Made Urip Buka Bimtek Pengembangan Peternakan, Ingatkan Jaga dan Lestarikan Sapi Bali

Tabanan, PancarPOS | Sekitar 100 PPL beserta kelompok tani dan ternak di Tabanan nampak cerah dan sumringah, ketika kembali bertatap muka dengan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Betapa tidak, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, datang langsung membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Pengembangan Peternakan di Wantilan Apple Villa, Desa Adat Bedha, Desa Sudimara, Tabanan, Kamis (14/4/2022).

Kunjungan kerja Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup tersebut, kali ini menggelar Bimtek bersama Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian yang diwakili Plt. Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HTP) Denpasar, Ir. Eliza Diany, MP., yang dihadiri Kadis Pertanian Tabanan, Ir. I Nyoman Budana, MM., beserta Anggota DPRD Tabanan, I Gede Oka Winaya, SE., dengan menghadirkan dua narasumber dari Kepala BPTP Bali, Dr.Ir. I Made Rai Yasa, MP., dan AA. Ngurah Badung Sarmuda Dinata, SPt., MP.

Salah satu peserta, Ketua Kelompok Walung Merta, I Made Tawan mengucapkan banyak terima kasih kepada Made Urip yang sampai saat ini sangat memperhatikan petani di Bali. Bahkan, terus berupaya memajukan peternakan, karena berkat bimbingan Made Urip kembali memberikan Bimtek untuk menambah wawasan dan membangkitkan semangat peternak untuk mensejahterakan kelompok. “Jadi semua petenak mengucapkan terima kasih kepada Pak Made Urip,” tandasnya. Pada kesempatan itu, Kadis Pertanian Tabanan, Nyoman Budana, juga merasa sangat terbantu, karena Made Urip selama ini terus berjuang di sektor pertanian semejak 5 periode duduk sebagai Anggota Komisi IV DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, dikatakan terus berjuang untuk mensejahterakan para petani dan peternak di Tabanan yang kali ini bersama BPTU-HPT Denpasar dan BPTP Bali untuk menguatkan sektor peternakan. Untuk itu, diharapkan agar Made Urip tetap memperhatikan Tabanan, karena sangat banyak program dan bantuan yang sudah direalisasikan. “Mau tidak mau suka tidak suka kita juga harus ikut bergerak, karena ini urusan perut. Karena itu, tolong ikuti Bimtek dari Pak Urip ini dengan baik dan tuntas. Karena wawasan tentang peternakan ini sangat penting,” tutupnya.

Di sisi lain, Plt. Kepala BPTU HPT Denpasar, Eliza Diany berharap melalui Bimtek ini bisa menjadi semangat untuk mendukung kemajuan peternakan. Untuk itulah, kerjasama Komisi IX DPR RI dengan Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian tahun 2022 digelar khusus di Tabanan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Made Urip yang selalu mendukung secara legislasi dan anggaran untuk kemajuan peternakan dan kesehatan hewan, termasuk di Tabanan,” terangnya, seraya menyadari tentang pentingnya pangan untuk mewujudkan swasembadaya pangan hewani yang cukup dan berkualitas bagi masyarakat yang berbasis sumber daya lokal.

Karena itu harus digerakan semua sumber daya untuk mewujudkan Indonesia sebagai sumber pangan dunia, sehingga pembangunan di sektor peternakan bisa berjalan lebih efektif. Salah satunya dengan mengalokasikan bantuan tahun 2022 untuk memberdayakan dan meningkatkan populasi ternak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak di Kabupaten Tabanan. Termasuk usaha sapi potong, kambing dan domba bisa dikembangkan dengan SDM yang berkualitas melalui inovasi dan terobosan melalui Bimtek yang dapat meningkatan wawawasan dan kompetensi peternak,” tegasnya.

Di sela-sela membuka Bimtek, Made Urip menyampaikan sebagai anggota dewan yang khusus mengurus perut rakyat akan terus mendorong perkembangan sektor pertanian termasuk sub sektor peternakan. “Kita perjuangkan di Komisi IV DPR RI, baik di sisi anggaran maupun regulasinya,” ujarnya. Seperti Bimtek ini untuk memberikan pengetahuan pengembangkan kawasan peternakan, terutama basis peternakan rakyat yang harus digenjot bersama. Apalagi negara selama ini, belum mampu memenuhi kebutuhan domestik dan lebih banyak masuk daging sapi impor dari Australia dan New Zealand serta daging kerbau dari India, terutama saat menjelang Idul Fitri yang harganya naik signifikan.

Karena itu, harus diambil kebijakan di sektor pangan, meskipun ke depan akan banyak menjadi tantangan yang sangat besar. Apalagi sektor pangan adalah hak asasi, sehingga negera wajib menyiapkan pangan yang cukup dan terjangkau bagi rakyatnya. Namun juga banyak tantangan yang sangat besar, terutama alih fungsi lahan kelas 1 yang sulit mencari penggantinya. Di samping itu, Petani juga sudah berumur tua, sehingga harus ada regenerasi. Untungnya sekarang sudah banyak generasi muda dan milenial yang mulai serius menekuni dunia pertanian. Disarankan untuk memenuhi kebutuhan domestik peternakan harus membentuk kelompok ternak di daerah, agar tidak lagi impor daging.

Selain itu, di Bali juga punya Sapi Bali yang perlu dilestarikan dan dijaga kemurniannya agar tidak punah, sehingga populasinya harus terus ditingkatkan. “Ini yang harus dijaga bersama untuk mengembangkan Sapi Bali kita dengan mencarikan akses, baik melalui UPPO atau program sapi betina produktif agar bisa terjaga dan ditingkatkan populasinya. Termasuk juga kambing dan ayam agar dipelihara dengan baik, sehingga terus berkembang. Karena itu ikuti Bimtek ini dari awal hingga akhir, jangan main-main dengan hadir saja, kemudian lari,” pungkasnya. nantama/ksm









