Luncurkan 40 Ekor Sapi Betina Produktif di Payangan, Made Urip: Kalau Nanti Sudah Bunting, Bayangkan Itu!

Gianyar, PancarPOS | Meskipun di masa pandemi Covid-19, namun tetap tidak menyurutkan komitmen Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., untuk membantu masyarakat. Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut, meluncurkan bantuan 40 ekor sapi betina produktif yang diserahkan secara simbolis di Banjar Kerta, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, Senin (31/1/2022). Penyerahan bantuan aspirasi 40 ekor Sapi Bali yang diperjuangkan Anggota DPR RI terpilih lima periode ini, untuk dua kelompok tani ternak di Desa Kerta dan Desa Bunteh yang bersinergi dengan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali dan Gianyar, I Made Rai Warsa, S.Sos dan I Nyoman Kandel, SH. Pada kesempatan itu, hadir Kadis Pertanian Gianyar, Balai Besar Veteriner (BB-Vet) Denpasar, Ketua KTNA Gianyar, Perbekel Desa Kerta, Prajuru Adat dan Dinas Desa Kerta, Pengurus PAC PDI Perjuangan Payangan bersama Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Payangan.

Usai menerima bantuan, Ketua Kelompok Tani dan Ternak Bunteh Mandiri, I Wayan Sumerta bersama Ketua Kelompok Kerta Gunung Sari, I Wayan Sudira Arsa mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diperjuangkan Made Urip. Untuk itu ke depan, mereka berharap agar ada bantuan lainnya untuk mendukung keberlangsungan kelompok tani ternak tersebut. “Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Made Urip, semoga ke depan kami bisa dibantu kembali untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok kami,” paparnya. Di sini lain, Perbekel Desa Kerta, I Made Gunawan, SP., SH., M.Par., mengaku menerima kunjungan, sekaligus bantuan yang difasilitasi langsung oleh Made Urip. Untuk itu, pihaknya merasa sangat bangga dan bahagia, karena selalu mendapat perhatian dan bantuan yang sangat banyak di Desa Kerta yang difasilitasi Made Urip bersama jajaran PDI Perjuangan. Oleh karena itu, mewakili masyarakat memberi penghargaan yang setinggi tinginya kepada Made Urip yang setiap saat mengawal aspirasi, terutama para petani dan kelompok ternak yang diusulkan dari Desa Kerta.

“Begitu banyak usulan, tapi setelah mendapat pengawalan Bapak Made Urip akhirnya semua bantuan bisa terwujud, seperti bantuan bibit sapi ini. Bapak Urip juga sering datang, sehingga menambah semangat masyarakat bersama PDI Perjuangan, agar Desa Kerta menjadi desa kuat, maju dan mandiri untuk mewujudkan Indonesia hebat,” tutupnya. Selaku petugas partai, Nyoman Kandel yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Payangan mengaku bersama Made Urip dan Rai Warsa akan terus konsisten melaksanakan fungsi dan tugasnya mengawal dan mewakili memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Kami pasti akan berbuat yang terbaik untuk mewujudkan dan merealisasikan semua aspirasi, namun masyarakat harus bisa bersabar,” katanya, seraya memastikan akan selalu bersinergi dengan Made Urip, agar dalam kondisi pandemi Covid-19 tetap bisa membantu mengimplementasikan keinginan masyarakat yang terbukti dari bantuan 40 ekor sapi betina produktif untuk dua kelompok ternak. “Ini berkat sinergitas dan komunikasi bersama masyarakat dengan Bapak Made Urip. Makanya sekarang harus dukung mendukung dan bersinergi bersama Pak Made Urip untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok tani,” tandasnya.

Saat berdialog dan bertatap muka, Made Urip menyadari program aspirasi ini turunnya agak terlambat diwujudkan, karena berakhir pada Desember 2021 akibat persoalan teknis. Karena itulah, bantuan 40 ekor sapi ini, diharapkan agar dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik. “Begitu dapat bantuan jangan SGM (saru geremeng, red) sehingga sapinya bisa berkembang untuk menumbuhkan ekonomi di desa. Jika ada 20 ekor untuk satu kelompok, kalau nanti sudah bunting bayangkan itu pertumbuhannya sangat bagus nanti,” ujar Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, sembari menegaskan Sapi Bali unggul ini diharapkan bisa berkembang dari dua kelompok ini, hingga menyebar ke kelompok ternak lainnya. Apalagi selama pandemi Covid-19 sudah mengantam ekonomi Bali, akibat lesunya sektor pariwisata, sehingga ke depan tidak boleh hanya bertumpu pada satu sektor saja. Menurut Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, satu-satunya sektor pertanian yang menjadi harapan, seperti Payangan dan wilayah Gianyar utara yang harus terus digenjot dengan baik ke depan.

“Mohon dua kelompok ini, agar betul-betul manfaatkan dan pelihara sapi ini dengan baik, karena akan ada monitoring dan audit dari bantuan sapi ini. Kalau ada sakit atau mati laporkan saja, karena semua sapinya sudah diasuransikan. Semoga bantuan ini bisa menumbuhkan ekonomi di desa, dan saya akan terus mengawal nanti seluruh aspirasi yang diinginkan oleh kelompok tani ke depan,” tegas M-U. ama/ksm








