Gubernur Koster Peringatkan Bahaya Kemacetan, Pariwisata Terancam Merosot

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan persoalan kemacetan di Pulau Dewata tidak bisa lagi ditoleransi. Ia menyadari, kepadatan lalu lintas yang kian parah telah berdampak langsung terhadap kenyamanan wisatawan dan berpotensi menurunkan daya saing pariwisata Bali di tingkat nasional maupun global.
Menurut Gubernur Koster, jika persoalan kemacetan tidak segera ditangani secara serius dan terstruktur, wisatawan, baik domestik maupun mancanegara akan semakin enggan berkunjung ke Bali. Kondisi tersebut dinilainya sebagai ancaman nyata bagi keberlanjutan sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Kalau masalah macet ini dibiarkan, pariwisata Bali bisa merosot. Karena itu saya prioritaskan pembangunan infrastruktur agar tuntas di periode kedua ini,” tegas Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Rabu (7/1/2026).
Ia menekankan, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata difokuskan pada pelebaran jalan, tetapi juga mencakup penataan sistem transportasi secara menyeluruh, mulai dari penguatan transportasi publik, rekayasa lalu lintas, hingga integrasi antarwilayah yang selama ini menjadi titik-titik kemacetan kronis.
Gubernur Koster juga menilai, kemacetan bukan hanya persoalan teknis, melainkan berkaitan erat dengan tata ruang, pertumbuhan kendaraan yang tidak terkendali, serta konsentrasi aktivitas pariwisata dan ekonomi di wilayah tertentu, khususnya kawasan Sarbagita. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Pada periode kepemimpinannya yang kedua, Koster memastikan agenda pembangunan infrastruktur transportasi akan dipercepat dan dituntaskan. Langkah ini disebut sejalan dengan visi pembangunan Bali yang berlandaskan kearifan lokal, berwawasan lingkungan, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat serta wisatawan.
Ia berharap, dengan infrastruktur yang lebih baik dan sistem transportasi yang tertata, Bali tidak hanya mampu mengurai kemacetan, tetapi juga meningkatkan kualitas pariwisata, menjaga citra Pulau Dewata di mata dunia, serta menjamin pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. mas/ama/*









