Belu, PancarPOS | Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur yang selama ini membayangi kawasan perbatasan, langkah strategis akhirnya diwujudkan. Telkomsel menghadirkan Compact Mobile BTS (COMBAT) di Desa Sadi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur pada pertengahan Maret 2026. Kehadiran infrastruktur ini bukan sekadar pembangunan jaringan, tetapi menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam memperkuat konektivitas digital di wilayah terdepan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.
Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan konkret terhadap program pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia dalam memperkuat infrastruktur telekomunikasi nasional sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di kawasan perbatasan.
Sebelum hadirnya jaringan seluler dari Telkomsel, masyarakat Desa Sadi hidup dalam keterbatasan akses komunikasi. Aktivitas digital masih bergantung pada layanan WiFi dari program USO yang dikelola BAKTI Kominfo dengan kapasitas terbatas. Dalam praktiknya, kondisi ini kerap menjadi hambatan serius, terutama saat masyarakat membutuhkan koneksi stabil untuk aktivitas penting seperti komunikasi jarak jauh, layanan pendidikan daring, hingga kebutuhan ekonomi berbasis digital.
Keterbatasan tersebut bukan hanya soal teknologi, tetapi menyentuh langsung kualitas hidup masyarakat. Komunikasi yang terhambat berarti akses informasi yang terputus, peluang ekonomi yang tertunda, serta keterisolasian yang semakin dalam di tengah derasnya arus digitalisasi global.
Namun kini, wajah Desa Sadi mulai berubah. Dengan hadirnya COMBAT Telkomsel, masyarakat tidak lagi sekadar bergantung pada jaringan terbatas. Layanan komunikasi dasar seperti panggilan suara dan SMS kini dapat dinikmati secara lebih stabil. Lebih dari itu, akses internet yang lebih andal membuka pintu bagi masyarakat untuk terhubung dengan dunia luar—melalui video call, media sosial, hingga berbagai platform digital lainnya.
Manager Network Operations and Productivity Kupang, I Wayan Sudana, menegaskan bahwa pembangunan COMBAT di wilayah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Telkomsel dalam menghadirkan konektivitas yang inklusif dan merata.
“Kami percaya bahwa konektivitas adalah fondasi utama dalam membuka peluang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran COMBAT di Desa Sadi ini menjadi langkah nyata Telkomsel dalam memastikan masyarakat di wilayah pelosok juga dapat menikmati manfaat teknologi digital, mulai dari komunikasi yang lebih lancar hingga akses informasi tanpa batas,” ujarnya.
Lebih jauh, kehadiran jaringan ini tidak hanya berdampak pada aspek komunikasi, tetapi juga berpotensi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan akses internet yang lebih stabil, masyarakat Desa Sadi kini memiliki peluang untuk mengembangkan usaha berbasis digital, memperluas pasar, hingga mengakses berbagai layanan keuangan digital yang sebelumnya sulit dijangkau.
Dalam konteks pendidikan, konektivitas digital membuka ruang baru bagi generasi muda di wilayah perbatasan untuk mengakses sumber belajar yang lebih luas. Keterbatasan geografis tidak lagi menjadi penghalang utama dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Secara strategis, pembangunan infrastruktur telekomunikasi di kawasan perbatasan juga memiliki dimensi yang lebih luas, yakni memperkuat kedaulatan digital negara. Di tengah dinamika geopolitik dan persaingan global dalam penguasaan teknologi, kehadiran jaringan komunikasi yang andal di wilayah perbatasan menjadi elemen penting dalam menjaga integritas nasional sekaligus memperkecil kesenjangan antarwilayah.
Desa Sadi, yang sebelumnya berada di pinggiran arus digital, kini mulai masuk dalam peta besar transformasi teknologi nasional. Ini adalah bukti bahwa pembangunan tidak lagi hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi mulai merambah hingga ke titik-titik terluar Indonesia.
Telkomsel pun menegaskan akan terus melanjutkan upaya pemerataan akses jaringan di wilayah Nusa Tenggara Timur dan kawasan lainnya sebagai bagian dari komitmen menghadirkan konektivitas digital yang merata, inklusif, dan berkelanjutan.
Langkah ini menjadi pesan kuat: bahwa di era digital, tidak boleh ada satu pun wilayah yang tertinggal. Karena pada akhirnya, konektivitas bukan sekadar soal sinyal—melainkan tentang membuka harapan, memperluas peluang, dan memastikan kehadiran negara dirasakan hingga ke pelosok negeri. ian/ama


