Made Urip Buka Bimtek Mutu dan Nilai Tambah Produk Perikanan, Perkuat Daya Saing Pasar Global

Tabanan, PancarPOS | Mutu dan daya saing pengolahan produk perikanan menjadi salah satu perhatian serius Anggota Komisi IV DPR RI dari FraksI PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., di masa pandemi Covid-19. Kali ini, wakil rakyat sejuta traktor yang akrab disapa M-U ini, bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Mutu dan Nilai Tambah Produk Perikanan di Tabanan, Rabu (15/3/2022). Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, turun bersama Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP yang diwakili Direktur Pengolahan dan Bina Mutu, Dr. Trisna Ningsih, A.Pi., M.Si., membuka secara resmi Bimtek yang diikuti 70 peserta dengan tema “Hasilkan Produk Kelautan dan Perikanan Bermutu, Bernilai Tambah, Berdaya Saing”.

Sebagai salah satu peserta, Ketua Poklahsar Sari Nadi, NI Luh Putu Santi Arini mengucapkan terima kasih atas upaya dan kerja keras Made Urip untuk meningkatkan mutu dan daya saing produksi perikanan, khususnya di Tabanan. Apalagi Made Urip bersama KKP sudah berkali-kali memberikan bantuan dan bimbingan bagi para kelompok pengolahan produk perikanan. “Berkat Pak Made Urip kami bisa mendapat Bimtek dari KKP, sehingga mendapatkan ilmu dan pendampingam untuk menambah wawasan peserta dan kelompok perikanan. Terima kasih kepada Pak Urip sebagai perwakilan kami di pusat bersama KKP,” ujarnya. Mewakili Kadis Perikanan Tabanan, Sekretaris Dinas Perikanan Tabanan, Ir. I Kade Artina, M.Si., mengucapkan selamat datang kepada Made Urip yang selalu tampil energik dan sangat luar biasa berkeliling Bali membantu sektor pertanian dalam arti luas termasuk perikanan bersama jajaran KKP.

Disadari sesuai visi dan misi Kabupaten Tabanan, juga ikut diwujudkan melalui Bimtek ini dengan mengolah produk perikanan yang siap dan aman dikonsumsi, sekaligus mencetak SDM yang unggul dan berdaya saing untuk menambahkan kesejahteraan keluarga. Melalui Bimtek ini diyakini bisa mempercepat proses peningkatkan SDM bidang perikanan yang menjadi tumpuan hidup sebagaian besar masyarakat di Tabanan. Apalagi tingkat konsumsi ikan di Tabanan tercatat masih rendah 31,67 kg per kapita pertahun dibandingkan Provinsi Bali sekitar 38,93 kg perkapita pertahun. “Kami berharap melalui pelatihan Bimtek ini bisa bermanfaat bagi para peserta ke depan untuk menambah ilmu dan wawasan terkait pengolahan produk perikanan,” tutupnya. Di sisi lain, Direktur Pengolahan dan Bina Mutu, Dr. Trisna Ningsih, mengaku sangat senang dan bahagia bisa bertatap muka langsung dengan Made Urip di masa pandemi Covid-19 ini dengan menggelar Bimtek pengolahan produk perikanan.

Tujuannya untuk berbagi cara mengolah dan memanfaatkan sektor perikanan guna meningkatkan kesehteraan masyarakat dengan lebih banyak terjun ke lapangan untuk mengolah produk perikanan dengan berbagai inovasi, agar menjadi makanan yang lebih menarik dan bermanfaat, seperti bakso, otak-otak maupun cake. Selain itu, sangat banyak program dan kegiatan yang didukung oleh Made Urip, seperti bantuan peralatan pengolahan termasuk permodalan, maupun Bimtek untuk meningkatan wawasan bagi SDM yang memiliki usaha yang bergerak di sektor perikanan. “Kita dapat strategikan inovasi untuk mengembangkan pengolahan ikan yang bisa bernilai jual yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat yang aman dikonsumsi. Untuk itu, ikan harus diolah dengan baik biar aman dan sehat, karena ikan itu cepat membusuk. Jika sudah busuk diolah seperti apapun tidak akan baik untuk dikonsumsi masyarakat, karena juga harus ada sertifikat kelayakan yang harus dipenuhi,” tegasnya.

Ke depan diharapkan seluruh peserta Bimtek harus mampu mengolah produk yang bermutu, bernilai tambah dan berdaya saing dengan negara lain. Di samping itu, KKP juga ada program pemasaran yang disiapkan untuk produk olahan yang didukung dengan permodalan agar pelaku usaha lebih kuat. “Mudah-mudahan Pak Made Urip terus mendukung KKP agar pelaku usaha naik kelas dengan produk yang siap dipasarkan, sehingga tidak ada produk perikanan yang dibuang. Selain itu, pemerintah dan pihak lainnya semuanya pasti mendukung, sehingga mari kita terus makan ikan,” pungkasnya. Saat memberikan sambutan untuk membuka Bimtek, Made Urip menegaskan Bimtek ini sebagai program kebijakan strategis bersama KKP sebagai salah satu mitra Komisi IV DPR RI. Bimtek ini diberikan untuk memberi wawasan para pelaku pengolahan ikan yang bergerak di pasca panen, agar mutu bisa dipertahankan, sekaligus memiliki daya saing di pasar global.

Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini menyebutkan sektor kelautan dan perikanan memilki potensi yang sangat luar biasa. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 bisa tetap bertahan karena bisa tumbuh bersama sektor pertanian yang memberikan kontribusi ekonomi kepada masyarakat. “Saya berharap agar peserta mengikuti Bimtek ini dengan baik untuk menambah sumber daya kelautan baik darat maupun laut,” ucap bakal calon Wakil Gubernur Bali era Pilgub Bali tahun 2013 itu. Apalagi dikatakan, di Kabupaten Tabanan produk budidaya ikan masih sangat luar biasa, seperti ikan nila, lele dan kaper. “Bagaimana memanfaatkan potensi ini, terutama penguatan modalnya dari sisi kelompok budidaya dan pasca panennya. Karena mutu dan daya saing harus dikejar dan diperhatikan, apalagi persaingan pasar sangat ketat dengan negara lain, seperti ikan salmon sudah masuk pasar dunia. Kita harus mampu bersaing di dunia global ini. Kalau produk bisa masuk pasar dunia jangan main-main, dan harus jaga pasar dan mutunya,” tandas M-U.

Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu lebih lanjut menjelaskan, Gubernur Bali, Wayan Koster juga sudah meredesain pembangunan di Bali agar tidak hanya tergantung di sektor pariwisata. Jadi sekarang ini Gubernur Bali sudah menempatkan sektor pertanian arti luas menjadi sektor unggulan, termasuk UMKM yang harus terus mendapat sentuhan untuk memperkuat akses dan mutu produk agar bisa dipertahankan. ama/ksm









