Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa secara umum wisatawan Eropa, termasuk wisatawan asal Inggris, dikenal disiplin dan tidak banyak menimbulkan persoalan selama berkunjung ke Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, HE Matthew Downing, di Denpasar.
Gubernur Koster memaparkan bahwa pada tahun 2025 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali melalui jalur udara mencapai lebih dari 7 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali dan melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19.
“Wisatawan Inggris masuk 10 besar kunjungan ke Bali. Wisatawan Eropa pada umumnya sangat baik, disiplin, dan tidak banyak menimbulkan masalah,” ujar Gubernur Koster.
Ia menjelaskan, pada tahun 2024 total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 13,9 juta orang, dengan 6,5 juta atau sekitar 64 persen di antaranya berkunjung ke Bali. Tren tersebut terus meningkat pada 2025 dan diproyeksikan masih akan naik pada tahun-tahun berikutnya.
Meski demikian, Gubernur Koster tidak menutup mata terhadap masih adanya pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian wisatawan asing, seperti pelanggaran lalu lintas dan perilaku tidak pantas. Namun, Pemerintah Provinsi Bali bersama Imigrasi telah melakukan penindakan tegas, termasuk deportasi.
“Kami konsisten melakukan penegakan aturan. Sekarang pelanggaran wisatawan asing terus menurun. Untuk wisatawan Inggris, berdasarkan data yang kami miliki, tidak ada pelanggaran yang menonjol,” tegasnya.
Gubernur Koster menyebutkan bahwa tantangan utama Bali saat ini meliputi kemacetan, pengelolaan sampah, dan perilaku wisatawan yang tidak tertib. Untuk itu, Pemprov Bali tengah mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah mulai tahun ini.
Di sektor pengelolaan sampah, Pemprov Bali sedang menyelesaikan penanganan dari hulu hingga hilir, termasuk pembangunan fasilitas waste to energy dengan kapasitas lebih dari 1.000 ton sampah per hari.
“Target saya, dalam dua tahun ke depan persoalan sampah bisa diselesaikan. Pada 2030, perubahan signifikan akan terlihat, baik dalam penanganan sampah maupun kemacetan dan infrastruktur,” ujar Gubernur Koster di Ruang Tamu Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (30/1/2026).
Ia menutup pertemuan dengan menyampaikan apresiasi atas kerja sama Pemerintah Inggris yang selama ini berjalan baik dan berharap kolaborasi tersebut terus diperluas ke berbagai sektor strategis. mas/ama/*






