Rangkul Generasi Milenial, Made Urip Buka Bimtek Akselerasi Ekspor Kopi Bali

Badung, PancarPOS | Anjloknya nilai ekspor komoditas pertanian terutama Kopi Bali, menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Untuk itu, kali ini Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U tersebut, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Ekspor Komoditas Kopi Bali dengan Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar di Kuta, Badung, pada Rabu (29/6/2022). Bimtek yang diinisiasi langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, bekerja sama dengan Kepala Balai Kerantina Pertanian Kelas I Denpasar, drh. I Putu Tarunanegara, MM., dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar beserta Kepala BPTP Bali, Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP.

Sebenarnya, Made Urip tidak saja memberikan Bimtek, tapi sebelumnya juga telah menyerahkan bantuan ratusan ribu bibit komoditas pertanian, terutama benih kopi kepada para petani. Seperti diungkapkan salah satu peserta Bimtek yang juga pelaku usaha eksportir dari PT Karana Spesialis Kopi, I Wayan Ardy Andika mengaku mewakili petani dan para pengusaha eksportir di Bali mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian Made Urip yang telah memberikan tambahan wawasan melalui Bimtek ini. Selaku eksportir yang biasa mengirim produksi Kopi Bali ke berbagai negara, seperti Jepang sangat terbantu dengan upaya Made Urip bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Made Urip yang telah memperhatikan para pelaku usaha eksportir kopi di Bali,” katanya.
Pada kesempatan itu, Kepala Balai Kerantina Pertanian Kelas I Denpasar, Putu Tarunanegara merasa bangga dan sangat menyambut positif Bimtek yang terus digenjot Made Urip di berbagai daerah. Apapagi selama 2 tahun lebih ekspor komoditas pertanian di Bali mengalami masa sulit, karena dampak pandemi Covid-19 yang saat ini semakin membaik sebagai peluang untuk meningkatan produktifitas pertanian. Dikatakan sebelumnya sekitar Rp700 sampai Rp900 miliar ekspor komoditas pertanian di Bali, tapi nilainya terus anjok hingga 80 persen selama pandemi Covid-19. Karena itulah berbagai upaya dilakukan, seperti dengan meningkatkan volume ekspor dan jumlah negera tujuan ekspor, termasuk menambah eksportir terutama dengan merangkul generasi milenial, khususnya di komoditas kopi. “Penurunan ekspor di Bali akibat tidak adanya transportasi akibat pandemi,” jelasnya.

Namun disadari, khusus komoditas Kopi Bali nilai volume ekspornya masih tetap bertahan, karena namanya yang telah melegenda, seperti Kopi Kintamani dan terakhir ada Kopi Buleleng. Bahkan pada tahun 2022 ini sudah tercapai 12 ton Kopi Bali dikirim dari Bali yang direkap Balai Karantina Pertanian Denpasar Kelas I Denpasar, dan belum termasuk Kopi Bali yang dikirim dari luar Bali, seperti dari Sumatera yang telah mengisi outlet kopi di berbagai negara di dunia, seperti Singapura, China dan Hongkong. Kopi Bali juga masih menjadi produk andalan ekspor, selain vanili dan hortikultira, karena potensinya terbuka luas dari sisi pasar ekspor. Karena itu perlu terus mendorong eksportir baru, terutama generasi mulenial melalui Bimtek ini, agar jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. “Apalagi Pak Made Urip juga akan memberikan arahan dalam Bimtek ini, sehingga diharapkan bisa berdampak positif bagi kita semua,” paparnya.
Di sisi lain, usai membuka Bimtek, Made Urip mengakui Bimtek ini bertujuan untuk memberikan wawasan teknis di lapangan, sekaligus meningkatkan kapasitas petani dan pengusaha ekportir komoditas pertanian. “Saya sangat senang bisa tertatap muka dengan para petani dan eksportir, terutama generasi milenial untuk mempercepat produktifitas pertanian melalui ekspor,” tegas M-U, seraya mengatakan saat krisis tahun 1998 hanya sektor pertanian, khususnya sub sektor perkebunan yang bertahan, termasuk saat pandemi Covid-19 juga kembali memberikan pelajaran berharga, karena Bali tidak bisa hanya mengandalkan sektor pariwisata saja, namun harus ada sektor lain untuk memperkuat sektor itu. Kebetulan di Bali ada sektor pertanian yang sudah menjadi kultur dan budaya melalui subak abian dan subak basah. Terbukti pergerakan ekonomi Bali bisa kembali tumbuh dengan cepat, sehingga Anggota DPR RI 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, akan terus mendorong eksportir, terutama dari generasi muda untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Bali, terutama memperkuat sub sektor perkebunan, seperti komoditas kopi. “Saya juga sudah memberikan bantuan, terutama dalam bentuk benih kopi di Bali,” bebernya.

Di samping itu, melalui Bimtek ini, akan bisa mengaskes wawasan tentang prosedur ekspor untuk menjaga komoditas kopi, apalagi sudah mempunyai nama, sehingga generasi muda agar terus menggenjot pertumbuhan ekonomi Bali dengan meningkatkan nilai ekspor komoditas pertanian ke depan. “Sehingga saya berharap agar Bimtek ini diikuti dari awal sampai berakhir,” tandas M-U. ama/ksm








