa saat kemudian tepatnya pada akhir bulan Desember 2020, Rocky N didatangi makhluk gaib pada malam hari pukul 24.00 Wita di rumahnya di Denpasar. Silih berganti makhluk gaib hadir dalam kehidupan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali yang meresmikan Perguruan Kebathinan “Gunung Wisesa” di kediamannya, Jalan Buana Taman No. 5 Padangsambian, Denpasar Barat, Minggu (7/8/2022) pada pukul 10.48 WITA.

Rocky N saat meresmikan Perguruan Kebathinan “Gunung Wisesa”. (foto: ama)

Dalam perguruan ini, Rochineng memiliki misi tulus membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk mendalami seri ilmu kebatinan yang tidak kasat mata dan sulit dibuktikan. Sebagai kader yang menamatkan diri dari perguruan ini sejak puluhan tahun lalu, Rocky N menegaskan Perguruan Kebathinan Gunung Wisesa merupakan sarana bagi dirinya untuk melestarikan warisan leluhur. Di tengah dinamika zaman yang semakin global dan modern, Rocky N mengajak masyarakat mendekatkan diri pada ajaran suci leluhur Bali. “Ilmu atau ajaran ini sudah ada lama sekali sekitar tahun 1950 yang dikembangkan oleh Maha Guru Pekak Gunung yang berasal dari Banjar Celagi Gendong, Pemecutan, Denpasar. Ajaran ini merupakan perpaduan ilmu asli Bali dan Jawa Majapahit,” ujar Rochineng yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Kerohanian Pusat Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa ini. “Dulu di masa penjajahan masyarakat Bali melawan musuh dengan ilmu ini dan berhasil memerdekakan Indonesia,” imbuhnya.

Ditegaskan Rocky N, peresmian Perguruan Kebathinan Gunung Wisesa ini, didasari niat tulus agar ajaran warisan leluhur Bali yang diramu Pekak Gunung agar tidak punah. “Yang menamatkan diri dari perguruan ini bisa dihitung dengan jari, tapi mereka sudah banyak yang meninggal dunia. Nah, kini yang masih tersisa tinggal dua orang saja. Salah satunya saya,” ungkapnya. “Maka dari itu, mumpung saya masih diberikan kesehatan di usai 64 tahun ini, saya ingin membangkitkan lagi ajaran ini, sehingga nanti ada generasi berikutnya yang meneruskannya, sehingga tidak punah” imbuh Ketua Umum FORKI Bali periode 2012-2022. Dengan diresmikannya Perguruan Kebathinan Gunung Wisesa ini, Rocky N sekali lagi menegaskan niat tulus untuk ngayah mempertahankan ajaran suci leluhur. Salah satu wujud komitmen misi tersebut adalah akan menerima sisya atau murid secara ikhlas alias tanpa biaya. Pendaftarannya gratis, termasuk sarana dan prasarana penunjang latihan juga disiapkan cuma-cuma. “Yang paling penting, ada ketulusan dalam diri dan kesejatian untuk mengikui ajaran ini. Tantangannya sangat besar, sehingga dibutuhkan ketekunan, keyakinan, dan ketulusan batin,” imbuhnya.

Rocky N, usai peresmian Perguruan Kebathinan Gunung Wisesa memberi ajaran warisan leluhur Bali yang diramu Pekak Gunung. (foto: ama)

Diakuinya, dalam proses pembelajaran nanti pasti ada kendala-kendala maupun rintangan, baik fisik maupun non fisik yang dialami peserta. “Karena dalam ajaran ini di dalamnya ada materi tentang pemahaman dan pengenalan terhadap diri sendiri sebelum meningkat memahami Sang Maha Pencipta,” ungkap Rochineng yang nanti berperan sebagai pelatih atau guru dari perguruan ini. Bagi Ketut Rochineng yang sudah menamatkan diri di perguruan ini, sangat banyak manfaat yang diperoleh jika mempelajari ajaran ini dengan sungguh-sungguh. “Tak hanya baik untuk diri sendiri maupun keluarga, juga baik untuk orang lain,” ucapnya. Yang menarik, sebelum diresmikan, Perguruan Kebathinan Gunung Wisesa ini sudah memiliki puluhan murid. “Mereka bahkan sudah ada yang dilantik,” pungkas Rochineng yang juga dikenal sebagai seorang penyanyi Bali yang tak hanya berkomunikasi dengan Jero Ratun Gamang di Pura Puncak Batu Kursi, Pemuteran, Buleleng, melainkan juga dengan makhluk gaib lintas pulau. ija/ama/ksm

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button